GPN Lampung Ungkap Dugaan Pungli di SMPN 44 Bandarlampung, Rp250 Ribu per Siswa untuk Nomor Ujian

Selasa, 16 Desember 2025 - 17:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AKARPOST.COM – Gerakan Pemuda Nusantara (GPN) Provinsi Lampung mengungkap dugaan praktik pungutan liar (pungli) yang dilakukan oleh birokrasi SMP Negeri 44 Kota Bandarlampung melalui Komite Sekolah pada periode Juli hingga Desember 2025.

Pungutan tersebut diduga dibebankan kepada peserta didik sebesar Rp250.000 per siswa dengan dalih sebagai “Sumbangan Komite untuk pengambilan nomor ujian”, Selasa 16 Desember 2025
Sekretaris Umum GPN Lampung, Wahyu Hidayat, menilai praktik tersebut berpotensi melanggar peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang peran dan kewenangan Komite Sekolah.

“Kami mendapatkan informasi bahwa pihak sekolah memungut dana sebesar Rp250.000 per siswa dengan dalih sumbangan komite untuk pengambilan nomor ujian. Ini jelas bermasalah karena bertentangan dengan aturan yang berlaku,” ujar Wahyu Hidayat saat dihubungi, Senin (16/12/2025).

Baca Juga:  Oknum Kades di Tanggamus Diduga Bayar Damai Rp 40 Juta untuk Lolos dari Kasus Narkoba

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Wahyu menjelaskan, praktik tersebut bertentangan dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 75 Tahun 2016 tentang Komite Sekolah, khususnya Pasal 12, yang secara tegas melarang Komite Sekolah melakukan pungutan kepada peserta didik maupun orang tua/wali.

Larangan tersebut, kata Wahyu, juga diperkuat oleh Permendikbud Nomor 44 Tahun 2012 Pasal 1, yang menyebutkan bahwa sumbangan pendidikan harus bersifat sukarela, tidak memaksa, tidak mengikat, serta tidak ditentukan jumlah dan jangka waktunya.

“Dalam kedua regulasi itu sangat jelas disebutkan bahwa komite sekolah dilarang memungut dana dari siswa atau orang tua. Sumbangan harus sukarela, bukan dipaksakan dengan dalih apa pun, termasuk untuk pengambilan nomor ujian,” tegasnya.

Baca Juga:  Wali Kota Bandar Lampung, Hj. Eva Dwiana Menghadiri Acara Penyerahan Bantuan Wirausaha Kepada Penyandang Disabilitas Tunanetra

GPN Lampung juga mempertanyakan legalitas pungutan tersebut, mengingat pengambilan nomor ujian seharusnya menjadi bagian dari layanan pendidikan yang telah dibiayai oleh negara melalui Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) maupun anggaran pendidikan lainnya.

“Jika memang untuk pengambilan nomor ujian, seharusnya itu sudah termasuk dalam pembiayaan operasional sekolah. Mengapa masih harus dipungut dari orang tua siswa? Ini yang perlu dijelaskan secara terbuka dan transparan,” tambah Wahyu.

Atas temuan tersebut, GPN Lampung mendesak Dinas Pendidikan Kota Bandarlampung dan Inspektorat Daerah untuk segera melakukan audit menyeluruh terkait dugaan pungutan liar di SMPN 44 Kota Bandar Lampung.

Baca Juga:  DPD For-WIN Waykanan Resmi Terdaftar di Kesbangpol

“Kami meminta Disdik dan Inspektorat turun langsung mengaudit dugaan pungli ini. Jika terbukti, harus ada sanksi tegas terhadap pihak-pihak yang terlibat. Dana yang telah dipungut juga wajib dikembalikan kepada orang tua siswa,” tandasnya.

Sementara itu, Wartawan Akarpost telah berupaya meminta konfirmasi kepada pihak SMPN 44 Kota Bandar Lampung yakni saudara Kartika selaku anggota komite terkait dugaan pungutan tersebut. Namun hingga berita ini diturunkan, Kartika tidak memberikan tanggapan apa-apa dan terkesan menyengaja untuk bungkam.

Hal serupa juga terjadi pada tingkat pemerintah daerah. Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandar Lampung belum memberikan pernyataan resmi terkait temuan yang disampaikan oleh GPN Lampung tersebut.

Berita Terkait

LSM Amunsi Lampung Soroti Anggaran BPN Kabupaten Tanggamus Tahun 2025, Temukan Alokasi Dana Rp7,67 Miliar     
Penyusunan Juknis SPMB 2026/2027 untuk Pemerataan Akses Pendidikan
BPMP Lampung Sampaikan Ucapan Idul Fitri, Ajak Perkuat Silaturahmi dan Saling Memaafkan
Pemprov Lampung Targetkan Peningkatan Peringkat Nasional LPPD Tahun 2025
LSM Trinusa Soroti Dugaan Suap Pejabat Bekasi, Nilai Proyek Capai Rp107 Miliar
LSM RUBIK dan GEMBOK Akan Gelar Aksi Lanjutan di Kejati Lampung
Rapimnas SMSI 2026 Bahas Penguatan Media Siber dan Kedaulatan Digital
Sekdaprov Marindo Kurniawan Pimpin Rakor Lintas Sektor bersama Wali Kota

Berita Terkait

Selasa, 10 Maret 2026 - 16:59 WIB

LSM Amunsi Lampung Soroti Anggaran BPN Kabupaten Tanggamus Tahun 2025, Temukan Alokasi Dana Rp7,67 Miliar     

Selasa, 10 Maret 2026 - 15:47 WIB

Penyusunan Juknis SPMB 2026/2027 untuk Pemerataan Akses Pendidikan

Selasa, 10 Maret 2026 - 14:37 WIB

BPMP Lampung Sampaikan Ucapan Idul Fitri, Ajak Perkuat Silaturahmi dan Saling Memaafkan

Selasa, 10 Maret 2026 - 14:08 WIB

Pemprov Lampung Targetkan Peningkatan Peringkat Nasional LPPD Tahun 2025

Selasa, 10 Maret 2026 - 09:20 WIB

LSM Trinusa Soroti Dugaan Suap Pejabat Bekasi, Nilai Proyek Capai Rp107 Miliar

Senin, 9 Maret 2026 - 17:14 WIB

Rapimnas SMSI 2026 Bahas Penguatan Media Siber dan Kedaulatan Digital

Senin, 9 Maret 2026 - 17:05 WIB

Sekdaprov Marindo Kurniawan Pimpin Rakor Lintas Sektor bersama Wali Kota

Senin, 9 Maret 2026 - 16:42 WIB

Proyek Rehab SMPN 1 Pardasuka Pringsewu Rp450 Juta Diduga Terbengkalai

Berita Terbaru

Bandar Lampung

Penyusunan Juknis SPMB 2026/2027 untuk Pemerataan Akses Pendidikan

Selasa, 10 Mar 2026 - 15:47 WIB

error: Content is protected !!
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x