PEMERINTAH Provinsi Lampung mempercepat pembangunan infrastruktur di kawasan sentra pertanian Kabupaten Lampung Barat dengan mengalokasikan anggaran sebesar Rp45 miliar pada 2026 untuk peningkatan ruas jalan di Kecamatan Bandar Negeri Suoh (BNS). Langkah ini menjadi bagian dari strategi memperkuat konektivitas wilayah, memperlancar distribusi hasil pertanian, sekaligus menopang target swasembada pangan nasional.
Komitmen tersebut disampaikan Gubernur Lampung saat berdialog langsung dengan masyarakat di halaman Kantor Kecamatan Bandar Negeri Suoh, Rabu (8/7/2026).
Dalam pertemuan itu, gubernur menegaskan pembangunan infrastruktur bukan sekadar proyek fisik, melainkan instrumen penting untuk membuka akses ekonomi, menekan biaya logistik, dan meningkatkan daya saing komoditas unggulan masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pembangunan jalan merupakan investasi jangka panjang yang akan memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus mendukung kawasan pertanian produktif di Suoh dan Bandar Negeri Suoh,” ujarnya.
Pemerintah Provinsi Lampung menargetkan pembangunan lima ruas jalan strategis di Lampung Barat, terdiri atas empat ruas di Kecamatan Bandar Negeri Suoh serta satu ruas yang menghubungkan perbatasan Lampung Barat dengan Sumatera Selatan.
Hingga awal Juli 2026, progres pekerjaan telah mencapai sekitar 20 persen dan ditargetkan selesai pada Desember 2026.
“Empat ruas di Kecamatan BNS dan satu ruas menuju perbatasan Sumatera Selatan menjadi prioritas pembangunan tahun ini,” kata gubernur.
Keberadaan jaringan jalan tersebut dinilai sangat penting mengingat wilayah Suoh dan Bandar Negeri Suoh merupakan salah satu kawasan produksi pertanian terbesar di Lampung dengan komoditas unggulan berupa padi, kopi, kakao, pisang, dan kelapa.
Pemerintah Provinsi Lampung memandang pembangunan jalan memiliki dampak langsung terhadap efisiensi distribusi hasil pertanian. Selama ini, kondisi infrastruktur yang belum optimal menyebabkan biaya angkut relatif tinggi sehingga memengaruhi daya saing produk petani.
Dengan akses jalan yang lebih baik, distribusi komoditas diharapkan menjadi lebih cepat, biaya transportasi menurun, serta memperluas jangkauan pemasaran hingga ke luar daerah.
“Wilayah ini memiliki potensi besar sebagai lumbung pangan. Karena itu, peningkatan infrastruktur menjadi prioritas agar distribusi hasil pertanian semakin lancar,” ujar gubernur.
Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur tidak hanya diposisikan sebagai proyek pembangunan wilayah, tetapi juga sebagai strategi memperkuat rantai pasok sektor pertanian yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat Lampung Barat.
Selain pembangunan infrastruktur, Pemerintah Provinsi Lampung juga menyiapkan berbagai program peningkatan produktivitas pertanian.
Gubernur menyatakan pemerintah akan menyalurkan bantuan pupuk hayati cair kepada kelompok tani serta menyediakan fasilitas pembuatan pupuk agen hayati di setiap pekon.
“Satu pekon akan mendapatkan satu fasilitas pembuat pupuk agen hayati,” katanya.
Tidak hanya itu, pemerintah juga akan menyerahkan 10 unit dryer (pengering hasil panen) bagi masyarakat Kecamatan Suoh dan Bandar Negeri Suoh sebagai upaya meningkatkan kualitas pascapanen sekaligus mengurangi potensi kehilangan hasil produksi.
Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian sekaligus memperkuat pendapatan petani.
Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemerintah Provinsi Lampung terhadap pembangunan wilayahnya.
Menurutnya, Kecamatan Bandar Negeri Suoh dan Suoh memiliki posisi strategis sebagai kawasan penghasil berbagai komoditas pertanian yang berkontribusi terhadap program swasembada pangan nasional.
Ia mengakui perbaikan infrastruktur jalan telah lama menjadi harapan masyarakat karena selama bertahun-tahun distribusi hasil pertanian masih menghadapi kendala akibat kondisi jalan yang belum memadai.
“Perbaikan jalan ini sangat dinantikan masyarakat karena selama ini pendistribusian hasil pertanian masih terkendala akses yang belum maksimal,” ujarnya.
Parosil juga mengajak masyarakat menjaga dan mendukung seluruh proses pembangunan agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.
Pertemuan antara Pemerintah Provinsi Lampung, Pemerintah Kabupaten Lampung Barat, dan masyarakat mencerminkan upaya memperkuat sinergi pembangunan berbasis potensi daerah.
Pembangunan infrastruktur, dukungan teknologi pertanian, hingga penyediaan sarana pascapanen menunjukkan pendekatan pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan produktivitas, memperkuat ketahanan pangan, dan mendorong kesejahteraan masyarakat.
Jika pembangunan lima ruas jalan tersebut selesai sesuai target pada akhir 2026, kawasan Bandar Negeri Suoh dan Suoh berpeluang menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah barat Lampung, sekaligus memperkuat peran daerah sebagai salah satu sentra pangan strategis di Provinsi Lampung.

