AKARPOST.COM – Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Pringsewu meluncurkan inisiatif strategis dalam rangka optimalisasi pengelolaan Barang Milik Daerah (BMD) dan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), Selasa 16 Desember 2025.
Langkah ini sekaligus bertujuan memastikan pemanfaatan aset daerah dilakukan secara efektif dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Kepala BPKAD Kabupaten Pringsewu, Olpin Putra, S.H., M.H., menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk kreativitas pemerintah daerah dalam mengelola potensi BMD yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal. “Ini sebagai salah satu bentuk kreativitas dalam mengelola BMD yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sehingga aset cenderung tidak menghasilkan, bahkan terkadang membebani. Dengan pemanfaatan aset untuk disewakan atau dikerjasamakan, maka ini akan menghasilkan PAD untuk daerah, di tengah dana transfer dari pusat yang turun,” ujarnya kepada media Akarpost.com
Lebih lanjut, Olpin menjelaskan bahwa optimalisasi aset ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan penerimaan daerah, tetapi juga dilakukan dengan prinsip yang tidak memberatkan masyarakat.
“Langkah ini juga, selain menghasilkan, tidak membebani masyarakat, dan sebagai salah satu terobosan pasca dana transfer ke daerah mengalami penurunan yang cukup signifikan,” tambahnya.
Strategi yang ditempuh meliputi inventarisasi dan identifikasi ulang terhadap aset-aset daerah yang memiliki potensi ekonomi, seperti gedung, tanah, atau fasilitas lainnya yang belum produktif. Aset-aset tersebut kemudian akan dikelola melalui skema sewa atau kerja sama pemanfaatan (KPBU) dengan pihak ketiga, dengan tetap mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan kepatuhan hukum.
Diharapkan, terobosan ini dapat menjadi solusi jangka panjang dalam memperkuat ketahanan fiskal daerah, mengurangi ketergantungan pada transfer pusat, dan sekaligus menjaga serta meningkatkan nilai aset daerah untuk kesejahteraan masyarakat Pringsewu. (red)






