Semangat Sumpah Pemuda 1928 Juga di Meja Kerja Pemerintahan Daerah

Kamis, 30 Oktober 2025 - 16:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Olpin Putra, SH., MH.

TEPAT pada 28 Oktober 2025, kita memperingati sebuah momen bersejarah yang tidak pernah lekang oleh waktu: Hari Sumpah Pemuda yang ke-97. Pada 1928 silam, para pemuda dari berbagai penjuru Nusantara dengan gagah berani mengikrarkan tekad untuk bersatu: Satu Tanah Air, Satu Bangsa, dan Satu Bahasa Indonesia.

Ikrar itu bukan sekadar kata-kata. Itu adalah kristalisasi semangat, keberanian, dan visi jauh ke depan yang akhirnya mengantarkan bangsa ini pada gerbang kemerdekaan. Sumpah Pemuda adalah bukti bahwa perbedaan suku, agama, dan ras bukanlah penghalang, melainkan kekuatan untuk merajut kesatuan dan membangun cita-cita bersama.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lantas, di usia yang nyaris seabad ini, di manakah relevansi Sumpah Pemuda bagi kita, khususnya para Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Pringsewu?

Baca Juga:  Lampung Masuk Lima Besar Penghargaan Pembangunan Daerah 2025

Bagi saya pribadi, yang baru diberikan amanah untuk memimpin BPKAD Pringsewu, semangat Sumpah Pemuda memiliki resonansi yang sangat dalam. Semangat itu tidak lagi berwujud dalam rapat-rapat akbar, tetapi harus kita terjemahkan dalam etos kerja dan integritas kita sehari-hari di kantor pemerintahan.

Ikrar “Satu Tanah Air” mengajarkan kita untuk memiliki loyalitas yang utuh kepada Pringsewu sebagai “tanah air” kecil kita. Setiap kebijakan, pengelolaan keuangan, dan aset daerah harus ditujukan untuk kemakmuran dan kesejahteraan rakyat Pringsewu, bukan untuk kepentingan golongan atau pribadi.

Ikrar “Satu Bangsa” mengingatkan kita pada pentingnya kolaborasi dan sinergi. Sebagai kepala OPD, saya menyadari bahwa BPKAD tidak bisa bekerja sendiri. Keberhasilan pembangunan di Pringsewu bergantung pada eratnya kerja sama antar-OPD. Kita adalah satu kesatuan “bangsa” Pringsewu yang harus bergerak harmonis mencapai visi yang sama, memutus ego sektoral, dan mengutamakan gotong royong.

Baca Juga:  Olpin Putra: Dukung Optimalisasi Anggaran, Realisasi Pendapatan Pringsewu Tembus Rp 1,059 Triliun

Dan yang terakhir, Ikrar “Menjunjung Bahasa Persatuan” adalah metafora kuat tentang pentingnya komunikasi yang transparan, akuntabel, dan mudah dipahami oleh masyarakat. Pengelolaan keuangan dan aset daerah harus dikomunikasikan dengan jelas, menghindari “bahasa teknis” yang justru menjauhkan dari rakyat. Ini adalah wujud pertanggungjawaban dan pelayanan publik yang prima.

Dalam kesempatan ini, saya ingin menegaskan pesan yang sering saya sampaikan: “Jangan hanya semangat di hari momen ini saja, tapi setiap hari pun harus semangat dalam segala hal.”

Semangat Sumpah Pemuda bukanlah seperti jaket yang hanya kita kenakan pada upacara 28 Oktober. Ia harus menjadi napas dalam setiap tindakan kita. Semangat itu harus terlihat ketika kita menyusun anggaran dengan prinsip nilai manfaat, ketika kita memastikan setiap aset daerah memberikan kontribusi optimal, dan ketika kita melayani masyarakat dengan senyum dan solusi.

Baca Juga:  PEMERINTAH KOTA BANDAR LAMPUNG SAMBUT HANGAT KEDATANGAN WALIKOTA SUNGAIPENUH

Momen Sumpah Pemuda ke-97 dan amanah baru di BPKAD ini saya jadikan sebagai titik tolak untuk berefleksi dan berbenah. Saya berharap langkah dan semangat ini dapat menjadi cerminan dan memantik energi positif bagi rekan-rekan pimpinan OPD lainnya di Pringsewu. Mari kita buktikan bahwa semangat pemuda 1928 masih hidup dan berkobar dalam dedikasi kita membangun Pringsewu yang lebih maju, sejahtera, dan berintegritas.

Marilah kita jadikan meja kerja kita masing-masing sebagai medan baru untuk mewujudkan Sumpah Pemuda. Selamat Hari Sumpah Pemuda ke-97. Terus berkarya, terus bersemangat!

Berita Terkait

Pemprov Lampung Targetkan Peningkatan Peringkat Nasional LPPD Tahun 2025
Sekdaprov Marindo Kurniawan Pimpin Rakor Lintas Sektor bersama Wali Kota
Proyek Rehab SMPN 1 Pardasuka Pringsewu Rp450 Juta Diduga Terbengkalai
Pemprov Lampung Siapkan Rp150 Miliar untuk THR ASN 2026
Dukungan Nyata bagi Pesantren untuk Menjaga Keberlanjutan Pendidikan
Perkuat sinergi kemenag pringsewu audiensi dengan Polres pringsewu
Pemprov Lampung Gelar Rapat Persiapan MCSP KPK RI Tahun 2026
Prosesi Pelepasan Purnabakti Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Lampung
5 1 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkait

Selasa, 10 Maret 2026 - 16:59 WIB

LSM Amunsi Lampung Soroti Anggaran BPN Kabupaten Tanggamus Tahun 2025, Temukan Alokasi Dana Rp7,67 Miliar     

Selasa, 10 Maret 2026 - 15:47 WIB

Penyusunan Juknis SPMB 2026/2027 untuk Pemerataan Akses Pendidikan

Selasa, 10 Maret 2026 - 14:37 WIB

BPMP Lampung Sampaikan Ucapan Idul Fitri, Ajak Perkuat Silaturahmi dan Saling Memaafkan

Selasa, 10 Maret 2026 - 14:08 WIB

Pemprov Lampung Targetkan Peningkatan Peringkat Nasional LPPD Tahun 2025

Selasa, 10 Maret 2026 - 09:20 WIB

LSM Trinusa Soroti Dugaan Suap Pejabat Bekasi, Nilai Proyek Capai Rp107 Miliar

Senin, 9 Maret 2026 - 17:14 WIB

Rapimnas SMSI 2026 Bahas Penguatan Media Siber dan Kedaulatan Digital

Senin, 9 Maret 2026 - 17:05 WIB

Sekdaprov Marindo Kurniawan Pimpin Rakor Lintas Sektor bersama Wali Kota

Senin, 9 Maret 2026 - 16:42 WIB

Proyek Rehab SMPN 1 Pardasuka Pringsewu Rp450 Juta Diduga Terbengkalai

Berita Terbaru

Bandar Lampung

Penyusunan Juknis SPMB 2026/2027 untuk Pemerataan Akses Pendidikan

Selasa, 10 Mar 2026 - 15:47 WIB

error: Content is protected !!
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x