Menimbang Kepemimpinan Marindo untuk Masa Depan Lampung

Senin, 6 Juli 2026 - 07:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Adi Chandra Gutama

Ketua Gerakan Pemuda Nusantara (GPN) Provinsi Lampung

PELANTIKAN Marindo Kurniawan sebagai Sekretaris Daerah Provinsi Lampung pada 20 Juni 2025 bukan sekadar agenda seremonial pergantian pejabat tinggi pratama. Peristiwa tersebut memiliki makna strategis bagi arah perjalanan birokrasi Provinsi Lampung. Pada usia 44 tahun 6 bulan, Marindo tercatat sebagai Sekretaris Daerah termuda dalam sejarah Pemerintah Provinsi Lampung. Catatan tersebut memang menarik perhatian publik, tetapi sesungguhnya usia hanyalah angka. Yang jauh lebih menentukan adalah bagaimana kesempatan itu diterjemahkan menjadi kepemimpinan yang mampu menghadirkan perubahan nyata bagi tata kelola pemerintahan dan kesejahteraan masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam pemerintahan modern, keberhasilan birokrasi tidak pernah ditentukan oleh faktor usia semata. Sejarah menunjukkan bahwa banyak pemimpin muda gagal karena minim pengalaman dan kehilangan arah, sementara tidak sedikit pula pemimpin senior yang gagal beradaptasi terhadap perubahan zaman. Karena itu, ukuran sesungguhnya terletak pada kapasitas kepemimpinan, integritas, kemampuan mengambil keputusan, keberanian melakukan pembaruan, serta konsistensi menjaga kepentingan publik di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.

Sekretaris Daerah merupakan jabatan yang memiliki posisi sangat strategis. Ia bukan sekadar administrator pemerintahan, melainkan penghubung utama antara visi politik kepala daerah dengan pelaksanaan teknis seluruh organisasi perangkat daerah. Keberhasilan gubernur dalam menjalankan program pembangunan sangat dipengaruhi oleh kemampuan Sekda mengonsolidasikan birokrasi agar bekerja dalam satu irama, satu tujuan, dan satu semangat pelayanan kepada masyarakat.

Dalam konteks itulah, kepemimpinan Marindo Kurniawan patut dicermati secara objektif. Ia datang bukan sebagai figur yang muncul secara instan, melainkan birokrat karier yang meniti perjalanan panjang sejak menjadi aparatur sipil negara pada tahun 2003. Selama lebih dari dua dekade, ia mengemban berbagai jabatan strategis di tingkat kabupaten maupun provinsi. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting dalam memahami kompleksitas tata kelola pemerintahan daerah yang terus berkembang.

Latar belakangnya di bidang pengelolaan keuangan daerah menjadi salah satu kekuatan utama. Tidak dapat dipungkiri bahwa kemampuan fiskal merupakan fondasi utama keberhasilan pembangunan daerah. Program pembangunan, pelayanan publik, peningkatan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, hingga perlindungan sosial semuanya bermuara pada kualitas pengelolaan keuangan daerah.

Ketika dipercaya memimpin Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Lampung, Marindo dikenal sebagai birokrat yang mengedepankan disiplin administrasi, ketelitian, dan akuntabilitas. Konsistensi Pemerintah Provinsi Lampung dalam mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan bukanlah capaian yang lahir secara kebetulan. Di balik opini tersebut terdapat sistem pengelolaan keuangan yang membutuhkan komitmen, koordinasi, serta pengawasan yang kuat.

Baca Juga:  Pemprov Lampung dan BPKP Sepakati Penguatan Pengawasan Infrastruktur dan Pangan 2026 untuk Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Meski demikian, opini WTP bukanlah tujuan akhir penyelenggaraan pemerintahan. WTP hanya memastikan laporan keuangan disusun sesuai standar akuntansi pemerintahan. Masyarakat pada akhirnya akan menilai keberhasilan pemerintah bukan dari banyaknya penghargaan administratif, tetapi dari kualitas jalan yang mereka lalui, pelayanan kesehatan yang mudah diakses, sekolah yang semakin berkualitas, harga kebutuhan pokok yang stabil, kesempatan kerja yang bertambah, serta pelayanan publik yang cepat dan bebas dari praktik korupsi.

Sebagai motor birokrasi, Marindo Kurniawan dituntut mampu mengubah birokrasi dari sekadar menjalankan prosedur menjadi organisasi yang menghasilkan solusi. Selama bertahun-tahun, masyarakat masih sering menghadapi pelayanan publik yang lamban, koordinasi antarinstansi yang kurang efektif, serta proses administrasi yang berbelit. Kondisi seperti ini tidak dapat diselesaikan hanya melalui regulasi, tetapi membutuhkan kepemimpinan yang mampu membangun budaya kerja baru.

Budaya birokrasi harus bergerak dari pola pikir administratif menuju pola pikir pelayanan. Aparatur sipil negara bukan lagi sekadar pelaksana aturan, melainkan pelayan masyarakat yang bekerja dengan profesional, cepat, terbuka, dan berintegritas.

Di era digital, perubahan tersebut menjadi semakin mendesak. Pemerintahan yang modern tidak lagi bergantung pada tumpukan berkas dan proses manual. Digitalisasi menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditawar. Penggunaan teknologi informasi mampu mempercepat pelayanan, meningkatkan transparansi, mengurangi potensi penyimpangan, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap pemerintah.

Pengakuan nasional yang diterima Marindo dalam bidang kepemimpinan digital menunjukkan adanya komitmen untuk membawa birokrasi Lampung memasuki era pemerintahan berbasis teknologi. Namun, digitalisasi tidak boleh berhenti pada pembangunan aplikasi semata. Transformasi digital harus benar-benar mampu menyederhanakan prosedur, mempercepat pelayanan, mengintegrasikan data antarinstansi, serta memberikan kemudahan nyata bagi masyarakat.

Pemerintahan berbasis data juga menjadi fondasi penting dalam pembangunan daerah. Dukungan terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 mencerminkan pemahaman bahwa setiap kebijakan publik harus dibangun berdasarkan data yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan. Tanpa data yang akurat, kebijakan sering kali hanya menjadi respons sesaat yang tidak menyentuh akar persoalan.

Baca Juga:  Sekdaprov Marindo Hadiri Rapat Paripurna DPRD Tahun 2026

Ke depan, tantangan pembangunan Lampung semakin kompleks. Pertumbuhan ekonomi harus mampu menciptakan pemerataan. Investasi harus berjalan seiring dengan perlindungan lingkungan. Pembangunan infrastruktur harus mampu membuka akses ekonomi masyarakat. Sektor pertanian sebagai tulang punggung ekonomi daerah harus terus diperkuat dengan inovasi dan teknologi. Begitu pula sektor pendidikan, kesehatan, pariwisata, dan pemberdayaan UMKM memerlukan sinergi yang lebih kuat agar mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Dalam situasi seperti itu, Sekretaris Daerah memiliki peran sentral sebagai koordinator seluruh perangkat daerah. Kemampuan membangun komunikasi lintas organisasi, memperkuat sinergi antarinstansi, menyelesaikan konflik birokrasi, serta memastikan seluruh program berjalan sesuai target akan menjadi ukuran keberhasilan kepemimpinannya.

Tidak kalah penting adalah pembangunan sumber daya manusia aparatur. Reformasi birokrasi tidak akan berhasil apabila aparatur sipil negara masih bekerja dengan pola lama yang mengutamakan rutinitas dibanding inovasi. ASN harus didorong menjadi pribadi yang adaptif, kreatif, berorientasi pada hasil, serta memiliki etika pelayanan yang tinggi. Profesionalisme birokrasi menjadi modal utama menghadapi perubahan yang begitu cepat.

Sebagai seorang akademisi yang berhasil meraih gelar Doktor Ilmu Ekonomi dari Universitas Lampung dengan predikat lulusan terbaik, Marindo memiliki modal intelektual yang kuat. Namun, kepemimpinan birokrasi tidak hanya membutuhkan kecerdasan akademik. Yang lebih penting adalah kemampuan menerjemahkan teori menjadi praktik, mengubah gagasan menjadi kebijakan, dan memastikan kebijakan tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Berbagai penghargaan yang diterima, mulai dari Satyalancana Karya Satya, penghargaan inovasi desa, hingga apresiasi atas prestasi akademik, tentu layak diapresiasi. Akan tetapi, penghargaan hanyalah pengakuan atas perjalanan masa lalu. Amanah sebagai Sekretaris Daerah menuntut pembuktian baru yang jauh lebih besar. Setiap keputusan yang diambil akan berpengaruh terhadap jutaan masyarakat Lampung.

Sebagai Ketua Organisasi Kepemudaan (OKP) Gerakan Pemuda Nusantara (GPN) Provinsi Lampung, saya memandang bahwa regenerasi kepemimpinan birokrasi merupakan momentum yang patut didukung. Kehadiran pemimpin dari generasi yang lebih muda diharapkan membawa energi baru, perspektif baru, serta keberanian melakukan inovasi dalam tata kelola pemerintahan.

Baca Juga:  Marindo Kurniawan Pimpin Rakor Pemanfaatan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional bersama BPS

Namun, dukungan tersebut tidak boleh dimaknai sebagai pembenaran tanpa kritik. Dalam negara demokrasi, dukungan harus selalu berjalan beriringan dengan pengawasan yang objektif, independen, dan konstruktif. Pemerintahan yang sehat justru membutuhkan kritik yang lahir dari kepedulian, bukan dari kepentingan politik sesaat.

Organisasi masyarakat sipil, akademisi, media massa, mahasiswa, dan seluruh elemen masyarakat memiliki tanggung jawab moral untuk terus mengawal jalannya pemerintahan. Kritik yang berbasis data akan menjadi energi positif bagi birokrasi untuk terus melakukan perbaikan.

Pada akhirnya, masyarakat Lampung tidak sedang menunggu banyak pidato, slogan, ataupun pencitraan. Masyarakat menunggu hasil nyata. Mereka ingin merasakan pelayanan publik yang semakin mudah, birokrasi yang semakin bersih, pembangunan yang semakin merata, kesempatan ekonomi yang semakin luas, serta pemerintahan yang semakin transparan dan akuntabel.

Sejarah birokrasi tidak pernah ditulis oleh usia, jabatan, ataupun penghargaan. Sejarah selalu ditulis oleh karya, keberanian mengambil keputusan, keteguhan menjaga integritas, serta konsistensi menghadirkan manfaat bagi masyarakat.

Marindo Kurniawan kini memiliki kesempatan yang sangat besar untuk meninggalkan jejak positif dalam sejarah birokrasi Provinsi Lampung. Kesempatan itu merupakan amanah yang sekaligus mengandung tanggung jawab besar. Harapan masyarakat berada di pundaknya, bersama seluruh jajaran birokrasi Pemerintah Provinsi Lampung.

Apabila kepemimpinannya mampu melahirkan birokrasi yang profesional, adaptif, transparan, inovatif, dan berorientasi pada pelayanan publik, maka pelantikannya sebagai Sekretaris Daerah termuda akan dikenang bukan hanya sebagai catatan sejarah, melainkan sebagai titik awal lahirnya babak baru reformasi birokrasi di Lampung.

Namun, jika kesempatan besar itu tidak mampu diterjemahkan menjadi perubahan yang dirasakan masyarakat, maka usia muda hanya akan menjadi angka dalam arsip pemerintahan. Pada akhirnya, rakyatlah yang menjadi hakim paling jujur. Mereka tidak mengingat siapa yang paling banyak menerima penghargaan, tetapi siapa yang benar-benar menghadirkan perubahan dalam kehidupan mereka.

Karena itu, kepemimpinan Marindo Kurniawan hari ini bukan hanya tentang mengelola birokrasi. Lebih dari itu, ia sedang memikul harapan besar masyarakat Lampung untuk menghadirkan pemerintahan yang semakin efektif, bersih, profesional, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Waktu akan menjadi saksi, dan sejarah akan memberikan penilaiannya.

Berita Terkait

Dugaan Mafia Tanah Ancam Hutan Mangrove Rokan Hilir
Plt. Bupati Lampung Tengah Kunjungi Rumah Literasi Kalirejo Book Party: Budaya Literasi adalah Fondasi Pembangunan Daerah
Fondasi Kemajuan Lampung Ada pada Disiplin Fiskal
Ujian Integritas Pemerintah dalam Menjamin Hak Pendidikan Anak
Daerah Maju Dimulai dari DPRD yang Mendengar Suara Rakyat
Prof Harris Arthur Hedar Dorong PFII Jadi Penggerak Ekonomi Indonesia
Wagub Jihan Tinjau Calon Siswa Sekolah Rakyat
Ketum ABR Desak Dugaan Kasus yang Menyeret Jampidsus Diusut Transparan
5 1 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted

Berita Terkait

Minggu, 12 Juli 2026 - 18:45 WIB

Dugaan Mafia Tanah Ancam Hutan Mangrove Rokan Hilir

Minggu, 12 Juli 2026 - 03:02 WIB

Fondasi Kemajuan Lampung Ada pada Disiplin Fiskal

Jumat, 10 Juli 2026 - 20:25 WIB

Laskar Lampung Desak Pansus Usut Polemik SMA Siger

Jumat, 10 Juli 2026 - 16:58 WIB

Aksi di Kejati Berakhir Memanas

Jumat, 10 Juli 2026 - 16:52 WIB

Wagub Jihan Tinjau Calon Siswa Sekolah Rakyat

Kamis, 9 Juli 2026 - 16:50 WIB

Ketum ABR Desak Dugaan Kasus yang Menyeret Jampidsus Diusut Transparan

Rabu, 8 Juli 2026 - 20:56 WIB

Lampung Pacu Jalan BNS, Rp45 Miliar untuk Sentra Pangan

Rabu, 8 Juli 2026 - 20:44 WIB

Lampung Bangun Ekosistem Investasi Berbasis Hilirisasi

Berita Terbaru

Berita

Dugaan Mafia Tanah Ancam Hutan Mangrove Rokan Hilir

Minggu, 12 Jul 2026 - 18:45 WIB

Home

Fondasi Kemajuan Lampung Ada pada Disiplin Fiskal

Minggu, 12 Jul 2026 - 03:02 WIB

Bandar Lampung

Ujian Integritas Pemerintah dalam Menjamin Hak Pendidikan Anak

Minggu, 12 Jul 2026 - 02:40 WIB

Opini

Daerah Maju Dimulai dari DPRD yang Mendengar Suara Rakyat

Minggu, 12 Jul 2026 - 01:13 WIB

error: Content is protected !!
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x