Kisah Pilu Amel Sabila, 17 Tahun Berjuang Melawan Disabilitas dan Keterbatasan

Jumat, 30 Januari 2026 - 17:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lampung Utara – Di usia yang seharusnya dipenuhi tawa dan keceriaan, seorang remaja perempuan di Lampung Utara justru harus menjalani hari-hari dalam sunyi dan rasa sakit. Amel Sabila, 17 tahun, kini hanya bisa terbaring lemah di RSUD HM Ryacudu Kotabumi. Kondisi ekonomi keluarga yang terbatas membuat perjuangan hidup Amel semakin berat. Berikut laporan selengkapnya.

Beginilah kondisi Amel Sabila, remaja 17 tahun asal Kelurahan Rejosari, Kecamatan Kotabumi, Lampung Utara. Sejak Kamis, 29 Januari 2026, Amel harus menjalani perawatan intensif di RSUD HM Ryacudu Kotabumi.

Di atas ranjang rumah sakit, Amel hanya bisa terbaring lemah. Ia tak lagi mampu berjalan, apalagi bermain seperti anak seusianya. Hari-harinya kini diisi dengan tidur dan menahan rasa sakit.

Baca Juga:  LBH Al Bantani Minta Kejari Lampung Selatan Segera Eksekusi Anggota DPRD Pengguna Ijazah Palsu

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sang ibu, Danila Wati, setia mendampingi. Dengan mata berkaca-kaca, ia menceritakan bahwa Amel telah menderita kelainan sejak kecil. Bahkan, putrinya kerap menyakiti diri sendiri, menggigit tangan hingga membenturkan kepala ke dinding saat kondisinya tidak stabil.

“Dia sering membenturkan kepala ke semen, kadang gigit tangannya sendiri. Kalau sudah begitu saya cuma bisa peluk dan berdoa, supaya anak saya cepat sembuh,” Ucap Danila wati.

Amel merupakan anak ketiga dari empat bersaudara pasangan Danila Wati dan Ibrahim Hasan. Penyakit ini mulai terdeteksi sejak usia dini. Amel baru bisa berjalan saat berusia tujuh tahun. Namun setelah mengalami kejang-kejang, dokter menyatakan Amel mengidap disabilitas sindrom yang membuatnya sulit untuk bergerak normal.

Baca Juga:  Diduga Abaikan Temuan Penyimpangan Anggaran Rp 1,3 Miliar, Ombak Bungkam hingga 2025?

Kondisi ekonomi keluarga pun jauh dari kata cukup. Sang ayah, Ibrahim Hasan, hanya bekerja serabutan dengan penghasilan tak menentu. Ia kerap dihadapkan pada pilihan sulit antara mencari nafkah atau menemani anaknya yang tengah berjuang melawan sakit.

Perhatian datang dari pihak Kelurahan Rejosari bersama Puskesmas Kotabumi Satu. Setelah menerima laporan bahwa Amel sudah hampir satu bulan sulit makan, petugas langsung turun ke lokasi dan mendapati kondisi Amel sangat memprihatinkan.

Di tangan kiri Amel terlihat bekas luka gigitan, sementara perilaku membenturkan kepala kerap terjadi saat emosinya tidak stabil.

Baca Juga:  Dugaan Pemerasan RSUDAM, Saksi Sebut Terdakwa Tak Pernah Minta Uang

“Awalnya ibu Amel bilang anaknya sudah hampir sebulan susah makan. Setelah dicek dokter, harus segera dirujuk supaya dapat penanganan lebih layak. Hari Rabu kami dampingi langsung ke RSUD Ryacudu,” kata Alhiria.

Meski kini telah dirawat, keluarga masih dihantui kekhawatiran akan biaya pengobatan lanjutan yang belum mampu mereka tanggung.

Dengan suara bergetar, kedua orang tua Amel hanya bisa berharap pada uluran tangan para dermawan.

Bagi keluarga ini, setiap bantuan bukan sekadar rupiah, melainkan harapan harapan agar Amel Sabila bisa bertahan, sembuh, dan suatu hari kembali merasakan masa remaja yang hampir hilang.

Berita Terkait

Dugaan Mark-Up dan Rekayasa Pengadaan Cendera Mata di Setda Bandar Lampung
Dugaan Penyimpangan Dana BTT Rp21,5 Miliar di BPBD Kota Bandar Lampung
Sekdaprov Lampung Dukung Penuh Percepatan Koperasi Desa Merah Putih
Gubernur Mirza Kembangkan Strategi Besar Ekonomi Berbasis Pariwisata
RAKERDA Gerakan Pramuka Lampung Tahun 2026
Gunakan Banyak Barcode, Mafia Solar Subsidi di Bandar Lampung Dibongkar Polisi
GPN Provinsi Lampung Soroti Tertutupnya RDP DPRD Pesawaran
MTsN 1,2,3 Lampung Utara, Diduga Ada Penyimpangan Anggaran Ratusan Juta
5 1 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 10:55 WIB

Dugaan Mark-Up dan Rekayasa Pengadaan Cendera Mata di Setda Bandar Lampung

Minggu, 17 Mei 2026 - 09:44 WIB

Dugaan Penyimpangan Dana BTT Rp21,5 Miliar di BPBD Kota Bandar Lampung

Sabtu, 16 Mei 2026 - 18:18 WIB

Sekdaprov Lampung Dukung Penuh Percepatan Koperasi Desa Merah Putih

Sabtu, 16 Mei 2026 - 18:12 WIB

Gubernur Mirza Kembangkan Strategi Besar Ekonomi Berbasis Pariwisata

Sabtu, 16 Mei 2026 - 18:08 WIB

RAKERDA Gerakan Pramuka Lampung Tahun 2026

Sabtu, 16 Mei 2026 - 17:22 WIB

GPN Provinsi Lampung Soroti Tertutupnya RDP DPRD Pesawaran

Selasa, 12 Mei 2026 - 11:39 WIB

MTsN 1,2,3 Lampung Utara, Diduga Ada Penyimpangan Anggaran Ratusan Juta

Minggu, 10 Mei 2026 - 21:16 WIB

217 Perusahaan Media SMSI Lampung Sepakat Saling Support Pemberitaan di Rakerda 2026

Berita Terbaru

Bandar Lampung

Dugaan Penyimpangan Dana BTT Rp21,5 Miliar di BPBD Kota Bandar Lampung

Minggu, 17 Mei 2026 - 09:44 WIB

Bandar Lampung

RAKERDA Gerakan Pramuka Lampung Tahun 2026

Sabtu, 16 Mei 2026 - 18:08 WIB

error: Content is protected !!
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x