Lampung – Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Lampung menegaskan komitmennya memperkuat sinergi lintas lembaga dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan di Provinsi Lampung. Komitmen tersebut mengemuka dalam forum koordinasi yang digelar bersama Dewan Pendidikan Provinsi Lampung, Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK), Balai Bahasa Provinsi Lampung, serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung.
Kepala BPMP Provinsi Lampung, Inu Kertapati, S.E., M.E., hadir bersama Kepala BGTK Provinsi Lampung Hendra Apriawan, Kepala Balai Bahasa Provinsi Lampung Drs. Muhammad Muis, M.Hum., beserta jajaran. Turut mengikuti pertemuan Kepala Bidang Pembinaan SMA Disdikbud Provinsi Lampung Azah Rawan Sangun, S.Psi., M.M.
Sementara itu, Dewan Pendidikan Provinsi Lampung dipimpin Ketua Prof. Syafrimen, didampingi Wakil Ketua Dr. As’ad Muzzammil, Sekretaris Gino Vanollie, serta anggota Tedy Purwoko dan Azkia Akidatul Izzah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Diskusi yang dimoderatori Sekretaris Dewan Pendidikan tersebut memfokuskan pembahasan pada penyelarasan arah pembangunan pendidikan di Lampung dengan mengedepankan data, analisis, dan kolaborasi antarlembaga sebagai dasar penyusunan kebijakan.
Ketua Dewan Pendidikan Provinsi Lampung, Prof. Syafrimen, menilai keterlibatan BPMP bersama seluruh pemangku kepentingan menjadi langkah strategis dalam mencari solusi atas berbagai persoalan pendidikan di daerah.
“Ruangnya sederhana, tetapi isu yang kita bahas menyangkut permasalahan penting yang penyelesaiannya harus dilakukan secara lintas sektoral,” ujar Syafrimen. Ia menambahkan, “Duduk bersama berlapang-lapang, duduk sendiri bersempit-sempit,” sebagai gambaran pentingnya kolaborasi.
Dalam forum tersebut, BPMP Lampung bersama para pemangku kepentingan membahas sedikitnya lima isu prioritas pendidikan di Provinsi Lampung. Isu tersebut meliputi tingginya angka anak tidak sekolah, penguatan kompetensi dan pemerataan guru, pembiayaan satuan pendidikan, masih banyaknya kepala sekolah yang berstatus pelaksana tugas, hingga penguatan tata kelola pendidikan melalui koordinasi lintas sektor.
Sebagai lembaga yang memiliki fungsi penjaminan mutu pendidikan, BPMP Lampung mendorong agar setiap kebijakan yang diambil pemerintah daerah didasarkan pada data yang valid dan analisis yang komprehensif. Pendekatan tersebut dinilai penting untuk menghasilkan program yang tepat sasaran sekaligus meningkatkan kualitas layanan pendidikan di seluruh wilayah Lampung.
Forum juga membahas penguatan muatan lokal melalui pelestarian Bahasa Lampung di lingkungan sekolah. Langkah tersebut dinilai sejalan dengan program Kamis Beradat yang diinisiasi Pemerintah Provinsi Lampung sebagai upaya membangun karakter generasi muda sekaligus menjaga kelestarian budaya daerah.
Pertemuan ditutup dengan komitmen bersama untuk menyusun rekomendasi strategis yang akan disampaikan kepada Gubernur Lampung, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, serta DPRD Provinsi Lampung. Rekomendasi tersebut diharapkan menjadi pijakan dalam merumuskan kebijakan pendidikan yang lebih berkualitas, merata, dan berkelanjutan, dengan BPMP Lampung sebagai salah satu penggerak utama dalam penguatan sistem penjaminan mutu pendidikan di daerah.








