Masyarakat Adat Dan Putra Daerah Tuntut Keadilan Rekrutmen Di PT GAM

Selasa, 3 Februari 2026 - 17:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUTAI TIMUR – Gelombang solidaritas dan tuntutan keadilan ekonomi menggema di Kecamatan Kaubun. Puluhan warga Desa Bumi Etam, didukung penuh oleh kelompok Masyarakat Kukaur Bersatu, mendatangi langsung kantor manajemen PT Ganda Alam Makmur (GAM) hari ini untuk menyampaikan aspirasi.

Inti tuntutan mereka tegas dan jelas: mengakhiri dominasi tenaga kerja luar daerah dan menuntut prioritas rekrutmen bagi putra daerah serta masyarakat adat setempat.

Di bawah terik matahari, Koordinator aksi, Erwin Santoso, dengan suara lantang menyuarakan kekecewaan mendalam masyarakat yang merasa hanya menjadi “penonton” di atas tanah leluhur mereka sendiri. Ia menegaskan bahwa gemuruh industri pertambangan yang masif di wilayah mereka belum berbanding lurus dengan pemberdayaan ekonomi dan kesempatan kerja bagi warga lokal.

Baca Juga:  Dugaan KKN di Dinas PPPA Lampung Selatan, GASAK Desak Kajati Lakukan Audit

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami meminta agar masyarakat pribumi, masyarakat adat, dan putra daerah Kalimantan jangan hanya jadi penonton di rumah sendiri. Kami melihat masih banyak tenaga kerja didatangkan dari luar, sementara warga lokal memiliki kemampuan dan kemauan untuk bekerja,” tegas Erwin di hadapan perwakilan perusahaan, diiringi sorakan dukungan dari massa aksi.

Aksi damai yang tertib ini memuat tiga poin tuntutan utama yang diserahkan secara resmi kepada pihak PT GAM:

1. Prioritas Rekrutmen Lokal: Mendesak perusahaan untuk memberikan kemudahan akses dan skema prioritas yang jelas dan terukur dalam perekrutan bagi warga lokal dan masyarakat adat.

2. Transparansi Komposisi Tenaga Kerja: Meminta evaluasi menyeluruh serta keterbukaan data publik mengenai proporsi tenaga kerja luar daerah dibandingkan dengan tenaga kerja lokal di semua lini dan level jabatan perusahaan.

Baca Juga:  Pemprov Lampung dan BPKP Sepakati Penguatan Pengawasan Infrastruktur dan Pangan 2026 untuk Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah

3. Pemberdayaan Nyata Masyarakat Adat: Menuntut komitmen yang lebih konkret dan terikat waktu dari manajemen untuk meningkatkan kesejahteraan, pelatihan keterampilan, serta pengakuan eksistensi masyarakat adat di sekitar wilayah operasi.

Erwin menegaskan bahwa aksi ini bukan sekadar unjuk rasa sesaat, melainkan bentuk upaya kolektif untuk memastikan manfaat investasi dan keberlanjutan industri ekstraktif benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang paling dekat dan paling terdampak oleh aktivitas pertambangan.

“Kami berharap manajemen PT GAM membuka diri, berdialog, dan memberikan kemudahan bagi masyarakat lokal untuk berkontribusi. Jangan sampai kami yang berada di barisan terdekat dengan wilayah operasional justru dipersulit dan dikesampingkan,” imbuhnya penuh harap.

Baca Juga:  Oknum ASN di Cukuh Balak Diduga Jual Pupuk Subsidi Melebihi HET

Hingga berita ini diturunkan, perwakilan masyarakat masih menantikan respons formal dan langkah nyata dari PT Ganda Alam Makmur. Tuntutan ini mengingatkan kembali pada tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang substansial dan semangat putra daerah yang sejatinya diamanatkan dalam berbagai peraturan daerah.

Desakan ini juga menyentuh isu sentral pembangunan di kawasan sumber daya alam: bagaimana memastikan kesejahteraan tidak “diekspor” bersama dengan bahan tambang, tetapi justru berakar dan tumbuh subur di tanah tempat ia diambil.

Tunggakan jawaban dan tindakan dari perusahaan akan menjadi penentu apakah gelombang solidaritas di Kaubun hari ini akan berbuah menjadi sinergi baru, atau justru menjadi awal dari tensi yang lebih panjang antara industri dan pemilik sah tanah ulayat.

Berita Terkait

Polres Tabalong Tegaskan RS (23) Tewas Akibat Senjata Tajam
Dua Proyek PSDA Lampung Jadi Sorotan GPN
Diduga Langgar Prosedur Penerbitan SKCK, Polres Lampung Dipersoalkan LSM LAKI
Penemuan Mayat Wajah Dilakban di Bandar Lampung
Kapolsek Katibung Pimpin Langsung Patroli Malam dan Sambangi Warga
Ketum SMSI Pusat Resmikan Monumen Media Siber 
PWI Kabupaten Lamtim Tidak Berhak Memecat Anggota
Kepala BPKAD Pringsewu Wujudkan Lingkungan Kerja Nyaman dan Maksimalkan Kinerja
Tag :
5 1 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkait

Senin, 9 Februari 2026 - 19:51 WIB

Polres Tabalong Tegaskan RS (23) Tewas Akibat Senjata Tajam

Minggu, 8 Februari 2026 - 19:05 WIB

Dua Proyek PSDA Lampung Jadi Sorotan GPN

Minggu, 8 Februari 2026 - 15:41 WIB

Diduga Langgar Prosedur Penerbitan SKCK, Polres Lampung Dipersoalkan LSM LAKI

Sabtu, 7 Februari 2026 - 19:14 WIB

Penemuan Mayat Wajah Dilakban di Bandar Lampung

Sabtu, 7 Februari 2026 - 18:39 WIB

Ketum SMSI Pusat Resmikan Monumen Media Siber 

Jumat, 6 Februari 2026 - 23:22 WIB

PWI Kabupaten Lamtim Tidak Berhak Memecat Anggota

Jumat, 6 Februari 2026 - 20:38 WIB

Kepala BPKAD Pringsewu Wujudkan Lingkungan Kerja Nyaman dan Maksimalkan Kinerja

Kamis, 5 Februari 2026 - 23:48 WIB

Pengacara Eggi Sudjana Dilaporkan ke Polres Lampung Utara

Berita Terbaru

Berita

Dua Proyek PSDA Lampung Jadi Sorotan GPN

Minggu, 8 Feb 2026 - 19:05 WIB

Bandar Lampung

Penemuan Mayat Wajah Dilakban di Bandar Lampung

Sabtu, 7 Feb 2026 - 19:14 WIB

error: Content is protected !!
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x