Gubernur Mirza Pimpin High Level Meeting, Optimalkan PAD dan Pelayanan Publik

Senin, 25 Mei 2026 - 18:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandar Lampung — Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal memimpin High Level Meeting (HLM) Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Provinsi Lampung, dalam rangka mempercepat digitalisasi pelayanan publik melalui penerapan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD), di Mahan Agung, Bandar Lampung, Senin (25/5/2026).

Gubernur Mirza menyampaikan bahwa struktur ekonomi Lampung masih didominasi sektor primer, seperti pertanian, perkebunan, dan kehutanan yang menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi daerah.

“Sektor primer menyerap hampir dua juta tenaga kerja dan menjadi sumber penghidupan bagi sekitar enam hingga tujuh juta masyarakat Lampung,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Gubernur Mirza menyampaikan nilai komoditas sektor primer di Lampung diperkirakan mencapai hampir Rp150 triliun, dengan perputaran uang sepanjang 2025 mencapai Rp528 triliun. Namun, Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang diperoleh baru berkisar Rp8,5 triliun hingga Rp10 triliun atau belum mencapai lima persen dari total aktivitas ekonomi daerah.

Baca Juga:  Gubernur Lampung Tinjau Program Makan Bergizi Gratis di SMPN 2 Bandar Lampung

“Masyarakat menginginkan fasilitas publik yang lebih baik, mulai dari sekolah, jalan, hingga pusat pelayanan ekonomi. Namun, kemampuan fiskal daerah masih terbatas,” katanya.

Ia menilai rendahnya PAD salah satunya disebabkan belum optimalnya digitalisasi transaksi daerah yang berdampak pada kebocoran potensi pendapatan.

Sebagai contoh, sektor pariwisata Lampung pada 2024 mencatat 27 juta wisatawan dengan perputaran ekonomi sekitar Rp55,5 triliun. Dari angka tersebut, potensi tambahan pajak PB1 diperkirakan mencapai Rp1,6 triliun, sementara realisasi penerimaan pajaknya masih di bawah Rp700 miliar.

Untuk mengatasi persoalan itu, Pemerintah Provinsi Lampung tengah mengembangkan super app “Lampung-In” yang mengintegrasikan berbagai layanan pemerintah, mulai dari pembayaran PAD dan pajak daerah, layanan Samsat, hingga sistem pelaporan masyarakat.

Baca Juga:  Gubernur Lampung Lepas 139 Atlet Korpri untuk Pornas XVII 2025 di Palembang

“Selain meningkatkan pendapatan daerah, digitalisasi juga diharapkan mampu mempercepat pelayanan publik dan respons pemerintah terhadap keluhan masyarakat,” ujarnya.

Gubernur Mirza menilai birokrasi yang panjang menyebabkan laporan masyarakat kepada organisasi perangkat daerah (OPD) kerap membutuhkan waktu hingga dua bulan untuk ditindaklanjuti.

“ETPD bukan sekadar mengubah transaksi menjadi digital, tetapi juga membangun transparansi dan integritas tata kelola keuangan daerah,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, mengatakan HLM TP2DD menjadi momentum memperkuat sinergi dan kolaborasi pembangunan daerah melalui sinkronisasi peta jalan dan rencana aksi ETPD di Lampung.

“Hari ini kita berdiskusi tentang bagaimana membuat pelayanan publik menjadi lebih cepat, tepat sasaran, bermanfaat, dan bersih dari korupsi. Tujuan utama pemanfaatan teknologi adalah menghadirkan manfaat nyata yang dapat langsung dirasakan masyarakat,” ujar Wagub Jihan.

Baca Juga:  Dua Proyek PSDA Lampung Jadi Sorotan GPN

Menurutnya, transformasi digital merupakan langkah strategis untuk membangun tata kelola pemerintahan yang modern, transparan, dan akuntabel.

Meski demikian, Wagub Jihan menyampaikan masih terdapat sejumlah tantangan, mulai dari kebiasaan masyarakat menggunakan uang tunai hingga keterbatasan infrastruktur internet dan fasilitas digital di sejumlah wilayah.

“Pertemuan ini penting agar seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Lampung dapat bergerak bersama demi menghadirkan pelayanan yang semakin baik dan mudah bagi masyarakat,” ujarnya.

Pertemuan ini turut diikuti Bupati/Walikota se-Provinsi Lampung atau yang mewakili, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Lampung, Dirut Bank Lampung atau yang mewakili, Kanwil DJPb Lampung, Kepala OPD dilingkungan Pemerintah Provinsi Lampung, dan instansi terkait lainnya.

Berita Terkait

Belanja Tak Terduga BPBD Kota Bandar Lampung Disorot 
Destra Yudha Soroti Temuan BPK di Diskominfo Bandar Lampung
Disdikbud Lampung Tindak Lanjuti Temuan BPK soal Dana BOSP
Fatihunnajah Dinilai Hindari Substansi Konfirmasi
Proyek Tanggul Way Ketibung–Way Sulan Rp23,99 Miliar Disorot
Langgar Ketentuan RKAP hingga Pembayaran Penghasilan Direksi
Bandar Lampung Expo Jadi Ruang Promosi Produk Unggulan dan Peluang Investasi
Gubernur Mirza Tinjau Perbaikan Jalan Gunung Sugih
5 1 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted

Berita Terkait

Minggu, 19 Juli 2026 - 22:22 WIB

Belanja Tak Terduga BPBD Kota Bandar Lampung Disorot 

Minggu, 19 Juli 2026 - 21:46 WIB

Destra Yudha Soroti Temuan BPK di Diskominfo Bandar Lampung

Sabtu, 18 Juli 2026 - 20:19 WIB

Disdikbud Lampung Tindak Lanjuti Temuan BPK soal Dana BOSP

Sabtu, 18 Juli 2026 - 18:28 WIB

Fatihunnajah Dinilai Hindari Substansi Konfirmasi

Sabtu, 18 Juli 2026 - 17:21 WIB

Proyek Tanggul Way Ketibung–Way Sulan Rp23,99 Miliar Disorot

Sabtu, 18 Juli 2026 - 14:13 WIB

Bandar Lampung Expo Jadi Ruang Promosi Produk Unggulan dan Peluang Investasi

Jumat, 17 Juli 2026 - 18:35 WIB

Gubernur Mirza Tinjau Perbaikan Jalan Gunung Sugih

Jumat, 17 Juli 2026 - 18:28 WIB

Fraksi DPRD Lampung Sepakat Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025 Dilanjutkan

Berita Terbaru

Bandar Lampung

Belanja Tak Terduga BPBD Kota Bandar Lampung Disorot 

Minggu, 19 Jul 2026 - 22:22 WIB

Bandar Lampung

Destra Yudha Soroti Temuan BPK di Diskominfo Bandar Lampung

Minggu, 19 Jul 2026 - 21:46 WIB

Advetorial

Disdikbud Lampung Tindak Lanjuti Temuan BPK soal Dana BOSP

Sabtu, 18 Jul 2026 - 20:19 WIB

Berita

Fatihunnajah Dinilai Hindari Substansi Konfirmasi

Sabtu, 18 Jul 2026 - 18:28 WIB

error: Content is protected !!
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x