Dikonfirmasi Dugaan Mark Up Dana BOS, Kepala SMAN 3 Metro Kholid Bungkam

Minggu, 21 Juni 2026 - 22:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kota Metro – Ketua Organisasi Kepemudaan (OKP) Gerakan Pemuda Nusantara (GPN) Provinsi Lampung menyoroti sikap Kepala SMA Negeri 3 Kota Metro, Kholid, yang belum memberikan penjelasan terkait dugaan penyimpangan dalam pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Tahun Anggaran 2025, Senin 22 Juni 2026.

Ketua GPN Provinsi Lampung, Adi Chandra Gutama, mengatakan pihaknya telah menghimpun sejumlah data dan informasi lapangan yang mengindikasikan adanya ketidaksesuaian dalam penggunaan anggaran Dana BOS di sekolah tersebut. Dugaan itu disebut mengarah pada praktik mark up anggaran yang berpotensi menimbulkan kerugian negara hingga ratusan juta rupiah.

“Berdasarkan penelusuran dan data yang kami himpun di SMA Negeri 3 Kota Metro, terdapat dugaan penyimpangan pengelolaan Dana BOS Tahun Anggaran 2025. Dugaan tersebut mengarah pada praktik mark up anggaran yang berpotensi merugikan keuangan negara hingga ratusan juta rupiah,” ujar Ketua GPN, Sabtu (13/6/2026).

Baca Juga:  TNI Atasi Konflik Panas di PT San Xiong Steel Indonesia, Buruh Ucapkan Terimakasih 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan data yang dihimpun GPN Provinsi Lampung, SMA Negeri 3 Kota Metro tercatat menerima Dana BOS Tahun Anggaran 2025 untuk 958 siswa dengan total nilai anggaran mencapai Rp1.437.000.000. Dana tersebut dicairkan dalam dua tahap dengan nilai masing-masing sebesar Rp718.500.000.

Sejumlah komponen belanja menjadi sorotan, terutama pada pos sarana dan prasarana. Pada tahap pertama, anggaran sarana dan prasarana tercatat sebesar Rp166.897.500, sedangkan pada tahap kedua sebesar Rp67.492.500. Dengan demikian, total anggaran sarana dan prasarana mencapai Rp234.390.000.

Selain itu, terdapat anggaran rehabilitasi dengan pendekatan konservatif kategori rusak sedang sebesar Rp8 juta serta rehabilitasi kategori rusak berat sebesar Rp22 juta. Menurut GPN Provinsi Lampung, sejumlah pos anggaran tersebut perlu ditelusuri lebih lanjut guna memastikan kesesuaian antara realisasi kegiatan dengan penggunaan anggaran yang telah dicairkan.

Baca Juga:  Wow!!! Anggaran Rp10 Miliar Didominasi Snack dan ATK

Dalam upaya memperoleh konfirmasi, tim media Akarspost.com telah menghubungi Kepala SMA Negeri 3 Kota Metro, Kholid. Namun hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan memilih tidak memberikan jawaban maupun tanggapan atas sejumlah pertanyaan yang disampaikan terkait pengelolaan Dana BOS tersebut.

Sikap bungkam tersebut dinilai semakin penting untuk dijelaskan secara terbuka mengingat Dana BOS merupakan bagian dari keuangan negara yang penggunaannya wajib dilaksanakan secara transparan dan akuntabel.

Atas temuan tersebut, GPN Provinsi Lampung mendesak Kejaksaan Tinggi Lampung untuk segera turun tangan melakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang bertanggung jawab dalam pengelolaan Dana BOS di SMA Negeri 3 Kota Metro.

“Kami berharap Kejaksaan Tinggi Lampung segera memanggil dan memeriksa pihak terkait agar persoalan ini menjadi terang. Pengawasan yang ketat diperlukan untuk memastikan setiap anggaran pendidikan digunakan sesuai peruntukannya,” tegas Adi Chandra.

Baca Juga:  GPN Dukung SPMB PJJ Disdikbud Lampung, Sebut Solusi Akses Pendidikan

Selain meminta aparat penegak hukum melakukan pendalaman, GPN Lampung juga mendesak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung agar melakukan evaluasi terhadap kinerja kepala sekolah serta memperkuat pengawasan penggunaan anggaran pendidikan di seluruh satuan pendidikan.

Menurut Adi Chandra, pengelolaan Dana BOS tidak hanya harus berpedoman pada ketentuan pengelolaan keuangan negara, tetapi juga harus menjunjung prinsip keterbukaan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

Karena itu, setiap dugaan penyimpangan penggunaan Dana BOS perlu ditindaklanjuti melalui mekanisme audit dan pemeriksaan oleh aparat penegak hukum maupun instansi pengawas yang berwenang guna memastikan tidak terjadi kerugian negara.

Hingga berita ini ditulis, pihak SMA Negeri 3 Kota Metro belum menyampaikan klarifikasi resmi terkait sejumlah temuan yang disampaikan GPN Provinsi Lampung.

Berita Terkait

Dugaan Mafia Tanah Ancam Hutan Mangrove Rokan Hilir
Plt. Bupati Lampung Tengah Kunjungi Rumah Literasi Kalirejo Book Party: Budaya Literasi adalah Fondasi Pembangunan Daerah
Ujian Integritas Pemerintah dalam Menjamin Hak Pendidikan Anak
Prof Harris Arthur Hedar Dorong PFII Jadi Penggerak Ekonomi Indonesia
Laskar Lampung Desak Pansus Usut Polemik SMA Siger
Aksi di Kejati Berakhir Memanas
Wagub Jihan Tinjau Calon Siswa Sekolah Rakyat
Ketum ABR Desak Dugaan Kasus yang Menyeret Jampidsus Diusut Transparan
5 1 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted

Berita Terkait

Minggu, 12 Juli 2026 - 18:45 WIB

Dugaan Mafia Tanah Ancam Hutan Mangrove Rokan Hilir

Minggu, 12 Juli 2026 - 03:02 WIB

Fondasi Kemajuan Lampung Ada pada Disiplin Fiskal

Jumat, 10 Juli 2026 - 20:25 WIB

Laskar Lampung Desak Pansus Usut Polemik SMA Siger

Jumat, 10 Juli 2026 - 16:58 WIB

Aksi di Kejati Berakhir Memanas

Jumat, 10 Juli 2026 - 16:52 WIB

Wagub Jihan Tinjau Calon Siswa Sekolah Rakyat

Kamis, 9 Juli 2026 - 16:50 WIB

Ketum ABR Desak Dugaan Kasus yang Menyeret Jampidsus Diusut Transparan

Rabu, 8 Juli 2026 - 20:56 WIB

Lampung Pacu Jalan BNS, Rp45 Miliar untuk Sentra Pangan

Rabu, 8 Juli 2026 - 20:44 WIB

Lampung Bangun Ekosistem Investasi Berbasis Hilirisasi

Berita Terbaru

Berita

Dugaan Mafia Tanah Ancam Hutan Mangrove Rokan Hilir

Minggu, 12 Jul 2026 - 18:45 WIB

Home

Fondasi Kemajuan Lampung Ada pada Disiplin Fiskal

Minggu, 12 Jul 2026 - 03:02 WIB

Bandar Lampung

Ujian Integritas Pemerintah dalam Menjamin Hak Pendidikan Anak

Minggu, 12 Jul 2026 - 02:40 WIB

Opini

Daerah Maju Dimulai dari DPRD yang Mendengar Suara Rakyat

Minggu, 12 Jul 2026 - 01:13 WIB

error: Content is protected !!
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x