Jabatan RSUDAM, Antara Ujian Baru atau Warisan Lama

Sabtu, 27 September 2025 - 12:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Adi Chandra Gutama Ketua (GPN) Provinsi Lampung

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. H. Abdul Moeloek (RSUDAM) kembali menjadi buah bibir, sebagai rumah sakit rujukan terbesar di Provinsi Lampung, setiap gejolak yang terjadi di dalamnya bukan sekadar urusan internal manajemen, melainkan persoalan hajat hidup orang banyak.

Di bawah kepemimpinan baru dr. Imam Ghozali yang belum genap dua bulan menjabat, RSUDAM bagai berada di persimpangan jalan: antara meneruskan warisan masalah lama atau memulai babak transformasi yang dinantikan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Harapan publik tentu saja tertumpu pada sang direktur baru. Keberaniannya menerima tantangan ini dengan ucapan “Bismillah” patut diacungi jempol. Ia menyadari bahwa tongkat estafet yang diterimanya bukanlah tongkat estafet biasa, melainkan sebuah beban berat warisan masalah yang menggunung.

Baca Juga:  Oknum Wanita Warga Rangai Tritunggal Lamsel Dilaporkan ke Mapolda Lampung Atas Dugaan Penghinaan Profesi Jurnalis

Mulai dari fasilitas medis penting seperti MRI dan CT-Scan yang tidak optimal, keluhan kenyamanan pasien, persoalan insentif tenaga kesehatan, hingga sorotan atas tata kelola keuangan. Daftar masalah ini adalah “pewarisan” yang harus segera dituntaskan, bukan diwariskan kembali.

Namun, adalah tidak adil jika kita mengharapkan perubahan instan hanya dalam hitungan minggu. Sebagaimana disampaikan oleh pengamat kesehatan dan didukung oleh pernyataan Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung, transformasi di institusi sebesar RSUDAM membutuhkan waktu dan proses.

Dr. Imam Ghozali, yang sudah lama berkecimpung di rumah sakit tersebut, dianggap memiliki modal berharga untuk memahami akar permasalahan secara mendalam. Modal ini harus segera dikonversi menjadi langkah-langkah strategis yang terukur dan transparan.

Di sinilah letak ujian sesungguhnya. Komitmen dan optimisme saja tidak cukup. Publik, seperti yang diwakili oleh keluarga pasien Sulastri, menantikan bukti nyata. Mereka memahami bahwa kesempurnaan tidak akan datang dalam semalam, tetapi mereka ha akan melihat indikasi perubahan yang konkret.

Baca Juga:  Diduga Kekayaan Direktur RSUD Jendral Ahmad Yani Metro Stagnan Persis Sama Selama Setahun

Perbaikan kecil yang konsisten seperti peningkatan kebersihan, pengaturan antrian yang lebih manusiawi, atau komunikasi yang lebih baik dapat menjadi sinyal positif yang membangun kepercayaan.

Beberapa hal yang perlu menjadi perhatian bersama:

Pertama, manajemen RSUDAM di bawah dr. Imam Ghozali harus segera merumuskan peta jalan (roadmap) perbaikan yang jelas dan disosialisasikan kepada publik. Roadmap ini harus memprioritaskan penanganan masalah-masalah kritikal yang langsung berdampak pada pasien, seperti perbaikan alat kesehatan.

Kedua, transparansi dalam pengelolaan, terutama terkait anggaran dan penanganan dugaan pungutan liar, adalah kunci untuk memulihkan kepercayaan.

Baca Juga:  Marindo Kurniawan Tinjau pembangunan Sekolah Rakyat di Kawasan Kota Baru

Ketiga, kolaborasi dengan seluruh tenaga kesehatan, manajemen, dan dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi mutlak diperlukan.

Di sisi lain, masyarakat Lampung juga dituntut untuk bersikap proporsional. Memberikan ruang dan waktu bagi kepemimpinan baru untuk bekerja adalah keharusan. Kritik konstruktif tetap diperlukan, tetapi huru-hara dan polemik yang tidak produktif justru dapat mengganggu konsentrasi perbaikan.

Harapan dan Komitmen “membenahi persoalan satu per satu” yang diucapkan dr. Imam Ghozali adalah mantra yang tepat. Sekarang, semua mata tertuju padanya dan seluruh jajarannya.

RSUD Abdul Moeloek harus berubah dari sekadar “tempat berobat terakhir” menjadi simbol harapan dan pelayanan kesehatan terbaik di Lampung. Waktu yang akan membuktikan, dan publik Lampung menanti dengan penuh harap.

Berita Terkait

MTsN 1,2,3 Lampung Utara, Diduga Ada Penyimpangan Anggaran Ratusan Juta
217 Perusahaan Media SMSI Lampung Sepakat Saling Support Pemberitaan di Rakerda 2026
Marindo Tekankan Regulasi dan Pembiayaan dalam Pengembangan Kehutanan Lampung
SMSI, AMSI dan JMSI Lampung Kompak, Gelar Sarasehan dan Luncurkan LAPOR SEKBER
Tekankan Sinergi Akademisi dan Praktisi dalam Mewujudkan Partisipasi Semesta
Opsen PKB 2025 Lampung dan Perbaikan Jalan 2026 Kabupaten/Kota
PMII Pringsewu Gelar Silaturahmi Akbar dan Harlah ke-66, Tegaskan Peran Mahasiswa dalam Demokrasi
Owner Butik Indah di Bandar Lampung Rutin Berbagi Nasi
5 1 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkait

Selasa, 12 Mei 2026 - 11:39 WIB

MTsN 1,2,3 Lampung Utara, Diduga Ada Penyimpangan Anggaran Ratusan Juta

Minggu, 10 Mei 2026 - 21:16 WIB

217 Perusahaan Media SMSI Lampung Sepakat Saling Support Pemberitaan di Rakerda 2026

Sabtu, 9 Mei 2026 - 11:46 WIB

Marindo Tekankan Regulasi dan Pembiayaan dalam Pengembangan Kehutanan Lampung

Kamis, 7 Mei 2026 - 21:18 WIB

SMSI, AMSI dan JMSI Lampung Kompak, Gelar Sarasehan dan Luncurkan LAPOR SEKBER

Senin, 4 Mei 2026 - 20:57 WIB

Tekankan Sinergi Akademisi dan Praktisi dalam Mewujudkan Partisipasi Semesta

Senin, 4 Mei 2026 - 20:47 WIB

PMII Pringsewu Gelar Silaturahmi Akbar dan Harlah ke-66, Tegaskan Peran Mahasiswa dalam Demokrasi

Sabtu, 2 Mei 2026 - 00:30 WIB

Owner Butik Indah di Bandar Lampung Rutin Berbagi Nasi

Jumat, 1 Mei 2026 - 14:47 WIB

Marindo Kurniawan Pimpin Rakor Pemanfaatan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional bersama BPS

Berita Terbaru

error: Content is protected !!
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x