Komitmen Tingkatkan Produktivitas Tenaga Kerja, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal Raih Penghargaan Pembina Produktivitas 2025

Senin, 8 Desember 2025 - 16:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta —– Gubernur Rahmat Mirzani Djausal kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan meraih Penghargaan Pembina Produktivitas. Penghargaan bergengsi tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) RI, Prof. Yassierli, dalam ajang Naker Inspirational Leadership Award 2025 yang digelar di Grand Ballroom Dana Rote, Balai Kartini, Jakarta Selatan, Senin (8/12/2025) malam.

​Penghargaan ini dianugerahkan sebagai bentuk apresiasi Pemerintah Pusat atas komitmen dan dukungan kuat Gubernur Rahmat Mirzani Djausal dalam mendorong peningkatan produktivitas tenaga kerja di daerah.

Gubernur Lampung dinilai berhasil melaksanakan program pembinaan Sistem Manajemen Peningkatan Produktivitas dengan capaian sedikitnya 0,05% dari total perusahaan yang beroperasi di Provinsi Lampung.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Dalam kesempatan yang sama, Provinsi Lampung juga mencatatkan sejarah baru. Untuk pertama kalinya, tiga perusahaan asal Lampung berhasil meraih penghargaan Paramakarya Tahun 2025 secara bersamaan. Ketiga perusahaan tersebut adalah PT. Alu Cinta Padamu, PT. Bumi Menara Internusa, dan PT. Natura Perisa Aroma.

Baca Juga:  Berlomba "Cuci Tangan" di TNTN

Penghargaan Paramakarya ini diberikan berdasarkan penilaian produktivitas yang mencakup inovasi, manajemen mutu, keberlanjutan, serta kontribusi ekonomi.

​Dalam sambutannya, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menekankan pentingnya penghargaan ini sebagai momentum untuk bersiap menghadapi tantangan yang lebih kompleks di masa depan. Ia mengingatkan bahwa Indonesia akan menghadapi situasi ketenagakerjaan yang lebih berat pada tahun 2026.

​”Kita berada di akhir tahun 2025. Kita punya PR tahun 2026 yang jauh lebih berat. Produktivitas, inovasi, dan daya saing tenaga kerja kita menjadi isu utama yang akan kami jadikan fokus dalam program-program strategi Kementerian Ketenagakerjaan,” ujar Yassierli.

Baca Juga:  KKN STIT Pringsewu Siap Berkontribusi Nyata Untuk Pekon Fajarmulia

​Menaker memaparkan bahwa produktivitas bukan sekadar angka, melainkan menyangkut cara pikir, praktik kerja, budaya, hingga sistem manajemen. Menurutnya, produktivitas berkaitan dengan kemampuan pekerja memberikan nilai tambah (value) bagi perusahaan melalui pemanfaatan teknologi dan budaya kerja terbaik.

​”Kami akan terus menjadikan produktivitas, inovasi, dan daya saing sebagai tiga kata kunci yang saling terkait dan menjadi concern utama kami,” tegasnya.

​Untuk menjawab tantangan tersebut, Kemnaker menargetkan pelatihan vokasi bagi 100.000 orang per tahun. Menaker Yassierli menegaskan bahwa Balai Latihan Kerja (BLK) dan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas yang tersebar di berbagai provinsi akan menjadi modalitas utama. Ia pun mengajak para kepala daerah untuk memperkuat kolaborasi.

​”Saya yakin dengan kolaborasi bersama para Gubernur atau yang mewakili malam ini, kita bisa memberikan pelatihan vokasi seoptimal mungkin sebagai sarana skilling, upskilling, dan reskilling mereka. Sehingga tenaga kerja kita tetap relevan dan memberi kontribusi terbaik di tempat kerja,” jelas Yassierli.

Baca Juga:  Kakanwil DJP Bengkulu-Lampung Audiensi dengan Gubernur Lampung

​Menaker selanjutnya mengungkapkan bahwa pemerintah akan terus melakukan pembaruan kurikulum dan peningkatan kapasitas instruktur. Langkah strategis ini juga didukung dengan pembangunan jejaring bersama industri, perguruan tinggi, serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) guna mewujudkan pelatihan vokasi yang efektif, termasuk melalui program magang nasional.

​Sementara itu, Sekjen Kementerian Ketenagakerjaan Cris Kuntadi menambahkan bahwa Naker Inspirational Leadership Award 2025 bertujuan tidak hanya memberikan apresiasi, tetapi juga mendorong peningkatan kualitas layanan ketenagakerjaan, memperkuat kepatuhan regulasi, serta memacu inovasi di daerah dan dunia usaha. (red)

Berita Terkait

Sekda Marindo Buka Kejurda Padel Lampung 2026
Jamal: Perbedaan Pandangan Jangan Berujung Serangan Pribadi
Kawasan Industri Pangan Jadi Harapan Baru Lampung
Aspirasi Diabaikan, Gerbang Kejati Lampung Digembok Mahasiswa
Akun Palsu Catut Nama Sekda Lampung
AMPL Desak Penuntasan Kasus Febrie Adriansyah
Oknum Pegawai BKPSDM Tanggamus Diduga Tipu PNS Janjikan Jabatan Kepsek
Literasi Keuangan Jadi Kunci Hadapi Era Digital

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 21:31 WIB

Sekda Marindo Buka Kejurda Padel Lampung 2026

Sabtu, 25 Juli 2026 - 18:34 WIB

Jamal: Perbedaan Pandangan Jangan Berujung Serangan Pribadi

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:33 WIB

Kawasan Industri Pangan Jadi Harapan Baru Lampung

Kamis, 23 Juli 2026 - 16:37 WIB

Aspirasi Diabaikan, Gerbang Kejati Lampung Digembok Mahasiswa

Rabu, 22 Juli 2026 - 22:38 WIB

Akun Palsu Catut Nama Sekda Lampung

Rabu, 22 Juli 2026 - 12:26 WIB

Oknum Pegawai BKPSDM Tanggamus Diduga Tipu PNS Janjikan Jabatan Kepsek

Selasa, 21 Juli 2026 - 23:03 WIB

Literasi Keuangan Jadi Kunci Hadapi Era Digital

Selasa, 21 Juli 2026 - 16:57 WIB

Sikap Firdaus BPBD Lampung Dinilai “Bak Sudah Kebal Hukum

Berita Terbaru

Berita

Sekda Marindo Buka Kejurda Padel Lampung 2026

Sabtu, 25 Jul 2026 - 21:31 WIB

Berita

Kawasan Industri Pangan Jadi Harapan Baru Lampung

Jumat, 24 Jul 2026 - 15:33 WIB

Bandar Lampung

Aspirasi Diabaikan, Gerbang Kejati Lampung Digembok Mahasiswa

Kamis, 23 Jul 2026 - 16:37 WIB

Berita

Akun Palsu Catut Nama Sekda Lampung

Rabu, 22 Jul 2026 - 22:38 WIB

error: Content is protected !!
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x