SMSI, LAMPUNG – Sebuah kecelakaan di Jalan Tol Trans Sumatra KM 136 pada Kamis pagi berubah menjadi pengungkapan besar kasus narkoba. Dua anggota TNI, Sertu Eko Wahyudi dan Serda Simanjuntak, yang saat itu sedang memastikan informasi kecelakaan, justru menemukan enam tas berisi bungkusan narkotika jenis inek di bawah jembatan lokasi kejadian.
Peristiwa bermula ketika keduanya menerima informasi dari warga terkait adanya kecelakaan di jalan tol. Meski kondisi masih gelap karena baru sekitar pukul lima pagi, mereka tetap bergerak ke lokasi. Sebagai Babinsa, keduanya selalu menerapkan prinsip senyum, sapa, salam ketika menerima laporan dari masyarakat.
“Kami dengar ada kecelakaan. Karena lokasi di tol, masyarakat biasanya enggan mendekat. Wilayah itu binaan kami, jadi saya langsung cari. Pikiran saya cuma satu: cari korban.” ujar Sertu Eko.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Untuk mencapai lokasi, keduanya harus menaiki jembatan yang menjadi pembatas antara jalan tol dan area persawahan. Kondisi medan gelap, licin, dan curam. Setelah tiba di area tol, mereka melihat kendaraan yang mengalami kerusakan parah. Namun, tidak ada sopir maupun penumpang.
“Kami lihat mobilnya. Tidak ada darah, tidak ada bekas orang terluka, tidak ada dompet, tidak ada identitas. Makanya kami sisir ke bawah. Takutnya korban terjatuh.” kata Sertu Eko.
Pada saat yang sama, seorang warga yang melintas dengan sepeda motor juga berhenti setelah melihat keberadaan tentara di lokasi. Warga tersebut semula mengira ada korban kecelakaan yang perlu ditolong, namun setelah berbincang, akhirnya ikut membantu melakukan pengecekan.
Karena tidak juga menemukan korban di sekitar kendaraan, Sertu Eko dan Serda Simanjuntak turun ke area bawah jembatan. Di sanalah mereka melihat beberapa tas tergeletak dalam kondisi tidak wajar.
“Tas-tas itu terlihat seperti terlempar. Ada yang sudah terbuka. Tapi pikiran kami tetap positif: mungkin ini tas korban. Kami cari identitas.” ujar Serda Simanjuntak.
Sertu Eko turun lebih dulu untuk mengecek karena posisinya sebagai senior. Meski medan cukup curam, ia memutuskan untuk memastikan isi tas tersebut. Sebagian tas sudah terbuka, memperlihatkan bungkusan-bungkusan plastik wrap rapi, namun belum jelas isinya.
“Kami nggak ada pikiran buruk. Hanya ingin pastikan apakah ini identitas korban. Baru setelah lihat bungkusan wrap, mulai curiga.” jelasnya.
Sebagai Babinsa, Sertu Eko juga memiliki SOP untuk mendokumentasikan setiap kegiatan di wilayah. Ia pun merekam proses pengecekan sebagai laporan kepada komandan.
Setelah salah satu bungkusan dibuka sebagai sampel, keduanya melihat butiran pil berwarna merah yang kemudian diketahui merupakan narkotika jenis ekstasi. Sertu Eko mengaku baru pertama kali melihat bentuk aslinya.
“Selama ini hanya lihat di gambar atau berita. Ini pertama kali lihat langsung. Kaget juga, ternyata sebanyak itu.”
Melihat temuan tersebut, keduanya segera melaporkan ke Komandan Koramil serta memberikan informasi kepada kepolisian. Tak lama, petugas PJR, petugas tol, dan tim Reserse Narkoba tiba di lokasi. Karena kondisi medan sulit, evakuasi dilakukan bersama-sama dengan cara mengangkat tas dari bawah ke atas jembatan.
Setelah semua tas berada di atas, barang bukti tidak langsung dibuka. Tas-tas itu ditumpuk lebih dulu menunggu petugas Reserse dan Polda Lampung. Hanya satu bungkusan yang dibuka untuk sampel, sementara bungkusan lainnya dihitung jumlahnya.
Total terdapat enam tas, masing-masing berisi puluhan bungkusan wrap yang diduga kuat adalah ekstasi. Jumlah pastinya kemudian dihitung oleh tim penyidik.
Tak lama kemudian, Dandim bersama beberapa perwira TNI datang ke lokasi untuk melihat langsung kondisi kendaraan dan titik jatuhnya tas. Usai berkoordinasi dengan pihak kepolisian, dilakukan penyerahan barang bukti kepada tim Polda Lampung untuk proses hukum lebih lanjut.
Hingga saat ini, keberadaan pengemudi kendaraan belum diketahui. Tidak ada saksi mata yang melihat kejadian awal kecelakaan, dan tidak ditemukan identitas apa pun di lokasi.
Baik Sertu Eko maupun Serda Simanjuntak menegaskan bahwa wilayah binaan mereka selama ini tidak pernah ditemukan kasus narkoba. Temuan besar ini benar-benar di luar dugaan.
Di akhir pernyataannya, mereka mengimbau generasi muda untuk menjauhi narkoba.
“Jangan pernah coba-coba. Barang itu merusak masa depan. Kami hanya berharap tak ada lagi anak muda yang terjerumus.” (Rls)






