Lampung Bangun Ekosistem Investasi Berbasis Hilirisasi

Rabu, 8 Juli 2026 - 20:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PEMERINTAH Provinsi Lampung memperkuat diplomasi pembangunan antardaerah melalui penerimaan kunjungan kerja Pemerintah Kabupaten Malang. Pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur Lampung, Rabu (8/7/2026), tidak sekadar menjadi forum silaturahmi pemerintahan, tetapi juga menjadi ruang strategis untuk menyatukan gagasan mengenai pengembangan kawasan industri, peningkatan investasi, hilirisasi komoditas unggulan, hingga pembangunan infrastruktur pendukung yang berorientasi pada pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Kunjungan yang dipimpin langsung Bupati Malang Sanusi beserta jajaran diterima Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela. Kedua belah pihak memanfaatkan momentum tersebut untuk bertukar pengalaman mengenai tata kelola investasi, strategi menarik investor, penyusunan kawasan industri, hingga penciptaan iklim usaha yang kompetitif di tengah persaingan antarwilayah.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menegaskan bahwa kolaborasi antardaerah menjadi salah satu instrumen penting dalam mempercepat pembangunan ekonomi nasional. Menurutnya, setiap daerah memiliki keunggulan komparatif yang dapat saling melengkapi apabila dikelola melalui kerja sama yang terarah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jihan menjelaskan bahwa Lampung memiliki posisi strategis sebagai gerbang utama Pulau Sumatera. Keunggulan geografis tersebut diperkuat dengan ketersediaan infrastruktur konektivitas yang relatif lengkap, mulai dari Jalan Tol Trans Sumatera, Pelabuhan Panjang, Pelabuhan Bakauheni, Bandara Radin Inten II, hingga jaringan perkeretaapian yang menghubungkan berbagai pusat produksi dan distribusi.

Baca Juga:  PEMERINTAH KOTA BANDAR LAMPUNG SUKSESKAN KEDATANGAN DELEGASI APEKSI DARI KOTA BANDUNG

Keunggulan tersebut, menurutnya, menjadi modal utama bagi Lampung dalam menarik investasi sekaligus mempercepat transformasi ekonomi berbasis industri.

Selain dukungan infrastruktur, Pemerintah Provinsi Lampung juga telah menetapkan kawasan peruntukan industri seluas sekitar 22 ribu hektare yang tersebar di sejumlah wilayah. Kebijakan tersebut diarahkan untuk mendorong hilirisasi berbagai komoditas unggulan sehingga daerah tidak lagi bergantung pada penjualan bahan mentah, melainkan mampu menghasilkan produk bernilai tambah tinggi.

“Kami berharap diskusi hari ini tidak berhenti pada pertukaran informasi saja, tetapi juga dapat melahirkan kolaborasi yang konkret dalam pengembangan kawasan industri, peningkatan investasi, serta penguatan hilirisasi komoditas unggulan,” ujar Jihan.

Ia menambahkan bahwa kerja sama antardaerah tidak harus selalu berbentuk investasi langsung, melainkan dapat diwujudkan melalui pertukaran pengetahuan, penguatan kapasitas kelembagaan, hingga pengembangan sektor-sektor potensial seperti pariwisata.

Menurut Jihan, Kabupaten Malang memiliki pengalaman yang patut menjadi referensi dalam pengembangan destinasi wisata berbasis potensi lokal.

“Kami juga ingin belajar dari keberhasilan Kabupaten Malang dalam mengembangkan sektor pariwisata daerah,” katanya.

Sementara itu, Bupati Malang Sanusi menyampaikan apresiasi atas sambutan Pemerintah Provinsi Lampung. Ia menilai Lampung telah menunjukkan perkembangan signifikan dalam membangun fondasi kawasan industri yang didukung oleh infrastruktur logistik dan konektivitas yang memadai.

Menurut Sanusi, keberhasilan tersebut menjadi salah satu alasan utama Kabupaten Malang memilih Lampung sebagai tujuan studi lapangan.

Baca Juga:  Wagub Jihan Buka Festival Foto “Bersama Lampung Maju” yang Diselenggarakan Ikatan Jurnalis Pemprov Lampung, Dorong OPD Lebih Giat Dokumentasikan Kinerja

“Pemerintah Provinsi Lampung menjadi salah satu daerah yang kami pandang berhasil membangun fondasi pengembangan kawasan industri secara komprehensif,” ujarnya.

Sanusi menjelaskan bahwa pihaknya ingin mempelajari strategi pembangunan ekosistem investasi secara menyeluruh. Baginya, keberhasilan investasi tidak hanya ditentukan oleh tersedianya lahan industri, tetapi juga oleh kesiapan tata ruang, utilitas, infrastruktur dasar, akses logistik, hingga kepastian regulasi yang mampu memberikan rasa aman bagi pelaku usaha.

“Fokus utama yang ingin kami pelajari adalah bagaimana membangun ekosistem investasi yang tidak hanya menyediakan lahan, tetapi juga memastikan kesiapan tata ruang, utilitas, konektivitas logistik, dan kepastian investasi,” katanya.

Selama diskusi berlangsung, kedua pemerintah daerah membahas berbagai isu strategis, mulai dari pengembangan kawasan industri, hilirisasi komoditas pertanian dan perkebunan, skema pembiayaan pembangunan, penyediaan infrastruktur pendukung investasi, hingga peluang kolaborasi lintas daerah yang dapat dikembangkan pada masa mendatang.

Pertemuan antara Pemerintah Provinsi Lampung dan Pemerintah Kabupaten Malang mencerminkan perubahan paradigma pembangunan daerah di Indonesia. Jika sebelumnya kompetisi antardaerah lebih banyak berfokus pada promosi investasi, kini perhatian bergeser pada pembangunan ekosistem investasi yang menyeluruh.

Investor tidak lagi hanya mempertimbangkan ketersediaan lahan industri, tetapi juga menilai kualitas infrastruktur, kepastian hukum, kemudahan perizinan, konektivitas logistik, kualitas sumber daya manusia, hingga kesiapan rantai pasok industri.

Baca Juga:  Gubernur Mirza, Apresiasi Pansus DPRD atas Pendalaman Substansi LKPJ Tahun Anggaran 2025

Dalam konteks tersebut, Lampung memiliki peluang besar karena didukung posisi geografis yang strategis sebagai pintu gerbang Sumatera sekaligus jalur distribusi menuju Pulau Jawa. Namun, keunggulan geografis tersebut harus terus diikuti dengan peningkatan kualitas pelayanan investasi agar mampu bersaing dengan provinsi lain.

Penetapan kawasan industri seluas sekitar 22 ribu hektare menunjukkan arah kebijakan Pemerintah Provinsi Lampung yang semakin menekankan pentingnya hilirisasi. Strategi ini dinilai mampu meningkatkan nilai tambah komoditas lokal, memperluas lapangan kerja, memperkuat industri pengolahan, serta meningkatkan daya saing ekspor.

Apabila kawasan industri mampu terintegrasi dengan sentra produksi pertanian, perkebunan, perikanan, dan sektor lainnya, maka efek berganda (multiplier effect) terhadap perekonomian daerah akan semakin besar.

Karena itu, sinergi antardaerah seperti yang dibangun bersama Kabupaten Malang memiliki nilai strategis sebagai ruang berbagi praktik terbaik (best practices) dalam mengembangkan kawasan industri yang produktif, berdaya saing, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

Pertemuan tersebut sekaligus menegaskan bahwa pembangunan ekonomi modern tidak lagi bertumpu pada kompetisi antardaerah semata, melainkan pada kemampuan membangun jejaring kolaborasi yang saling menguatkan demi menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Berita Terkait

Lampung Pacu Jalan BNS, Rp45 Miliar untuk Sentra Pangan
SMSI Lampung Tolak HPN 2027 Jika Pemprov Hanya Dukung Satu Organisasi Pers
HPN 2027 di Lampung Terancam Ditolak SMSI, Ini Alasannya
FPK Lampung Dikukuhkan, Mirza Titip Pesan Persatuan
Alam Baka Gelar Aksi Jilid II, Soroti Risiko Korupsi dalam Program MBG
GPL Awards 2026 Jadi Ajang Apresiasi Penggerak Pendidikan Muda Lampung
Lampung Borong Tiga Penghargaan Nasional Anugerah Adinata Syariah 2026
LSM GEMBOK-RUBIK Desak Kejati dan BPK Audit Proyek Fisik Dinkes Way Kanan
5 1 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted

Berita Terkait

Rabu, 8 Juli 2026 - 20:56 WIB

Lampung Pacu Jalan BNS, Rp45 Miliar untuk Sentra Pangan

Rabu, 8 Juli 2026 - 20:44 WIB

Lampung Bangun Ekosistem Investasi Berbasis Hilirisasi

Rabu, 8 Juli 2026 - 20:21 WIB

SMSI Lampung Tolak HPN 2027 Jika Pemprov Hanya Dukung Satu Organisasi Pers

Rabu, 8 Juli 2026 - 18:33 WIB

HPN 2027 di Lampung Terancam Ditolak SMSI, Ini Alasannya

Selasa, 7 Juli 2026 - 19:11 WIB

FPK Lampung Dikukuhkan, Mirza Titip Pesan Persatuan

Selasa, 7 Juli 2026 - 09:05 WIB

GPL Awards 2026 Jadi Ajang Apresiasi Penggerak Pendidikan Muda Lampung

Selasa, 7 Juli 2026 - 05:24 WIB

Lampung Borong Tiga Penghargaan Nasional Anugerah Adinata Syariah 2026

Senin, 6 Juli 2026 - 18:41 WIB

LSM GEMBOK-RUBIK Desak Kejati dan BPK Audit Proyek Fisik Dinkes Way Kanan

Berita Terbaru

Berita

Lampung Pacu Jalan BNS, Rp45 Miliar untuk Sentra Pangan

Rabu, 8 Jul 2026 - 20:56 WIB

Banten

Lampung Bangun Ekosistem Investasi Berbasis Hilirisasi

Rabu, 8 Jul 2026 - 20:44 WIB

Bandar Lampung

HPN 2027 di Lampung Terancam Ditolak SMSI, Ini Alasannya

Rabu, 8 Jul 2026 - 18:33 WIB

Berita

FPK Lampung Dikukuhkan, Mirza Titip Pesan Persatuan

Selasa, 7 Jul 2026 - 19:11 WIB

error: Content is protected !!
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x