Bandarlampung – Bidang Politik dan Demokrasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bandar Lampung merilis Kaleidoskop 2025 dengan judul “Prestasi Gemilang vs Tantangan Berliku Pemerintahan Prabowo–Mirzani–Eva”. Dokumen ini menyajikan potret dinamika perjalanan satu tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, serta Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana dari sudut pandang sosial, ekonomi, dan politik.
Rina Tri Putri, penulis kaleidoskop tersebut, menggarisbawahi bahwa pemerintahan dari level nasional hingga daerah telah mencatatkan sejumlah capaian positif. Meski demikian, berbagai tantangan struktural masih memerlukan perhatian serius.
“Kita melihat adanya perkembangan, tetapi juga menemukan pekerjaan rumah besar yang tidak boleh diabaikan,” tulisnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kaleidoskop ini mengangkat berbagai program nasional dan kebijakan daerah yang dinilai memberikan dampak pada kesejahteraan publik. Mulai dari stabilitas ekonomi, penguatan program perlindungan sosial, hingga sejumlah inovasi kebijakan di tingkat daerah. Rina menilai, langkah-langkah progresif tersebut mencerminkan keseriusan pemerintah dalam merealisasikan janji politik.
Namun demikian, Rina mengingatkan agar pencapaian tersebut tidak menimbulkan euforia yang berlebihan. Pemerintah, menurutnya, tetap harus menjunjung tinggi prinsip keberlanjutan, transparansi, dan keadilan dalam setiap proses pembangunan.
Pada sisi berbeda, Rina mencatat masih adanya sejumlah persoalan mendasar seperti ketimpangan pembangunan, isu lingkungan hidup, dinamika relasi pusat-daerah, serta tantangan dalam konsolidasi demokrasi.
“Prestasi memang ada, tetapi tantangannya juga nyata. Pemerintah harus memastikan bahwa pembangunan tidak hanya tampak besar secara angka, tetapi benar-benar dirasakan masyarakat kecil,” ujarnya.
Rina juga menekankan pentingnya pengawasan publik dan budaya kritik yang sehat guna memastikan pemerintahan tetap berjalan di koridor demokrasi.
“Ruang kritik tidak boleh dipersempit. Kritik yang jujur justru menjadi vitamin bagi pemerintah,” tulisnya.
Lewat kaleidoskop ini, Rina mengharapkan tahun 2026 dapat menjadi momentum evaluasi bersama antara pemerintah dan masyarakat. Ia menegaskan, HMI tetap berkomitmen menjalankan peran sebagai mitra kritis yang konstruktif.
“Kami percaya pemerintah bisa bekerja lebih baik, selama tetap membuka ruang dialog dan keberpihakan pada rakyat,” pungkasnya