Ratusan Nelayan Pesawaran Keluhkan Pagar Jaring Hotel Marriott, Pendapatan Turun Drastis

Rabu, 19 November 2025 - 08:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AKARPOST.COM Ratusan nelayan yang tergabung dalam Gabungan Kelompok Perikanan (Gapokkan) Mitra 10, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, menjerit akibat pemasangan pagar jaring pelampung oleh Lampung Marriott Resort & Spa.

Pemasangan pagar laut sepanjang lebih dari 3 kilometer dengan lebar sekitar 500 meter itu diduga telah menghambat aktivitas nelayan, sehingga pendapatan mereka anjlok.

Ketua Gapokkan Mitra 10, Mawardi (41), warga Desa Hanura, menyampaikan bahwa tidak ada musyawarah maupun koordinasi antara pihak hotel dan nelayan sebelum pemasangan pagar jaring dilakukan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Tidak ada musyawarah dari pihak manajemen Hotel Marriott. Padahal hidup kami bergantung dari hasil tangkapan ikan,” ujarnya kepada tim Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Pesawaran, Selasa (18/11/2025).

Pendapatan Nelayan Turun dari 60 Kg Menjadi 1 Kg Per Hari, Mawardi menjelaskan bahwa sebelum jaring pembatas dipasang, rata-rata nelayan mampu menangkap hingga 60 Kg ikan per hari. Namun setelah pagar laut berdiri, hasil tangkapan hanya 1 Kg per hari, bahkan sering kali nihil.

Baca Juga:  SGC Bayar Pajak Lewat Pemutihan: Siapa Sebenarnya yang Diuntungkan?

Pemasangan pagar jaring tersebut disebut sudah berlangsung hampir tiga tahun. Meski nelayan sudah menyampaikan keluhan ke Ombudsman serta pemerintah daerah dan provinsi, namun penanganannya dinilai tidak maksimal.

“Sempat dibuka, tapi dipasang lagi. Walaupun dibuka, masyarakat tetap tidak diperbolehkan menangkap ikan di lokasi tersebut,” jelasnya.

Masyarakat juga mempertanyakan legalitas pembangunan keramba apung yang diduga masih di area yang sama.

Saat tim SMSI mencoba meminta klarifikasi, pihak manajemen hotel disebut tidak memberikan jawaban langsung. Seorang pria yang mengaku sebagai Supervisor Keamanan, Yolan Bagas, didampingi Kepala Security Nurul Fajri, menyatakan akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan manajemen.

Baca Juga:  Permahi Lampung Siap Jadi Garda Depan Ungkap Penyelewengan Anggaran Dana Desa

“Silakan kirim surat resmi dan membawa surat tugas serta identitas. Nanti akan kami sampaikan kepada manajemen,” katanya singkat.

Secara hukum, pemasangan jaring, pagar laut, atau bangunan pantai tidak bisa dilakukan sepihak, apalagi di wilayah publik seperti pesisir. Pantai dan laut adalah kawasan milik negara sesuai. UU No. 27 Tahun 2007 jo. UU No. 1 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil

Wilayah pesisir wajib mendapatkan izin dari instansi berwenang seperti:

1. DKP

2. KKP

3. Balai Konservasi (jika area konservasi)

4. DLH untuk Amdal/UKL-UPL

Jika pemasangan dilakukan tanpa izin, ada potensi pelanggaran hukum, antara lain:

Baca Juga:  Komisi II DPR RI Ukur Ulang HGU PT. SGC, Bongkar Dugaan Penguasaan Lahan Ilegal

1. Pemanfaatan Ruang Laut Tanpa Izin, Mengacu pada Pasal 20-21 UU 1/2014 ancaman sanksi berupa pencabuhan izin hingga pidana.

2. Merusak Ekosistem Pesisir, Jika jaring mengganggu jalur migrasi ikan atau habitat laut.

3. Menghambat Akses Publik, Pantai adalah ruang publik, tidak boleh dikuasai pihak tertentu.

4. Tidak Memiliki Amdal/UKL-UPL, Setiap bangunan yang berdampak pada lingkungan wajib memiliki kajian resmi.

Kasus ini menjadi sorotan publik, terutama bagi para pemangku kepentingan pesisir di Pesawaran. SMSI Pesawaran mendorong agar pemerintah daerah dan instansi terkait turun langsung untuk menindaklanjuti keluhan nelayan, sekaligus memastikan bahwa seluruh aktivitas pemanfaatan ruang laut sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. (SMSI)

Berita Terkait

Dugaan Korupsi Miliaran Rupiah, Gradasi Desak APH Bedah Habis Anggaran Dinas Pendidikan Lampung Timur Tahun 2024
Universitas Muhammadiyah Gelar pelatihan jurnalistik Dan Penulisan Sejarah 2025.
Kapolda Lampung Hadiri Launching dan Festival UMKM Mitra Adhyaksa, Perkuat Sinergi Dukung Ekonomi Kreatif
SPPG Polda Maluku Raih Penghargaan SPPG Inspiradaya 2025, Perkuat Komitmen Pemberdayaan dan Keamanan Pangan Berbasis Komunitas
PERMAHI LAMPUNG Desak BK DPRD Kota Bandar Lampung Umumkan Sanksi Dugaan Pelanggaran Etik Tiga Anggota Dewan.
Kasus OTT Berujung Penetapan Tersangka Bupati Lampung Tengah: Yasir A. Rapat “Ini Aib Besar, Jangan Hancurkan Reputasi Lampung yang Sedang Diapresiasi KPK
Puskima UIN Raden Intan Lampung Gelar BKI, Dorong Mahasiswa Kuasai Penulisan Karya Ilmiah
Gubernur Tekankan Integritas dan Profesionalisme Jurnalis di Era Digital
5 1 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkait

Sabtu, 13 Desember 2025 - 17:27 WIB

Kapolda Lampung Hadiri Launching dan Festival UMKM Mitra Adhyaksa, Perkuat Sinergi Dukung Ekonomi Kreatif

Jumat, 12 Desember 2025 - 19:09 WIB

PERMAHI LAMPUNG Desak BK DPRD Kota Bandar Lampung Umumkan Sanksi Dugaan Pelanggaran Etik Tiga Anggota Dewan.

Kamis, 11 Desember 2025 - 23:52 WIB

Puskima UIN Raden Intan Lampung Gelar BKI, Dorong Mahasiswa Kuasai Penulisan Karya Ilmiah

Kamis, 11 Desember 2025 - 17:50 WIB

Gubernur Tekankan Integritas dan Profesionalisme Jurnalis di Era Digital

Kamis, 11 Desember 2025 - 17:38 WIB

Harlah ke-58 Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri: Wagub Jihan Nurlela Terima Penganugerahan sebagai Tokoh Inspiratif atas Dedikasi Memajukan Gerakan Perempuan

Kamis, 11 Desember 2025 - 13:48 WIB

KNPI Provinsi Lampung Terima Penghargaan Kolaborasi pada Seminar Nasional “How To Be A Great” di Graha Adora

Rabu, 10 Desember 2025 - 17:12 WIB

Pemprov Lampung Terima Kunjungan PII, Bahas Penerapan Indeks Keinsinyuran sebagai Standar Mutu Pembangunan Daerah

Selasa, 9 Desember 2025 - 17:04 WIB

Pemprov Lampung dan Pertamina Patra Niaga Sampaikan Penjelasan Resmi Terkait Distribusi BBM dan LPG Jelang Nataru 2025/2026

Berita Terbaru

error: Content is protected !!
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x