Kader HMI di Era Digitalisasi, Antara Perjuangan dan Tantangan Teknologi

Jumat, 23 Mei 2025 - 05:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Adi Chandra Gutama

Kader HMI Cabang Bandar Lampung

Era digitalisasi telah membawa banyak perubahan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk di dalam dunia organisasi mahasiswa. Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), yang didirikan di Yogyakarta pada 5 Februari 1947 oleh Lafran Pane dan 14 mahasiswa Sekolah Tinggi Islam (sekarang Universitas Islam Indonesia), tidak terkecuali terkena dampaknya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

HMI, sebagai organisasi yang telah berdiri lebih dari tujuh dekade, kini menghadapi tantangan baru dalam menjaga relevansinya di tengah cepatnya perubahan zaman.

HMI bukanlah organisasi yang asing dengan dinamika perubahan. Sebagai organisasi yang mengemban misi keumatan dan kebangsaan, HMI memiliki tanggung jawab untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman agar tetap menjadi wadah yang efektif bagi pembinaan generasi muda, khususnya kader-kader yang diharapkan mampu menjadi penerus perjuangan bangsa.

Perkaderan menjadi inti dari aktivitas organisasi ini. Dalam Pasal 8 Anggaran Dasar HMI ditegaskan bahwa HMI

berfungsi sebagai organisasi kader. Ini menunjukkan bahwa kelangsungan hidup HMI sangat bergantung pada keberhasilan proses kaderisasi.

Baca Juga:  Menjelang Pilrek: Kritik atau Upaya Pembusukan?

Namun, di tengah era digitalisasi, tantangan yang dihadapi HMI semakin kompleks. Perkembangan teknologi dan media sosial menjadi pedang bermata dua. Di satu sisi, teknologi menawarkan kemudahan dalam berkomunikasi dan menyebarkan gagasan.

Kader HMI seharusnya dapat memanfaatkan media sosial sebagai alat perjuangan, membentuk opini publik, dan menjadi motor penggerak isu-isu nasional. Akan tetapi, realitas yang terjadi justru sebaliknya. Banyak kader HMI yang tampaknya mulai melupakan esensi perjuangan yang seharusnya menjadi inti dari setiap langkah mereka.

Digitalisasi memberikan ruang yang luas bagi kader-kader HMI untuk berdiskusi dan berkolaborasi tanpa harus bertemu secara fisik.

Internet dan smartphone memungkinkan penyebaran gagasan dan aspirasi dengan lebih cepat dan efisien. Namun, potensi ini belum sepenuhnya dimanfaatkan oleh kader-kader HMI saat ini.

“Banyak kader HMI yang tampaknya lupa akan arti penting perjuangan. Hakikat perjuangan organisatoris yang sejak awal telah dimiliki oleh HMI mulai memudar di kalangan kader,” ujar Adi Chandra Gutama, seorang kader HMI Cabang Bandar Lampung.

Menurut Adi, ada kecenderungan kader HMI era milenial lebih terfokus pada hal-hal yang bersifat superficial. Mereka cenderung lebih tertarik pada visualisasi dan kemasan, ketimbang pada substansi perjuangan.

“Perjuangan HMI, yang sejak lama berakar pada tiga latar belakang yaitu keumatan, kebangsaan, dan kemahasiswaan, kini mulai buram.

Hal ini disebabkan oleh semakin dilupakannya tujuan utama HMI yang tertuang dalam Pasal 4 Anggaran Dasar,” jelasnya.

Baca Juga:  Prof Abdul Latif: Sikap Diam Kejati Sumbar soal Kasus Bank Nagari Berpotensi Melanggar Hukum

Strategi perkaderan di era digitalisasi perlu diperkuat, bukan hanya dalam aspek pembinaan intelektual tetapi juga dalam penguatan karakter dan semangat juang kader.

“Proses regenerasi kader harus terus berlanjut dengan cara yang relevan dengan perkembangan zaman. Monitoring dan evaluasi berkala menjadi kunci untuk memastikan bahwa proses perkaderan berjalan sesuai dengan tujuan organisasi,” tegas Adi.

Adi menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi secara bijak oleh kader-kader HMI. Media sosial dapat digunakan sebagai platform untuk menyebarkan gagasan yang visioner dan menggugah semangat mahasiswa lain.

“HMI harus mampu menciptakan tren melalui gagasan yang berbobot dan relevan dengan isu-isu nasional,” tambahnya.

Video kreatif dan konten visual lainnya bisa menjadi alat efektif untuk menarik minat mahasiswa terhadap pentingnya berorganisasi dan berjuang demi kemajuan bangsa.

Baca Juga:  Antara Potensi Hutan Mangrove dan Ujian Tata Kelola, Oleh : Herman Batin Mangku

Lebih jauh, Adi mengingatkan agar kader HMI tidak kehilangan identitasnya dalam arus modernisasi.

“Jadikan organisasi HMI sebagai kerangka objektivitas dan rasionalitas dalam membentuk pola pikir serta aksi. Aktualisasikan tujuan HMI dengan iman, ilmu, dan amal yang nyata,” tutupnya.

Era digitalisasi memang menuntut perubahan strategi dalam menjalankan misi organisasi. Namun, nilai-nilai dasar perjuangan tidak boleh tergadai oleh kecanggihan teknologi.

Kader HMI harus mampu menjawab tantangan ini dengan memperkuat komitmen terhadap nilai-nilai yang telah menjadi fondasi organisasi sejak berdirinya. Di tangan kader-kader inilah masa depan HMI dan bangsa ini dipertaruhkan.

Berita Terkait

Relevansi HMI di Usia 79: Refleksi Dies Natalis dan Panggilan Kembali ke Insan Cita
Prof Abdul Latif: Sikap Diam Kejati Sumbar soal Kasus Bank Nagari Berpotensi Melanggar Hukum
Upaya Penanganan dan Pencegahan Konflik Gajah Taman Nasional Way Kambas
Guru Besar Unila Tegaskan Pentingnya Implementasi Regulasi Karbon di Kawasan Konservasi Lampung
Antara Potensi Hutan Mangrove dan Ujian Tata Kelola, Oleh : Herman Batin Mangku
Refleksi Sekilas Memasuki Tahun Kedua Kepemimpinan Iyay Mirza
LBH Al Bantani Minta Kejari Lampung Selatan Segera Eksekusi Anggota DPRD Pengguna Ijazah Palsu
Pemira Unila 2025 Dinyatakan Cacat Total, Koalisi Satu Cita Tolak Hasil dan Ajukan Tuntutan Tegas
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkait

Minggu, 8 Februari 2026 - 19:05 WIB

Dua Proyek PSDA Lampung Jadi Sorotan GPN

Minggu, 8 Februari 2026 - 15:41 WIB

Diduga Langgar Prosedur Penerbitan SKCK, Polres Lampung Dipersoalkan LSM LAKI

Sabtu, 7 Februari 2026 - 19:14 WIB

Penemuan Mayat Wajah Dilakban di Bandar Lampung

Sabtu, 7 Februari 2026 - 19:05 WIB

Kapolsek Katibung Pimpin Langsung Patroli Malam dan Sambangi Warga

Sabtu, 7 Februari 2026 - 18:39 WIB

Ketum SMSI Pusat Resmikan Monumen Media Siber 

Jumat, 6 Februari 2026 - 20:38 WIB

Kepala BPKAD Pringsewu Wujudkan Lingkungan Kerja Nyaman dan Maksimalkan Kinerja

Kamis, 5 Februari 2026 - 23:48 WIB

Pengacara Eggi Sudjana Dilaporkan ke Polres Lampung Utara

Kamis, 5 Februari 2026 - 22:32 WIB

Relevansi HMI di Usia 79: Refleksi Dies Natalis dan Panggilan Kembali ke Insan Cita

Berita Terbaru

Berita

Dua Proyek PSDA Lampung Jadi Sorotan GPN

Minggu, 8 Feb 2026 - 19:05 WIB

Bandar Lampung

Penemuan Mayat Wajah Dilakban di Bandar Lampung

Sabtu, 7 Feb 2026 - 19:14 WIB

Banten

Ketum SMSI Pusat Resmikan Monumen Media Siber 

Sabtu, 7 Feb 2026 - 18:39 WIB

error: Content is protected !!
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x