Dari pada Janji Palsu, Warga Pesawaran Pilih Mengubur Jalan Poros 

Sabtu, 25 Oktober 2025 - 18:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AKARPOST.COM Frustasi adalah kata yang terlalu halus. Aksi yang dilakukan puluhan warga Desa Kuta Dalom, Way Lima, Pesawaran, ini adalah letusan kemarahan yang disajikan dengan bumbu satire pedas. Alih-alih menunggu perbaikan, mereka justru menimbun jalan poros yang rusak parah menuju Kantor Camat Way Lima dan SMA 1 Way Lima dengan tanah.

Gotong royong yang satu ini bukan untuk membangun, melainkan bentuk protes final setelah jeritan mereka bertahun-tahun dibiarkan menggema di ruang kosong kekuasaan.

Aksi unik yang langsung viral di TikTok ini seperti adegan film. Dengan membawa cangkul, pacul, dan ember, warga dari Kuta Dalom dan Padang Rincang beramai-ramai “mengubur” jalan yang sudah lebih mirik kubangan dan ladang lubang. Suasana bukan lagi kesedihan, melainkan kemarahan yang meluap.

Baca Juga:  Gubernur Lampung Kukuhkan Direks BUMD PT Wahana Raharja dan PT Lampung Jasa Utama

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Bupatimu mana?! Bupatimu mana?! Suruh bupatimu bangun, ya!” teriak seorang warga sambil mengacungkan batu ke tanah timbunan. Teriakan itu adalah suara hati ribuan orang yang merasa dikhianati oleh pemimpinnya sendiri.

Sindiran tajam lainnya terlontar dengan nada geram, “Jalannya jelek, Buk, makanya ditimbun! Sudah becek semua, sudah bisa dipelihara ikan lele.” Lelucon pahit ini menggambarkan betapa absurdnya kondisi jalan yang seharusnya menjadi akses vital menuju pusat pemerintahan dan pendidikan.

Fakta di lapangan sungguh mengenaskan. Jalan poros ini adalah urat nadi warga, namun lebih menyerupai medan perang yang membahayakan keselamatan dan mengisolasi masyarakat. Aksi penimbunan ini adalah puncak gunung es kekecewaan. Mereka sudah tak punya cara lain untuk membuat pemerintah membuka mata dan telinga.

Baca Juga:  BUPATI DAN WAKIL BUPATI PESISIR BARAT HADIRI PERINGATAN HARI ANAK NASIONAL (HAN) ke-41 DI LABUHAN JUKUNG

Ditengah kemarahan warga, respons dari birokrasi terasa seperti rekaman lama yang diputar ulang. Camat Way Lima, Al Ihsan Iskapi, SE., MM., melalui pesan WhatsApp kepada media, mengaku telah menyampaikan hal ini ke Bupati Pesawaran, Nanda Indira, dan anggota DPRD.

“Iya memang sudah kusampaikan… insya Allah jadi atensi, semoga bisa diprioritaskan tahun depan,” ujarnya.

Janji “tahun depan” ini tentu saja terdengar hampa di telinga warga yang hari ini harus mempertaruhkan nyawa dan kendaraannya untuk sekadar melewati jalan itu. Kata “semoga” dan “insya Allah” adalah kosakata yang terlalu lemah untuk mengobati luka akibat pengabaian yang berlarut-larut.

Baca Juga:  Ketua SMSI Lampung Ajak Media Online Jaga Integritas dan Konsistensi Pemberitaan

Aksi gotong royong “penguburan jalan” ini adalah tamparan keras bagi Pemerintah Kabupaten Pesawaran. Ini bukan lagi sekedar unggahan viral, melainkan cermin dari krisis kepercayaan yang sudah berada di titik nadir.

Publik kini menunggu tindakan nyata, bukan lagi janji. Bupati Pesawaran, Bupati Nanda Indira, beserta jajarannya di DPRD, ditantang untuk segera turun ke lokasi. Mereka tidak hanya dituntut untuk membongkar timbunan tanah sabes dan menggantinya dengan aspal yang layak, tetapi juga membongkar timbunan masalah dan mengisi lubang-lubang kepercayaan yang telah mereka gali sendiri.

Warga sudah menunjukkan aksi. Kini, giliran sang penguasa membuktikan bahwa mereka masih layak disebut “pelayan masyarakat. (red)

Berita Terkait

MBG Jadi Peluang Besar UMKM dan Petani, DPRD Lampung Siap Bersinergi dengan Sekber
Sekdaprov Marindo: Tegaskan Lampung Perkuat Ketahanan Wilayah
PW PERGUNU LAMPUNG DAN KANWIL KEMENAG LAMPUNG TANDATANGANI MoU: SINERGI PERKUAT PENDIDIKAN, PENELITIAN, DAN ADVOKASI GURU
Dugaan Mark-Up dan Rekayasa Pengadaan Cendera Mata di Setda Bandar Lampung
Dugaan Penyimpangan Dana BTT Rp21,5 Miliar di BPBD Kota Bandar Lampung
Sekdaprov Lampung Dukung Penuh Percepatan Koperasi Desa Merah Putih
Gubernur Mirza Kembangkan Strategi Besar Ekonomi Berbasis Pariwisata
RAKERDA Gerakan Pramuka Lampung Tahun 2026
5 1 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkait

Selasa, 19 Mei 2026 - 15:43 WIB

Sekdaprov Marindo: Tegaskan Lampung Perkuat Ketahanan Wilayah

Senin, 18 Mei 2026 - 21:51 WIB

STIT Pringsewu Gelar Seminar Pendidikan Berbasis Al-Qur’an

Senin, 18 Mei 2026 - 21:41 WIB

PW PERGUNU LAMPUNG DAN KANWIL KEMENAG LAMPUNG TANDATANGANI MoU: SINERGI PERKUAT PENDIDIKAN, PENELITIAN, DAN ADVOKASI GURU

Sabtu, 16 Mei 2026 - 18:18 WIB

Sekdaprov Lampung Dukung Penuh Percepatan Koperasi Desa Merah Putih

Sabtu, 16 Mei 2026 - 18:12 WIB

Gubernur Mirza Kembangkan Strategi Besar Ekonomi Berbasis Pariwisata

Kamis, 30 April 2026 - 18:22 WIB

LSM Trinusa Laporkan Dua Sekolah di Lampung Selatan ke Kejaksaan Negeri

Rabu, 29 April 2026 - 20:49 WIB

Marindo Kurniawan Tinjau pembangunan Sekolah Rakyat di Kawasan Kota Baru

Rabu, 29 April 2026 - 17:17 WIB

Pemprov Lampung dan Ombudsman RI Perkuat Pengawasan Pelayanan Publik

Berita Terbaru

Pendidikan

STIT Pringsewu Gelar Seminar Pendidikan Berbasis Al-Qur’an

Senin, 18 Mei 2026 - 21:51 WIB

error: Content is protected !!
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x