Ahmad Syarifudin: Penyelenggara Pemilu Harus Gunakan Waktu Luang untuk Riset dan Kebijakan Berbasis Data

Senin, 3 November 2025 - 18:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDAR LAMPUNG – Ketua Divisi Penelitian dan Pengkajian Lab for Democracy Studies (LDS), Ahmad Syarifudin, menyoroti pentingnya memanfaatkan waktu non tahapan Pemilu secara produktif.

Menurut mahasiswa S3 Hukum Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta ini, banyak masyarakat bertanya-tanya mengenai aktivitas penyelenggara Pemilu seperti KPU dan Bawaslu setelah agenda Pemilu dan Pilkada selesai.

“Bagi masyarakat, wajar bila ada pertanyaan tentang apa yang dikerjakan penyelenggara Pemilu. Namun mengatakan mereka punya waktu luang sepenuhnya juga tidak tepat,” ujar Ahmad, Minggu (3/11/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menilai, di luar tahapan Pemilu, KPU dan Bawaslu tetap melakukan berbagai kegiatan administratif, sosialisasi, serta koordinasi lintas instansi. Namun, Ahmad menekankan pentingnya agar masa jeda ini difokuskan pada penelitian dan kebijakan berbasis riset demi peningkatan kualitas demokrasi.

Baca Juga:  Bootcamp Volunteer LDS Dorong Generasi Muda Wujudkan Demokrasi Substansial di Bandar Lampung

Ahmad mengingatkan bahwa Provinsi Lampung masih masuk dalam 10 besar daerah dengan Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) tertinggi di Indonesia.

Mengutip hasil riset Disway Research and Development, sebanyak 62,90 persen masyarakat Lampung masih permisif terhadap politik uang. Kondisi ini menunjukkan masih lemahnya kepercayaan publik terhadap hasil pemilu.

“Masalah politik uang tidak bisa hanya diserahkan pada Bawaslu, karena tanpa partisipasi KPU dan masyarakat, hasilnya tidak signifikan,” tegasnya.

Menurutnya, kolaborasi KPU dan Bawaslu berbasis riset kebijakan menjadi solusi penting. Penelitian perlu menggali siapa yang paling rentan terhadap praktik politik uang berdasarkan usia, pendidikan, atau faktor sosial keagamaan.

Baca Juga:  Polres Lampung Barat Laksanakan Ziarah dan Tabur Bunga ke Taman Makam Pahlawan dalam Rangka Hari Bhayangkara ke-79

Ahmad mencontohkan hasil riset (Khoiriyah & Syarifudin, 2023) yang menemukan bahwa pemilih muda di Lampung permisif terhadap politik uang karena tidak menganggapnya dilarang agama. Karena itu, pendekatan berbasis keagamaan perlu dioptimalkan.

Selain itu, Ahmad menyoroti perlunya penelitian tentang aktor-aktor kunci di balik praktik politik uang. Biasanya, kata dia, mereka bukan bagian langsung dari tim kampanye, melainkan pihak ketiga yang sulit dilacak.

“Mengetahui siapa aktor utamanya penting agar pencegahan dan penegakan hukum lebih efektif,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa tingginya partisipasi pemilih tidak selalu menunjukkan keberhasilan demokrasi. Bisa jadi, sebagian besar pemilih hadir ke TPS karena motif ekonomi, bukan kesadaran politik.

Baca Juga:  Dugaan Perusakan Lingkungan di Sawah Luhur: Keterlibatan Pendukung Politik Walikota Serang Dipertanyakan?

Ahmad menilai, perbedaan pemahaman politik uang antarlevel penyelenggara Pemilu dari provinsi hingga desa masih tinggi.

Karenanya, ia mendorong KPU dan Bawaslu untuk membangun kurikulum pendidikan politik nasional yang berbasis hasil penelitian.

“Tanpa pengetahuan yang utuh tentang politik uang, masyarakat sulit menolak praktik tersebut. Diperlukan pendidikan politik yang terstruktur dan berbasis riset,” jelasnya.

Ahmad menutup dengan pesan bahwa kualitas demokrasi Indonesia hanya bisa ditingkatkan jika penyelenggara Pemilu mau merefleksikan kinerja, menguatkan kapasitas riset, dan menghasilkan kebijakan berbasis bukti.

Berita Terkait

Raih Prestasi di Ajang LASQI Fest 2025, Pemprov Lampung Beri Apresiasi pada Kontingen
Waspada! BMKG Prediksi Badai dan Hujan Sangat Lebat dalam 3 Hari Kedepan
Rob Melanda Sepekan ke Depan, Nelayan Lampung Diminta Tingkatkan Kewaspadaan
Terus Tingkatkan Layanan, Perpustakaan Daerah Provinsi Lampung Ikuti Akreditasi Perpusnas RI
Sekda Provinsi Lampung: Tekankan Nilai Juang Sapta Taruna dan Strategi PU608
Penerbitan HGU PT SGC Diduga Kangangi Kemenhan, Massa Desak Kejagung Periksa Menteri ATR/BPN
Silaturahmi Kebangsaan Bertema “Merajut Ukhuwah Menuai Berkah”
Samsat Tanggamus Salurkan Al-Qur’an dan Iqro untuk Santri TPQ Nurul Falah
5 1 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkait

Minggu, 7 Desember 2025 - 14:41 WIB

Raih Prestasi di Ajang LASQI Fest 2025, Pemprov Lampung Beri Apresiasi pada Kontingen

Minggu, 7 Desember 2025 - 14:33 WIB

Waspada! BMKG Prediksi Badai dan Hujan Sangat Lebat dalam 3 Hari Kedepan

Minggu, 7 Desember 2025 - 14:26 WIB

Gubernur Mirza Lepas Ribuan Peserta Smanda Fun Run 2025, Peringati HUT ke-60 Smanda

Jumat, 5 Desember 2025 - 18:42 WIB

Lantik Sejumlah Pejabat, Gubernur Tekankan Profesionalitas dan Inovasi Layanan Publik

Jumat, 5 Desember 2025 - 11:53 WIB

Rob Melanda Sepekan ke Depan, Nelayan Lampung Diminta Tingkatkan Kewaspadaan

Kamis, 4 Desember 2025 - 19:15 WIB

Pemprov Lampung Gaet BKMT sebagai Mitra Strategis Percepat Program Sosial dan Ketahanan Pangan

Kamis, 4 Desember 2025 - 19:10 WIB

Pemprov Lampung Terima kunjungan Pengurus KPPI dan Bahas Tantangan serta Potensi Perempuan dalam Politik

Kamis, 4 Desember 2025 - 17:50 WIB

Pemprov Lampung Apresiasi BKOW sebagai Wadah Strategis Penguatan Gerakan Perempuan dan Sinkronisasi Program Daerah

Berita Terbaru

error: Content is protected !!
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x