PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Lampung menyatakan dukungan penuh terhadap rencana penyelenggaraan Lampung Financial Festival 2026, sebuah agenda literasi dan inklusi keuangan yang digagas melalui kolaborasi Kementerian Keuangan, Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Komitmen tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, saat menerima audiensi jajaran LPS di Ruang Kerja Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Senin (21/7/2026).
Pertemuan tersebut membahas persiapan penyelenggaraan Lampung Financial Festival 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada awal September 2026 di Provinsi Lampung. Festival ini dirancang sebagai wadah edukasi publik guna meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat, dengan sasaran utama generasi muda, mulai dari pelajar tingkat SMA hingga mahasiswa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diharapkan memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai pengelolaan keuangan pribadi, sistem perbankan, industri asuransi, hingga berbagai risiko yang berkembang di era digital. Materi edukasi juga akan mencakup bahaya pinjaman online ilegal, investasi bodong, serta pemahaman mengenai aset digital seperti Bitcoin dan kripto agar masyarakat lebih bijak dalam mengambil keputusan finansial.
Selain mendorong peningkatan literasi keuangan, festival ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem ekonomi daerah melalui sinergi berbagai pemangku kepentingan, baik pemerintah, regulator, lembaga keuangan, maupun pelaku usaha.
Panitia merancang Lampung Financial Festival 2026 dalam konsep yang interaktif dan edukatif. Berbagai agenda akan digelar, mulai dari talk show, seminar kepemimpinan, kelas edukasi keuangan, hingga beragam aktivitas yang melibatkan masyarakat secara langsung. Festival tersebut juga direncanakan menghadirkan ribuan peserta, pameran lembaga jasa keuangan, pelaku UMKM, tokoh nasional, serta hiburan bagi pengunjung.
Menanggapi rencana tersebut, Marindo Kurniawan menilai Lampung memiliki kapasitas dan potensi untuk menjadi tuan rumah kegiatan berskala nasional yang mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat maupun perekonomian daerah.
Menurutnya, peningkatan literasi keuangan menjadi kebutuhan yang semakin mendesak seiring pesatnya perkembangan layanan keuangan berbasis digital. Pemahaman yang memadai dinilai penting agar masyarakat mampu mengelola keuangan secara sehat, mengambil keputusan investasi secara rasional, sekaligus terhindar dari praktik penipuan dan investasi ilegal yang kian beragam.
Marindo juga menegaskan bahwa dukungan Pemerintah Provinsi Lampung terhadap penyelenggaraan Lampung Financial Festival 2026 sejalan dengan arah pembangunan daerah yang menitikberatkan pada penguatan ekonomi kerakyatan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ruang edukasi, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi secara langsung melalui keterlibatan pelaku UMKM lokal dalam pameran dan promosi produk. Dengan demikian, penyelenggaraan festival diharapkan mampu menciptakan efek berganda bagi pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan yang aman, sehat, dan inklusif.







