AKARPOST.COM – Dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan dan keselamatan pasien, RSUD Jenderal Ahmad Yani Metro sukses menggelar Pelatihan Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien (PMKP) secara daring melalui Zoom Meeting pada Jumat–Sabtu, 31 Oktober–1 November 2025.
Pelatihan bertema “Kolaborasi untuk Keselamatan Pasien yang Paripurna” ini diikuti oleh 800 pegawai dari berbagai unit kerja, mulai dari tenaga medis, perawat, hingga tenaga non-medis. Kegiatan ini menjadi salah satu program pelatihan terbesar yang pernah diadakan oleh rumah sakit milik Pemerintah Kota Metro.
Manajemen RSUD Jenderal Ahmad Yani Metro menegaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya agenda seremonial, melainkan bentuk komitmen nyata dalam penerapan budaya mutu dan keselamatan pasien (PMKP).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pelatihan ini kami rancang untuk memperkuat pemahaman seluruh SDM rumah sakit terhadap standar pelayanan dan prosedur keselamatan pasien terbaru,” ujar salah satu perwakilan manajemen RSUD Jenderal Ahmad Yani Metro.
Program pelatihan daring ini menjadi investasi penting bagi rumah sakit dalam memperkuat kompetensi sumber daya manusianya. Melalui kegiatan tersebut, RSUD Jenderal Ahmad Yani Metro menargetkan beberapa capaian strategis:
1. Peningkatan Kepercayaan Publik – Layanan kesehatan yang lebih aman dan profesional akan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap rumah sakit.
2. Penurunan Risiko Insiden Medis – Implementasi prosedur keselamatan pasien yang ketat diharapkan menekan angka kejadian yang tidak diinginkan.
3. Peningkatan Akreditasi dan Reputasi Rumah Sakit – Kinerja mutu yang konsisten menjadikan RSUD Jenderal Ahmad Yani Metro semakin diperhitungkan sebagai rumah sakit rujukan unggulan di Provinsi Lampung.
Melalui pelatihan berbasis platform daring, RSUD Jenderal Ahmad Yani Metro menunjukkan kemampuan beradaptasi terhadap teknologi modern tanpa mengganggu pelayanan utama kepada pasien. Langkah ini juga mencerminkan semangat transformasi digital dalam sistem pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan.
Dengan melibatkan 800 pegawai sebagai agen perubahan, RSUD Jenderal Ahmad Yani Metro menegaskan komitmennya sebagai institusi kesehatan progresif yang terus mengutamakan keselamatan pasien dan kepuasan masyarakat Kota Metro.






