Gubernur Lampung Ajak Kader PMII Jaga Kebangsaan dan Dukung Penguatan Ekonomi Desa

Senin, 29 Desember 2025 - 08:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDAR LAMPUNG — Pemerintah Provinsi Lampung menekankan pentingnya peran mahasiswa dan santri dalam menjaga pilar kebangsaan melalui penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pesan tersebut disampaikan Gubernur Lampung yang diwakili Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kominfotik) Provinsi Lampung, Ganjar Jationo, Minggu (28/12/2025).

Hal tersebut disampaikan Ganjar Jationo saat menjadi keynote speaker dalam Istighosah untuk Keselamatan Bangsa yang digelar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Lampung di Pondok Pesantren Madarijul ‘Ulum, Teluk Betung Barat, Bandar Lampung. Kegiatan tersebut diikuti pengasuh pesantren, tokoh NU, serta alumni dan kader PMII.

Dalam sambutannya, Ganjar menegaskan mahasiswa merupakan inti kekuatan pemuda yang memiliki tanggung jawab sejarah bagi masa depan bangsa. Ia mengingatkan bahwa kemerdekaan Indonesia lahir dari tradisi intelektual dan keberanian kaum pergerakan.

Baca Juga:  Lampung Borong Tiga Penghargaan Nasional Anugerah Adinata Syariah 2026

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Mahasiswa adalah kekuatan strategis. Bangsa ini merdeka karena kekuatan ilmu dan gagasan. Tradisi keilmuan itu harus terus dijaga,” ujar Ganjar di hadapan Pengasuh Ponpes Madarijul ‘Ulum, Dr KH Ihya Ulumuddin dan para peserta.

Menurut Ganjar, tradisi keilmuan yang tumbuh di lingkungan Nahdlatul Ulama, termasuk melalui PMII, menjadi modal penting dalam menjaga keutuhan bangsa. Spirit keagamaan keluarga santri dinilai mampu memperkuat karakter generasi muda di tengah tantangan global.

“Tradisi keilmuan di NU wajib dijaga. Modal motivasi dan spirit keagamaan keluarga santri adalah kekuatan besar untuk masa depan Indonesia dan Lampung,” katanya.

Pada kesempatan itu, Ganjar juga memaparkan arah kebijakan strategis Pemerintah Provinsi Lampung di sektor pembangunan ekonomi, khususnya pertanian. Pemprov Lampung, menurutnya, mendorong kebijakan hilirisasi agar nilai tambah komoditas pertanian dinikmati petani dan masyarakat lokal.

Baca Juga:  Sekretariat DPRD Lampung, Dukung Program Asri & Instruksi Gubernur

Ia mencontohkan kebijakan Gubernur Lampung yang mendorong agar gabah dan singkong tidak keluar dari daerah dalam bentuk bahan mentah. Penetapan harga gabah Rp 6.500 per kilogram oleh Presiden dinilai sudah menguntungkan petani, namun Gubernur Lampung memperkuatnya melalui intervensi kebijakan daerah berupa penyediaan bed dryer untuk meningkatkan kualitas gabah pascapanen.

Dengan dukungan fasilitas tersebut, harga gabah di tingkat petani dapat meningkat hingga Rp 7.000 per kilogram, yang berpotensi mendorong kenaikan pendapatan petani hingga sebesar 30 persen.

“Pak Gubernur ingin nilai tambah komoditas tetap berputar di Lampung. Hilirisasi adalah kunci agar ekonomi daerah semakin kuat dan petani semakin sejahtera,” ucap Ganjar.

Baca Juga:  DPRD Lampung Dukung Program MBG – Pupuk Organik Cair

Ganjar menambahkan, sektor pertanian menjadi tulang punggung perekonomian Lampung karena menyangkut hajat hidup sekitar 1,2 juta petani. Dengan sekitar 70 persen penduduk Lampung tinggal di wilayah pedesaan, kebijakan yang fokus pada penguatan ekonomi keluarga dan desa dinilai tepat sasaran.

Menutup sambutannya, Ganjar menyoroti tantangan digitalisasi yang dihadapi generasi muda. Ia mengingatkan santri dan mahasiswa untuk memiliki literasi digital yang kuat guna menangkal dampak negatif teknologi, seperti penipuan daring, judi online, dan pinjaman online ilegal.

“Teknologi itu alat, seperti pisau. Sangat bergantung pada akhlak penggunanya. Saya berharap kader PMII dan keluarga besar NU mampu menjadikan ruang digital sebagai sarana dakwah yang positif dan mencerdaskan,” pungkas Ganjar (red)

Berita Terkait

APBD Harus Berdampak Nyata bagi Kesejahteraan Masyarakat
Ketua SMSI Lampung Ingatkan Wartawan Junjung Tinggi Kode Etik Jurnalistik
Marindo Kurniawan Lantik Tiga Pejabat Pemprov Lampung
Suara Rakyat Menggema di Kejati Lampung
Kepala Bappeda Lampung Selatan Beri Jawaban Normatif
Belanja Tak Terduga BPBD Kota Bandar Lampung Disorot 
Destra Yudha Soroti Temuan BPK di Diskominfo Bandar Lampung
Disdikbud Lampung Tindak Lanjuti Temuan BPK soal Dana BOSP

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 16:07 WIB

APBD Harus Berdampak Nyata bagi Kesejahteraan Masyarakat

Senin, 20 Juli 2026 - 15:59 WIB

Ketua SMSI Lampung Ingatkan Wartawan Junjung Tinggi Kode Etik Jurnalistik

Senin, 20 Juli 2026 - 12:44 WIB

Marindo Kurniawan Lantik Tiga Pejabat Pemprov Lampung

Senin, 20 Juli 2026 - 11:50 WIB

Suara Rakyat Menggema di Kejati Lampung

Senin, 20 Juli 2026 - 09:05 WIB

Kepala Bappeda Lampung Selatan Beri Jawaban Normatif

Minggu, 19 Juli 2026 - 21:46 WIB

Destra Yudha Soroti Temuan BPK di Diskominfo Bandar Lampung

Sabtu, 18 Juli 2026 - 20:19 WIB

Disdikbud Lampung Tindak Lanjuti Temuan BPK soal Dana BOSP

Sabtu, 18 Juli 2026 - 18:28 WIB

Fatihunnajah Dinilai Hindari Substansi Konfirmasi

Berita Terbaru

Berita

APBD Harus Berdampak Nyata bagi Kesejahteraan Masyarakat

Senin, 20 Jul 2026 - 16:07 WIB

Berita

Marindo Kurniawan Lantik Tiga Pejabat Pemprov Lampung

Senin, 20 Jul 2026 - 12:44 WIB

Berita

Suara Rakyat Menggema di Kejati Lampung

Senin, 20 Jul 2026 - 11:50 WIB

Berita

Kepala Bappeda Lampung Selatan Beri Jawaban Normatif

Senin, 20 Jul 2026 - 09:05 WIB

error: Content is protected !!
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x