Hukum sebagai Penjaga Integritas Jurnalisme dan Penopang Demokrasi

Minggu, 16 November 2025 - 15:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto istimewa (Junaidi Ismail, S.H / Wartawan Utama Dewan Pers)

Foto istimewa (Junaidi Ismail, S.H / Wartawan Utama Dewan Pers)

Oleh: Junaidi Ismail, SH

Wartawan Utama – Dewan Pers

DI ERA ketika informasi mengalir begitu cepat, profesi wartawan menghadapi tantangan yang kian kompleks. Bukan hanya karena derasnya kompetisi penyebaran berita, tetapi juga karena kaburnya batas antara informasi faktual dan opini yang dikemas seolah-olah sebagai kebenaran. Dalam situasi seperti ini, peran hukum menjadi sangat penting, bukan untuk membatasi ruang gerak jurnalis, tetapi justru untuk menjaga agar profesi ini tetap dapat menjalankan fungsinya dengan merdeka, aman, dan bertanggung jawab.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Seorang wartawan bekerja langsung di lapangan, bertemu berbagai kepentingan, dan terkadang berhadapan dengan pihak-pihak yang tidak menyukai hasil liputannya. Tidak jarang ancaman, intimidasi, hingga kekerasan menjadi risiko nyata. Dalam konteks inilah hukum hadir sebagai tameng yang melindungi wartawan.

Undang-Undang Pers, misalnya, memberikan jurnalis hak untuk mencari, memperoleh, serta menyebarkan informasi. Hak ini bukan sekadar tulisan dalam lembaran undang-undang, tetapi merupakan perisai agar wartawan dapat bekerja tanpa ketakutan. Jika tidak ada perlindungan hukum, maka suara kritis jurnalis dapat dengan mudah dibungkam, dan pada akhirnya publik kehilangan hak untuk mengetahui kebenaran.

Baca Juga:  Aliansi LSM Lampung Tuntut Penegakan Hukum atas Dugaan Korupsi BPPW dan Masalah Gas Patra Niaga

Namun perlindungan saja tidak cukup. Kebebasan pers tidak boleh dipahami sebagai kebebasan absolut. Di sinilah hukum berperan sebagai kompas moral yang mengarahkan wartawan agar tidak keluar dari jalur etika profesi.

Setiap berita yang ditulis harus akurat, berimbang, tidak menyesatkan, dan tidak melanggar martabat manusia. Hukum membantu menjaga agar standar ini tetap dipegang.

Dengan adanya aturan, jurnalis tidak terjebak pada sensasi, tidak tergoda menabrak fakta demi klik, dan tidak menjadikan profesinya alat untuk menyerang pribadi atau kelompok tertentu.

Hukum bersama Kode Etik Jurnalistik menjadi kombinasi yang memastikan bahwa wartawan tetap bekerja dengan integritas. Karena pada dasarnya, kepercayaan publik hanya bisa diraih oleh media yang jujur dan bertanggung jawab.

Baca Juga:  Dugaan Pungli di SMK Negeri 1 Katibung, Bebankan Orang Tua Siswa Berkedok Perpisahan Kunjungan Industri 

Tidak dipungkiri bahwa profesi apa pun bisa saja melakukan kesalahan, termasuk wartawan. Dalam situasi seperti itu, hukum menyediakan mekanisme koreksi. Ini bukan untuk mematikan kebebasan pers, tetapi untuk menjaga supaya setiap penyimpangan dapat diluruskan.

Dengan adanya Dewan Pers sebagai lembaga independen, konflik antara publik dan pers dapat diselesaikan secara profesional tanpa harus langsung menggunakan jalur pidana. Sistem seperti ini dirancang agar kebebasan pers tetap terjaga, namun tetap ada ruang bagi publik untuk mendapatkan keadilan jika dirugikan.

Ketika hukum melindungi jurnalis, sesungguhnya yang dilindungi bukan hanya profesinya, melainkan juga demokrasi itu sendiri. Tanpa pers yang bebas dan bertanggung jawab, ruang publik akan dipenuhi kabar bohong, propaganda, dan informasi yang tidak bisa diverifikasi. Masyarakat akan sulit memantau jalannya pemerintahan, dan kontrol sosial menjadi lemah.

Baca Juga:  Media Massa Harus Berdaulat dalam Kerja Jurnalistik

Pers adalah mata dan telinga publik. Dan hukum adalah pagar yang memastikan mata itu tetap jernih serta telinga itu tetap tajam.

Pada akhirnya, hukum bukan musuh pers, sebaliknya, ia adalah penopang utama. Ia memastikan bahwa wartawan dapat mencari kebenaran tanpa takut, tetapi juga mengingatkan agar setiap tindakan dilakukan dengan penuh tanggung jawab. Kebebasan pers hanya akan bermakna jika berjalan beriringan dengan etika dan kepatuhan hukum.

Karena itu, memperkuat pemahaman hukum di kalangan jurnalis bukan sekadar kebutuhan teknis, tetapi merupakan bagian penting dari memperkuat kualitas demokrasi di Indonesia.

Pers hanya bisa merdeka jika wartawannya terlindungi. Dan wartawan hanya bisa terlindungi jika hukum ditegakkan dengan adil dan konsisten.

Berita Terkait

Dugaan Mafia Tanah Ancam Hutan Mangrove Rokan Hilir
Plt. Bupati Lampung Tengah Kunjungi Rumah Literasi Kalirejo Book Party: Budaya Literasi adalah Fondasi Pembangunan Daerah
Fondasi Kemajuan Lampung Ada pada Disiplin Fiskal
Ujian Integritas Pemerintah dalam Menjamin Hak Pendidikan Anak
Daerah Maju Dimulai dari DPRD yang Mendengar Suara Rakyat
Prof Harris Arthur Hedar Dorong PFII Jadi Penggerak Ekonomi Indonesia
Laskar Lampung Desak Pansus Usut Polemik SMA Siger
Aksi di Kejati Berakhir Memanas
5 1 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted

Berita Terkait

Minggu, 12 Juli 2026 - 18:45 WIB

Dugaan Mafia Tanah Ancam Hutan Mangrove Rokan Hilir

Minggu, 12 Juli 2026 - 03:02 WIB

Fondasi Kemajuan Lampung Ada pada Disiplin Fiskal

Jumat, 10 Juli 2026 - 20:25 WIB

Laskar Lampung Desak Pansus Usut Polemik SMA Siger

Jumat, 10 Juli 2026 - 16:58 WIB

Aksi di Kejati Berakhir Memanas

Jumat, 10 Juli 2026 - 16:52 WIB

Wagub Jihan Tinjau Calon Siswa Sekolah Rakyat

Kamis, 9 Juli 2026 - 16:50 WIB

Ketum ABR Desak Dugaan Kasus yang Menyeret Jampidsus Diusut Transparan

Rabu, 8 Juli 2026 - 20:56 WIB

Lampung Pacu Jalan BNS, Rp45 Miliar untuk Sentra Pangan

Rabu, 8 Juli 2026 - 20:44 WIB

Lampung Bangun Ekosistem Investasi Berbasis Hilirisasi

Berita Terbaru

Berita

Dugaan Mafia Tanah Ancam Hutan Mangrove Rokan Hilir

Minggu, 12 Jul 2026 - 18:45 WIB

Home

Fondasi Kemajuan Lampung Ada pada Disiplin Fiskal

Minggu, 12 Jul 2026 - 03:02 WIB

Bandar Lampung

Ujian Integritas Pemerintah dalam Menjamin Hak Pendidikan Anak

Minggu, 12 Jul 2026 - 02:40 WIB

Opini

Daerah Maju Dimulai dari DPRD yang Mendengar Suara Rakyat

Minggu, 12 Jul 2026 - 01:13 WIB

error: Content is protected !!
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x