Kebebasan Pers dan Integritas Jurnalis

Jumat, 12 September 2025 - 21:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Junaidi Ismail, SH | Wartawan Utama Dewan Pers

KEBEBASAN pers di Indonesia sudah memiliki payung hukum yang kuat. Konstitusi kita, UUD 1945 Pasal 28F, menjamin hak setiap orang untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi. Jaminan itu diperkuat melalui Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Kehadiran regulasi ini menunjukkan betapa pentingnya pers dalam menjaga demokrasi, mendorong transparansi, dan memastikan akuntabilitas dalam setiap sendi kehidupan berbangsa.

Namun, kebebasan pers tidak boleh dimaknai sebatas kebebasan berbicara. Ia adalah amanah yang besar, menyampaikan kebenaran, memperjuangkan keadilan, dan melindungi hak publik atas informasi yang objektif. Karena itu, profesi wartawan tidak cukup hanya bermodal keberanian dan kemampuan menulis. Ia menuntut pengetahuan, keterampilan, kode etik, organisasi profesi, dan yang paling utama adalah integritas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga:  DPRD Lampung Dukung Program MBG – Pupuk Organik Cair

Wartawan sejati adalah mereka yang setia kepada profesinya sekaligus berpihak kepada rakyat. Terutama rakyat kecil yang sering menjadi korban ketidakadilan. Tugas jurnalis bukan sekadar menyusun kata, melainkan menghadirkan suara bagi yang tak terdengar.

Kita harus ingat, jurnalis tidak hidup dengan kata-kata saja, meski terkadang ia harus “memakan” kata-katanya sendiri. Profesi ini keras. Ada tekanan tenggat waktu, ada risiko di lapangan, ada konflik kepentingan yang kerap menggoda. Tetapi justru di situlah letak keindahan jurnalisme, ia adalah senjata perubahan sosial yang cepat, meski sifatnya jangka pendek.

Di tengah derasnya arus informasi dan banjirnya buku, berita, dan judul-judul sensasional, pembaca dituntut untuk semakin bijak. Begitu pula jurnalis, tidak boleh berhenti di permukaan, tidak cukup hanya menjadi pembawa pesan. Seorang jurnalis mesti memahami agenda yang tersembunyi di balik berita, serta mitos-mitos yang kerap membungkus kebenaran.

Baca Juga:  Wagub Jihan Buka Festival Foto “Bersama Lampung Maju” yang Diselenggarakan Ikatan Jurnalis Pemprov Lampung, Dorong OPD Lebih Giat Dokumentasikan Kinerja

Pers sejatinya adalah instrumen pencerahan. Ia berfungsi meningkatkan kualitas manusia sebagai makhluk rasional, moral, dan sosial. Pers bukan hanya tentang headline dan rating, melainkan tentang tanggung jawab mencerdaskan bangsa.

Kebebasan berbicara memang memberi kita hak untuk menyinggung orang lain. Tetapi kebebasan berpikir juga memberi mereka pilihan, mau tersinggung atau justru mengambil pelajaran. Di titik inilah etika dan kebijaksanaan seorang jurnalis diuji.

Seorang jurnalis harus berani bangun lebih pagi daripada orang lain, menulis lebih cepat, dan berpikir lebih kritis. Jika kalimat pertama tidak mampu menarik pembaca, maka kalimat kedua kehilangan makna. Adrenalin jurnalisme nyata, ia tentang berita utama, tenggat waktu, dan garda terdepan informasi.

Baca Juga:  Polresta Sidoarjo Ungkap Kasus OTT Suap Rekrutmen Perangkat Desa

Tetapi di balik semua itu, jurnalis juga manusia. Jangan persulit hidup dengan membenci orang lain, karena usia kita semakin berkurang dan ajal semakin dekat. Lebih baik sibukkan diri dengan memperbaiki kualitas pribadi, tanpa harus merasa paling baik dibanding yang lain.

Karena sebaik-baiknya manusia bukanlah mereka yang tampak hebat di depan publik, melainkan yang mampu menjaga hati, rendah hati dalam sikap, dan bermanfaat bagi sesamanya. Nilai hidup bukan terletak pada pengakuan, tetapi pada ketulusan.

Jurnalisme pun begitu. Nilainya ditentukan seberapa tulus ia memperjuangkan kebenaran dan memberi manfaat bagi masyarakat.

Maka, sudah saatnya kita, para jurnalis berbuat dan berkarya. Susun rencana sekarang juga, mulai secepatnya. Jangan menunggu besok, karena esok belum tentu milik kita.

Berita Terkait

Tambang Pasir di Gunung Sugih Dikeluhkan Warga
DPD APPSI Pringsewu sukses gelar musda pertama
Sekretaris BPBD Kota Bandar Lampung Bungkam Soal Temuan BPK
Sekda Marindo Buka Kejurda Padel Lampung 2026
Jamal: Perbedaan Pandangan Jangan Berujung Serangan Pribadi
Kawasan Industri Pangan Jadi Harapan Baru Lampung
Aspirasi Diabaikan, Gerbang Kejati Lampung Digembok Mahasiswa
Akun Palsu Catut Nama Sekda Lampung
5 1 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 14:46 WIB

Tambang Pasir di Gunung Sugih Dikeluhkan Warga

Minggu, 26 Juli 2026 - 20:54 WIB

DPD APPSI Pringsewu sukses gelar musda pertama

Minggu, 26 Juli 2026 - 18:55 WIB

Sekretaris BPBD Kota Bandar Lampung Bungkam Soal Temuan BPK

Sabtu, 25 Juli 2026 - 21:31 WIB

Sekda Marindo Buka Kejurda Padel Lampung 2026

Sabtu, 25 Juli 2026 - 18:34 WIB

Jamal: Perbedaan Pandangan Jangan Berujung Serangan Pribadi

Kamis, 23 Juli 2026 - 16:37 WIB

Aspirasi Diabaikan, Gerbang Kejati Lampung Digembok Mahasiswa

Rabu, 22 Juli 2026 - 22:38 WIB

Akun Palsu Catut Nama Sekda Lampung

Rabu, 22 Juli 2026 - 18:11 WIB

AMPL Desak Penuntasan Kasus Febrie Adriansyah

Berita Terbaru

Berita

Tambang Pasir di Gunung Sugih Dikeluhkan Warga

Senin, 27 Jul 2026 - 14:46 WIB

Berita

DPD APPSI Pringsewu sukses gelar musda pertama

Minggu, 26 Jul 2026 - 20:54 WIB

Berita

Sekretaris BPBD Kota Bandar Lampung Bungkam Soal Temuan BPK

Minggu, 26 Jul 2026 - 18:55 WIB

Berita

Sekda Marindo Buka Kejurda Padel Lampung 2026

Sabtu, 25 Jul 2026 - 21:31 WIB

error: Content is protected !!
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x