Dari pada Janji Palsu, Warga Pesawaran Pilih Mengubur Jalan Poros 

Sabtu, 25 Oktober 2025 - 18:37 WIB

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

AKARPOST.COM Frustasi adalah kata yang terlalu halus. Aksi yang dilakukan puluhan warga Desa Kuta Dalom, Way Lima, Pesawaran, ini adalah letusan kemarahan yang disajikan dengan bumbu satire pedas. Alih-alih menunggu perbaikan, mereka justru menimbun jalan poros yang rusak parah menuju Kantor Camat Way Lima dan SMA 1 Way Lima dengan tanah.

Gotong royong yang satu ini bukan untuk membangun, melainkan bentuk protes final setelah jeritan mereka bertahun-tahun dibiarkan menggema di ruang kosong kekuasaan.

Aksi unik yang langsung viral di TikTok ini seperti adegan film. Dengan membawa cangkul, pacul, dan ember, warga dari Kuta Dalom dan Padang Rincang beramai-ramai “mengubur” jalan yang sudah lebih mirik kubangan dan ladang lubang. Suasana bukan lagi kesedihan, melainkan kemarahan yang meluap.

“Bupatimu mana?! Bupatimu mana?! Suruh bupatimu bangun, ya!” teriak seorang warga sambil mengacungkan batu ke tanah timbunan. Teriakan itu adalah suara hati ribuan orang yang merasa dikhianati oleh pemimpinnya sendiri.

Sindiran tajam lainnya terlontar dengan nada geram, “Jalannya jelek, Buk, makanya ditimbun! Sudah becek semua, sudah bisa dipelihara ikan lele.” Lelucon pahit ini menggambarkan betapa absurdnya kondisi jalan yang seharusnya menjadi akses vital menuju pusat pemerintahan dan pendidikan.

Fakta di lapangan sungguh mengenaskan. Jalan poros ini adalah urat nadi warga, namun lebih menyerupai medan perang yang membahayakan keselamatan dan mengisolasi masyarakat. Aksi penimbunan ini adalah puncak gunung es kekecewaan. Mereka sudah tak punya cara lain untuk membuat pemerintah membuka mata dan telinga.

Ditengah kemarahan warga, respons dari birokrasi terasa seperti rekaman lama yang diputar ulang. Camat Way Lima, Al Ihsan Iskapi, SE., MM., melalui pesan WhatsApp kepada media, mengaku telah menyampaikan hal ini ke Bupati Pesawaran, Nanda Indira, dan anggota DPRD.

“Iya memang sudah kusampaikan… insya Allah jadi atensi, semoga bisa diprioritaskan tahun depan,” ujarnya.

Janji “tahun depan” ini tentu saja terdengar hampa di telinga warga yang hari ini harus mempertaruhkan nyawa dan kendaraannya untuk sekadar melewati jalan itu. Kata “semoga” dan “insya Allah” adalah kosakata yang terlalu lemah untuk mengobati luka akibat pengabaian yang berlarut-larut.

Aksi gotong royong “penguburan jalan” ini adalah tamparan keras bagi Pemerintah Kabupaten Pesawaran. Ini bukan lagi sekedar unggahan viral, melainkan cermin dari krisis kepercayaan yang sudah berada di titik nadir.

Publik kini menunggu tindakan nyata, bukan lagi janji. Bupati Pesawaran, Bupati Nanda Indira, beserta jajarannya di DPRD, ditantang untuk segera turun ke lokasi. Mereka tidak hanya dituntut untuk membongkar timbunan tanah sabes dan menggantinya dengan aspal yang layak, tetapi juga membongkar timbunan masalah dan mengisi lubang-lubang kepercayaan yang telah mereka gali sendiri.

Warga sudah menunjukkan aksi. Kini, giliran sang penguasa membuktikan bahwa mereka masih layak disebut “pelayan masyarakat. (red)

Berita Terkait

Pimpinan TRINUSA Ajak Kader Perkuat Silaturahmi dan Semangat Perjuangan
Pemerintah Pangkas Anggaran K/L 2026, Program MBG dan Koperasi Desa Merah Putih Dipastikan Aman
Gubernur Lampung Apresiasi Program Prabowo Rp839 Miliar untuk Konservasi Way Kambas
Dugaan Pemerasan RSUDAM, Saksi Sebut Terdakwa Tak Pernah Minta Uang
Musrenbang Pesawaran 2026, Pemprov Lampung Alokasikan Anggaran Infrastruktur hingga Puluhan Miliar
GPN Lampung Soroti Kenaikan LHKPN Kadis PSDA Budhi Darmawan Capai 37,15 Persen
Pemkab Pringsewu Mulai Cairkan THR ASN dan PPPK 2026, Total Anggaran Rp29,2 Miliar
Kejari Pringsewu dan BPKAD Teken MoU Perdata dan Tata Usaha Negara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Jumat, 20 Maret 2026 - 20:04 WIB

Pimpinan TRINUSA Ajak Kader Perkuat Silaturahmi dan Semangat Perjuangan

Jumat, 20 Maret 2026 - 04:41 WIB

Pemerintah Pangkas Anggaran K/L 2026, Program MBG dan Koperasi Desa Merah Putih Dipastikan Aman

Sabtu, 14 Maret 2026 - 16:00 WIB

Gubernur Lampung Apresiasi Program Prabowo Rp839 Miliar untuk Konservasi Way Kambas

Sabtu, 14 Maret 2026 - 11:03 WIB

Musrenbang Pesawaran 2026, Pemprov Lampung Alokasikan Anggaran Infrastruktur hingga Puluhan Miliar

Jumat, 13 Maret 2026 - 17:53 WIB

GPN Lampung Soroti Kenaikan LHKPN Kadis PSDA Budhi Darmawan Capai 37,15 Persen

Jumat, 13 Maret 2026 - 15:45 WIB

Pemkab Pringsewu Mulai Cairkan THR ASN dan PPPK 2026, Total Anggaran Rp29,2 Miliar

Jumat, 13 Maret 2026 - 15:18 WIB

Kejari Pringsewu dan BPKAD Teken MoU Perdata dan Tata Usaha Negara

Jumat, 13 Maret 2026 - 07:56 WIB

Gubernur Lampung Buka Musrenbang RKPD Pringsewu 2027

Berita Terbaru

Lampung

Pungutan Uang Komite Tiap Bulan SDN 1 Fajarisuk

Senin, 16 Mar 2026 - 19:26 WIB

Exit mobile version