LSM AMUNISI PROVINSI LAMPUNG, SOROTI 2 PROYEK ANGGARAN PULUHAN MILYAR DI PRINGSEWU DIDUGA DIKERJAKAN ASAL JADI SYARAT KORUPSI

Senin, 22 Desember 2025 - 13:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pringsewu – Dua titik pekerjaan proyek peningkatan jalan gunakan konstruksi hotmix dan rigid beton dengan nilai pagu anggaran mencapai belasan milyar di satu titik nya. Pekerjaan proyek jalan berasa di Jalan Sumber Agung, Kec, Ambarawa – Karang Sari, Kec. Pagelaran, menelan anggaran sebesar Rp.12 Milyar Rupiah, yang dikerjakan oleh CV. ISTANA KEKAL ABADI.
Dan pekerjaan Proyek peningkatan kapasitas struktur jalan berlokasi di Jln Wonodadi Utara (SP-ABC) Mataram Kecamatan Gading Rejo, menelan anggaran sebesar Rp.10 Milyaran Rupiah yang dikerjakan oleh CV.WURA BUMI, sumber dana APBD melalui Satker Dinas PUPR Kabupaten Pringsewu Provinsi Lampung.

Pekerja proyek jalan tersebut menuai sorotan dari Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat – Aliansi Masyarakat Untuk Institusi (LSM AMUNISI) Provinsi Lampung. Ahmad Padlan S. H, Dirinya menilai pekerjaan proyek ini yang berada di dua titik di Kecamatan Gading Rejo, Ambarawa, Pagelaran sangatlah jauh dari kata sempurna.

Baca Juga:  Sekdaprov Lampung Tekankan Integrasi Data sebagai Fondasi Transformasi Digital Daerah

Pasalnya, kondisi fisik jalan yang baru selesai dikerjakan tersebut kini sudah mengalami kerusakan serius, Di sejumlah titik ditemukan beton retak, patah, sehingga menimbulkan dugaan kuat pekerjaan tidak sesuai dengan spesifikasi teknis yang ditetapkan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan pantauan di lapangan, kerusakan tampak merata di beberapa ruas jalan. Retakan memanjang dari ujung je ujung bibir jalan dan ada juga yang retak ke arah memanjang alur jalan, patahan pada permukaan beton dinilai tidak wajar untuk proyek yang baru selesai dan masih dalam masa pemeliharaan. Kondisi ini pun menimbulkan kekhawatiran akan mutu konstruksi serta daya tahan jalan dalam jangka panjang.Ujarnya

Baca Juga:  Permala Jakarta ingatkan Jangan Terprovokasi dan Fokus pada tujuan Awal kepentingan Rakyat

Ahmad Fadlan S, H, juga mempertanyakan kualitas pekerjaan proyek tersebut serta menilai hasil pekerjaan terkesan asal-asalan dan tidak mencerminkan besarnya anggaran yang telah digelontorkan pemerintah.
“Kalau baru selesai saja sudah retak seperti ini, bagaimana nanti beberapa bulan ke depan? Ini kan uang negara, imbuhnya

“Selain dugaan tidak sesuai spesifikasi, lemahnya pengawasan juga disorot. Proyek infrastruktur seharusnya diawasi secara ketat, baik oleh konsultan pengawas maupun pihak terkait dari instansi teknis, guna memastikan seluruh tahapan pekerjaan berjalan sesuai perencanaan dan standar mutu.Paparnya

Pengamatan kami, Kerusakan dini pada proyek rigid beton umumnya disebabkan oleh beberapa faktor, seperti kualitas material yang tidak memenuhi standar, ketebalan beton yang tidak sesuai, proses pengecoran yang tidak maksimal, hingga perawatan beton (curing) yang diabaikan, Jika pengawasan lemah, potensi penyimpangan teknis sangat besar dan dampaknya langsung dirasakan masyarakat,”Pungkasnya

Baca Juga:  Peringati PHI ke-97, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal: Ibu Adalah Kunci Menuju Indonesia Emas 2045

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana proyek maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi terkait kondisi tersebut. Publik berharap ada evaluasi menyeluruh, termasuk audit teknis di lapangan, agar kerugian negara tidak semakin besar dan kualitas pembangunan infrastruktur benar-benar dapat dipertanggungjawabkan.
Masyarakat juga mendesak agar aparat pengawas internal maupun lembaga berwenang turun tangan untuk menindaklanjuti temuan ini secara transparan dan profesional, demi menjamin pembangunan yang berkualitas serta bebas dari praktik penyimpangan.

Berita Terkait

PERMAHI Lampung Tegaskan Dukungan atas Sikap Kapolda Lampung: 20% HGU Merupakan Kewajiban Hukum dan Hak Konstitusional Rakyat
Babak Baru For-WIN di Bumi Khagom Mufakat, DPD Lampung Selatan Resmi Berdiri
Ketua TP PKK Provinsi Lampung Ibu Purnama Wulan Sari Mirza Buka Wedding Story 2026, Dukung Penguatan UMKM dan Pertumbuhan Industri Pernikahan Lokal
GPN Lampung Soroti WC Sekolah TA 2025 yang Tak Bisa Dipakai: Indikasi “Dump Spending”?
Simposium SMSI Tegaskan Pilkada Melalui DPRD sebagai Alternatif Demokrasi
RAPBD BPMP Lampung tahun 2025: “Alokasi Administratif Fantastis, Prioritas Pendidikan Terabaikan”
Wagub Jihan Nurlela Buka Rakor Pembinaan dan Pengawasan Daerah Provinsi Lampung Tahun 2026
Sekdaprov Marindo Kurniawan Pimpin Rakor Program Kerja Sekretariat Daerah: Tekankan Optimalisasi Peran Biro Sekretariat Daerah

Berita Terkait

Jumat, 16 Januari 2026 - 22:21 WIB

Ketua TP PKK Provinsi Lampung Ibu Purnama Wulan Sari Mirza Buka Wedding Story 2026, Dukung Penguatan UMKM dan Pertumbuhan Industri Pernikahan Lokal

Kamis, 15 Januari 2026 - 15:38 WIB

RAPBD BPMP Lampung tahun 2025: “Alokasi Administratif Fantastis, Prioritas Pendidikan Terabaikan”

Rabu, 14 Januari 2026 - 17:48 WIB

Polsek Tanjung Karang Timur Tetapkan Konsultan Pajak HS sebagai Tersangka Penganiayaan

Selasa, 13 Januari 2026 - 21:54 WIB

PERMAHI Lampung Apresiasi Kinerja Awal Kapolda Lampung dalam Pengungkapan Kasus Narkotika Antar Pulau

Selasa, 13 Januari 2026 - 19:26 WIB

PERMAHI Lampung Gelar Aksi di Kejati dan Kanwil Kemenag Lampung, Soroti Dugaan Penyimpangan Anggaran dan Jual Beli Jabatan

Selasa, 13 Januari 2026 - 19:17 WIB

PERMAHI Lampung Gelar Aksi di Kejati, Soroti Dugaan Penyimpangan Proyek UIN Jurai Siwo Lampung

Selasa, 13 Januari 2026 - 15:51 WIB

Pemprov Lampung dan BPKP Sepakati Penguatan Pengawasan Infrastruktur dan Pangan 2026 untuk Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Minggu, 11 Januari 2026 - 10:28 WIB

Gubernur Rahmat Mirzani Djausal Apresiasi Pendekatan Seni dan Budaya Lokal yang Dilakukan Kodam XXI/Radin Inten dalam Mempererat Hubungan antara TNI dan Masyarakat

Berita Terbaru

error: Content is protected !!
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x