Bandar Lampung – Gerakan Pemuda Nusantara (GPN) Lampung menyoroti dugaan perilaku tidak patut yang dilakukan seorang oknum Anggota DPRD Kota Bandar Lampung dari Fraksi Partai Golkar, Indra Feriza, S.Ak. (Dapil II), yang diduga tertidur saat mengikuti rapat paripurna dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Bandar Lampung, Rabu (17/6/26).
Ketua GPN Lampung menilai peristiwa tersebut menjadi sorotan publik karena dianggap tidak mencerminkan kualitas dan tanggung jawab seorang wakil rakyat dalam menjalankan tugasnya sebagai legislator.
“Ini sangat miris dan tidak patut untuk dicontoh. Seorang wakil rakyat seharusnya menunjukkan sikap profesional dan menghormati forum resmi yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat,” ujar Ketua GPN Lampung kepada awak media.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, jika dalam forum paripurna yang merupakan agenda penting pemerintahan daerah saja terdapat anggota dewan yang diduga tertidur, maka hal tersebut dapat menimbulkan pertanyaan mengenai keseriusan dalam menjalankan fungsi pengawasan terhadap jalannya pemerintahan.
“Kalau anggota DPRD-nya saja tidur nyenyak saat rapat, bagaimana pengawasannya di lapangan? Ini tentu menjadi pertanyaan masyarakat,” tegasnya.
GPN Lampung menilai bahwa persoalan tersebut bukan hanya menyangkut kedisiplinan, tetapi juga berkaitan dengan etika dan moral seorang legislator yang telah diberikan mandat oleh rakyat.
“Seorang anggota DPRD memiliki tanggung jawab besar sebagai representasi suara masyarakat. Karena itu, etika, integritas, dan moral sebagai legislator harus dijaga agar kepercayaan publik terhadap lembaga DPRD tidak semakin menurun,” lanjutnya.
GPN Lampung berharap pimpinan DPRD Kota Bandar Lampung maupun Fraksi Partai Golkar dapat memberikan perhatian terhadap persoalan tersebut serta melakukan pembinaan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
Menurut GPN Lampung, wakil rakyat seharusnya memberikan teladan yang baik dan menunjukkan kesungguhan dalam menjalankan amanah yang telah dipercayakan masyarakat.





