Riza Rahmayadi dan Harapan Baru KNPI Pesawaran

Minggu, 24 Mei 2026 - 20:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pesawaran – Bursa pencalonan Ketua Umum Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Pesawaran mulai menghangat. Di tengah dinamika itu, satu nama perlahan mengemuka, bukan sekadar karena ambisi, tetapi karena jejak panjang aktivisme dan gagasan Riza Rahmayadi, S.H.

Di balik hiruk pikuk wacana suksesi kepemudaan, ada kegelisahan yang sama siapa yang benar-benar mampu memahami denyut nadi pemuda Pesawaran? Pertanyaan itu kini mengarah pada sosok Riza, pemuda kelahiran Pesawaran yang ditempa dari ruang-ruang diskusi hingga jalanan advokasi.

Riza bukan nama yang lahir dari ruang kosong. Ia tumbuh dari tradisi panjang kaderisasi di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Syariah Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL) sebuah “kawah candradimuka” yang membentuk daya pikir kritis dan kepekaan sosialnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Semasa mahasiswa, hari-harinya diisi dengan diskusi, membaca, dan turun langsung ke masyarakat.

Bagi Riza, gagasan tidak boleh berhenti di kepala ia harus hidup dan memberi manfaat.

Tak jarang, namanya mencuat di forum-forum nasional. Kritiknya terhadap kebijakan pemerintah yang dianggap melenceng selalu disertai tawaran solusi. Ia tidak hanya bersuara, tetapi juga memberi arah.

Kini, bekal pengalaman itu membawanya masuk dalam bursa Ketua KNPI Pesawaran. Namun bagi Riza, ini bukan sekadar kontestasi jabatan.

Baca Juga:  PEMERINTAH KOTA BANDAR LAMPUNG SAMBUT KUNJUNGAN KERJA WALIKOTA BENGKULU BUKA SINERGI PEMBANGUNAN KOTA

“Pesawaran punya potensi besar. Tinggal bagaimana pemuda diberi ruang untuk bergerak dan berkarya,” ujarnya, Minggu (24/5/2026), dalam percakapan via telepon dengan lantang terstruktur dan komprehensif.

Saat itu, rintik hujan turun pelan. Di sela suara yang kadang terputus, ia tetap berbicara tenang ditemani kopi pahit yang, menurutnya, “rasanya jujur”.

Ia membayangkan KNPI ke depan bukan sekadar organisasi, tetapi rumah besar bagi pemuda untuk tumbuh.

Ia ingin waktu dan energinya dihibahkan untuk membimbing, membina, hingga mengkader generasi muda Pesawaran.

“Kita akan bedah bersama potensi Pesawaran. Jangan sampai wadah yang sudah ada justru disia-siakan,” tegasnya.

Di balik optimisme tersebut, pemuda Pesawaran dan Indonesia secara umum dihadapkan pada tantangan besar menyongsong Bonus Demografi 2045.

Momentum ketika usia produktif mendominasi ini bisa menjadi berkah, tetapi juga ancaman jika tidak dikelola dengan baik.

Pertama, kesenjangan kualitas sumber daya manusia (SDM) masih menjadi persoalan utama. Tidak semua pemuda memiliki akses pendidikan dan keterampilan yang memadai, terutama di daerah.

Kedua, terbatasnya lapangan pekerjaan berpotensi melahirkan pengangguran terdidik. Tanpa inovasi dan kewirausahaan, bonus demografi bisa berubah menjadi beban sosial.

Baca Juga:  Temuan BPK RI, Alarm Tata Kelola Keuangan Pemprov Lampung

Ketiga, disrupsi teknologi dan digitalisasi menuntut pemuda untuk adaptif.

Mereka yang tidak mampu mengikuti perkembangan akan tertinggal dalam kompetisi global.

Keempat, krisis kepemimpinan dan minimnya ruang partisipasi membuat banyak potensi pemuda tidak tersalurkan secara maksimal.

Organisasi seperti KNPI dinilai harus hadir sebagai wadah strategis, bukan sekadar simbolik.

Riza Rahmayadi melihat tantangan ini sebagai panggilan, bukan ancaman. Baginya, KNPI harus menjadi ruang pembinaan yang konkret mendorong lahirnya pemuda yang tidak hanya kritis, tetapi juga produktif dan solutif.

“Bonus demografi itu peluang besar. Tapi kalau pemudanya tidak disiapkan, justru bisa jadi masalah. Di sinilah pentingnya pembinaan yang serius dan berkelanjutan,” ujarnyujarnya.

Lebih jauh, cita-cita besar “Lampung Maju” sebagai bagian dari visi Indonesia Emas 2045 juga menyimpan sejumlah pekerjaan rumah yang tidak ringan dan kembali, pemuda menjadi aktor kunci di dalamnya.

Pertama, ketimpangan pembangunan antarwilayah di Lampung masih terasa. Akses infrastruktur, pendidikan, dan ekonomi belum merata, termasuk di wilayah pesisir dan pedesaan seperti Pesawaran.

Kedua, hilirisasi potensi daerah yang belum maksimal. Lampung kaya akan sektor pertanian, perkebunan, dan pariwisata, namun belum sepenuhnya dikelola berbasis nilai tambah yang kuat oleh generasi muda.

Baca Juga:  Pemprov Lampung Siapkan Rp150 Miliar untuk THR ASN 2026

Ketiga, daya saing pemuda lokal di tingkat nasional dan global masih perlu didorong. Tanpa penguatan kapasitas, pemuda Lampung berpotensi hanya menjadi penonton di tengah arus investasi dan pembangunan.

Keempat, tantangan integritas dan moralitas kepemimpinan. Cita-cita besar Lampung Maju membutuhkan pemimpin muda yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berintegritas dan berpihak pada kepentingan masyarakat.

Kelima, ancaman urbanisasi dan migrasi pemuda. Banyak pemuda potensial memilih keluar daerah karena minimnya peluang, sehingga daerah kehilangan energi produktifnya.

Dalam konteks ini, Riza Rahmayadi menilai KNPI harus menjadi episentrum gerakan pemuda bukan hanya forum seremonial, tetapi ruang konsolidasi ide, gerakan, dan aksi nyata.

“Kalau kita ingin Lampung benar-benar maju, maka pemudanya harus berdiri di depan, bukan di pinggir. KNPI harus jadi rumah besar yang menghidupkan harapan itu,” pungkasnya.

Di tengah rintik hujan yang belum juga reda, narasi tentang kepemudaan, harapan, dan masa depan itu terus mengalir seperti kopi pahit yang tetap diminum, meski dingin, karena di dalamnya ada kejujuran dan keteguhan.

Berita Terkait

Sekda Marindo Buka Kejurda Padel Lampung 2026
Jamal: Perbedaan Pandangan Jangan Berujung Serangan Pribadi
Kawasan Industri Pangan Jadi Harapan Baru Lampung
Aspirasi Diabaikan, Gerbang Kejati Lampung Digembok Mahasiswa
Akun Palsu Catut Nama Sekda Lampung
AMPL Desak Penuntasan Kasus Febrie Adriansyah
Oknum Pegawai BKPSDM Tanggamus Diduga Tipu PNS Janjikan Jabatan Kepsek
Literasi Keuangan Jadi Kunci Hadapi Era Digital
5 1 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 21:31 WIB

Sekda Marindo Buka Kejurda Padel Lampung 2026

Sabtu, 25 Juli 2026 - 18:34 WIB

Jamal: Perbedaan Pandangan Jangan Berujung Serangan Pribadi

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:33 WIB

Kawasan Industri Pangan Jadi Harapan Baru Lampung

Kamis, 23 Juli 2026 - 16:37 WIB

Aspirasi Diabaikan, Gerbang Kejati Lampung Digembok Mahasiswa

Rabu, 22 Juli 2026 - 22:38 WIB

Akun Palsu Catut Nama Sekda Lampung

Rabu, 22 Juli 2026 - 12:26 WIB

Oknum Pegawai BKPSDM Tanggamus Diduga Tipu PNS Janjikan Jabatan Kepsek

Selasa, 21 Juli 2026 - 23:03 WIB

Literasi Keuangan Jadi Kunci Hadapi Era Digital

Selasa, 21 Juli 2026 - 16:57 WIB

Sikap Firdaus BPBD Lampung Dinilai “Bak Sudah Kebal Hukum

Berita Terbaru

Berita

Sekda Marindo Buka Kejurda Padel Lampung 2026

Sabtu, 25 Jul 2026 - 21:31 WIB

Berita

Kawasan Industri Pangan Jadi Harapan Baru Lampung

Jumat, 24 Jul 2026 - 15:33 WIB

Bandar Lampung

Aspirasi Diabaikan, Gerbang Kejati Lampung Digembok Mahasiswa

Kamis, 23 Jul 2026 - 16:37 WIB

Berita

Akun Palsu Catut Nama Sekda Lampung

Rabu, 22 Jul 2026 - 22:38 WIB

error: Content is protected !!
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x