Site icon AKAR POST

Aspirasi Diabaikan, Gerbang Kejati Lampung Digembok Mahasiswa

AKSI unjuk rasa yang digelar Koalisi Mahasiswa Lampung Anti Mafia Hukum (KOMPAK) di depan Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung berlangsung memanas, Kamis (23/7/2026). Massa melakukan aksi simbolik dengan menggembok pintu gerbang utama Kejati Lampung sebagai bentuk protes setelah tidak ada perwakilan institusi yang menemui maupun menerima aspirasi para demonstran.

Aksi penggembokan dilakukan di hadapan aparat kepolisian yang mengamankan jalannya demonstrasi. Sejumlah mahasiswa yang mengenakan jas almamater hijau tampak memasang rantai dan gembok pada gerbang kantor Kejati Lampung, sementara peserta aksi lainnya mengabadikan momen tersebut menggunakan telepon genggam.

Agung Saputra, Koordinator aksi KOMPAK Lampung mengatakan, langkah menggembok gerbang merupakan simbol kekecewaan terhadap sikap Kejati Lampung yang dinilai tidak membuka ruang dialog dengan mahasiswa. Menurutnya, demonstrasi digelar sebagai bentuk penyampaian aspirasi secara damai untuk mendorong penegakan hukum yang dinilai lebih transparan dan akuntabel.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam orasinya, massa turut menyoroti penanganan perkara yang mereka sebut berkaitan dengan mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah. Para demonstran mendesak aparat penegak hukum menunjukkan komitmen terhadap proses hukum yang terbuka, profesional, dan tidak menimbulkan keraguan di tengah masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, KOMPAK Lampung menyampaikan lima tuntutan kepada aparat penegak hukum. Pertama, mendesak agar Febrie Adriansyah segera ditahan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Kedua, meminta adanya kepastian mengenai status hukum tanpa menimbulkan kesimpangsiuran informasi kepada publik.

Ketiga, mereka mendorong pengusutan terhadap pihak-pihak lain yang diduga terlibat apabila ditemukan bukti yang cukup dalam proses penyidikan. Keempat, massa meminta evaluasi terhadap tim yang menangani perkara agar proses penegakan hukum berjalan secara profesional, objektif, dan berintegritas.

Kelima, mahasiswa mendesak aparat penegak hukum memberikan penjelasan secara transparan mengenai alasan belum dilakukannya penahanan, sehingga tidak memunculkan spekulasi maupun menurunkan kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum.

Menurut massa aksi, keterbukaan informasi menjadi bagian penting dalam menjaga kredibilitas lembaga penegak hukum. Mereka berharap setiap tahapan penanganan perkara disampaikan secara jelas kepada masyarakat sebagai bentuk akuntabilitas publik.

Meski sempat diwarnai aksi simbolik penggembokan gerbang, demonstrasi berlangsung dalam pengamanan aparat kepolisian. Hingga massa membubarkan diri, situasi di sekitar Kantor Kejati Lampung terpantau kondusif.

Exit mobile version