Alam Baka Gelar Aksi Jilid II, Soroti Risiko Korupsi dalam Program MBG

Selasa, 7 Juli 2026 - 19:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ALIANSI Lampung Bersatu Awasi Kebijakan dan Anggaran (Alam Baka) kembali turun ke jalan menggelar aksi unjuk rasa jilid II di Bandar Lampung, Selasa (7/7/2026).

Massa menyasar dua titik strategis, yakni Kantor Gubernur Lampung dan Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung, untuk menyuarakan kritik tajam terhadap desain kebijakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) milik pemerintah.

Alam Baka menilai, program nasional yang menelan anggaran puluhan hingga ratusan triliun rupiah tersebut tidak menyentuh akar masalah penanganan gizi buruk dan stunting, melainkan berpotensi menjadi panggung politik yang mengorbankan ruang fiskal negara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Koordinator Aksi Alam Baka, Nopiyanto, menegaskan bahwa pemerintah keliru dalam menyusun skala prioritas anggaran.

Baca Juga:  Kejari Pringsewu dan BPKAD Teken MoU Perdata dan Tata Usaha Negara

Menurutnya, persoalan kronis seperti stunting seharusnya diselesaikan pada pemenuhan gizi 1.000 hari pertama kehidupan (HPK), yang mencakup ibu hamil dan balita, bukan pada anak usia sekolah.

“Kalau anggaran terbesar dialihkan untuk makan siang anak sekolah, kelompok paling rentan seperti ibu hamil dan balita justru bisa mendapat perhatian lebih kecil. Program ini berpotensi hanya mengobati gejala, bukan akar masalahnya,” ujar Nopiyanto, Selasa (7/7/2026).

Lebih lanjut, Alam Baka mengkritik pendekatan universal menyeluruh yang diterapkan pemerintah pusat.

Mereka menilai kondisi darurat gizi di Indonesia tidak merata, sehingga hantaman anggaran jumbo ini menjadi tidak tepat sasaran.

Nopiyanto juga membeberkan fakta lapangan mengenai banyaknya laporan makanan mubazir yang terbuang di sejumlah daerah sebagai bukti nyata lemahnya perencanaan pemerintah.

Baca Juga:  Gubernur Lampung Apresiasi Program Prabowo Rp839 Miliar untuk Konservasi Way Kambas

Selain salah sasaran, massa aksi juga menyoroti ancaman beban fiskal jangka panjang yang harus ditanggung negara demi program yang belum memiliki indikator keberhasilan terukur ini.

Pemerintah dikritik karena dinilai abai terhadap kajian ilmiah dan kondisi geografis Indonesia yang timpang dalam menyusun kebijakan publik.

Sementara itu, saat berorasi di depan Kantor Kejati Lampung, Alam Baka memperingatkan adanya celah rasuah yang lebar akibat panjangnya rantai birokrasi program MBG mulai dari proses pengadaan barang, manajemen distribusi, hingga penyaluran ke tangan siswa.

“Kami mendesak aparat penegak hukum secara profesional mengawasi titik-titik rawan ini. Uang rakyat harus dikelola secara transparan dan berbasis bukti nyata kebutuhan masyarakat, bukan sekadar mengejar popularitas kebijakan”, tegasnya.

Baca Juga:  Lampung Siap Jadi Tuan Rumah Pornas Korpri 2027, Sekda Serahkan Tali Asih Atlet Berprestasi

Dalam aksi jilid II ini, Aliansi Alam Baka secara resmi membawa dua tuntutan utama kepada otoritas terkait.

Alam Baka Mendesak dilakukannya evaluasi terbuka dan radikal terhadap desain serta implementasi teknis Program MBG di tingkat daerah.

Lalu Alam Baka Juga Meminta korps adhyaksa proaktif mengusut setiap indikasi penyelewengan anggaran, termasuk melakukan pendalaman hukum pidana atas laporan kasus keracunan makanan yang menimpa sejumlah siswa penerima manfaat.

Alam Baka menyatakan tidak akan berhenti melakukan pengawasan. Mereka berjanji akan kembali menggelar aksi lanjutan secara bergelombang hingga pemerintah bersedia membuka ruang evaluasi yang objektif dan transparan atas penggunaan uang rakyat tersebut.

Berita Terkait

Dugaan Mafia Tanah Ancam Hutan Mangrove Rokan Hilir
Fondasi Kemajuan Lampung Ada pada Disiplin Fiskal
Ujian Integritas Pemerintah dalam Menjamin Hak Pendidikan Anak
Prof Harris Arthur Hedar Dorong PFII Jadi Penggerak Ekonomi Indonesia
Laskar Lampung Desak Pansus Usut Polemik SMA Siger
Aksi di Kejati Berakhir Memanas
Wagub Jihan Tinjau Calon Siswa Sekolah Rakyat
Ketum ABR Desak Dugaan Kasus yang Menyeret Jampidsus Diusut Transparan
5 1 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted

Berita Terkait

Minggu, 12 Juli 2026 - 18:45 WIB

Dugaan Mafia Tanah Ancam Hutan Mangrove Rokan Hilir

Minggu, 12 Juli 2026 - 03:02 WIB

Fondasi Kemajuan Lampung Ada pada Disiplin Fiskal

Jumat, 10 Juli 2026 - 20:25 WIB

Laskar Lampung Desak Pansus Usut Polemik SMA Siger

Jumat, 10 Juli 2026 - 16:58 WIB

Aksi di Kejati Berakhir Memanas

Jumat, 10 Juli 2026 - 16:52 WIB

Wagub Jihan Tinjau Calon Siswa Sekolah Rakyat

Kamis, 9 Juli 2026 - 16:50 WIB

Ketum ABR Desak Dugaan Kasus yang Menyeret Jampidsus Diusut Transparan

Rabu, 8 Juli 2026 - 20:56 WIB

Lampung Pacu Jalan BNS, Rp45 Miliar untuk Sentra Pangan

Rabu, 8 Juli 2026 - 20:44 WIB

Lampung Bangun Ekosistem Investasi Berbasis Hilirisasi

Berita Terbaru

Berita

Dugaan Mafia Tanah Ancam Hutan Mangrove Rokan Hilir

Minggu, 12 Jul 2026 - 18:45 WIB

Home

Fondasi Kemajuan Lampung Ada pada Disiplin Fiskal

Minggu, 12 Jul 2026 - 03:02 WIB

Bandar Lampung

Ujian Integritas Pemerintah dalam Menjamin Hak Pendidikan Anak

Minggu, 12 Jul 2026 - 02:40 WIB

Opini

Daerah Maju Dimulai dari DPRD yang Mendengar Suara Rakyat

Minggu, 12 Jul 2026 - 01:13 WIB

error: Content is protected !!
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x