GPN Lampung Paparkan Dugaan Penyalahgunaan Anggaran di Dinas Pertanian Pringsewu

Jumat, 5 Juni 2026 - 12:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PRINGSEWU – Gerakan Pemuda Nusantara (GPN) Provinsi Lampung memaparkan sejumlah temuan terkait dugaan penyalahgunaan anggaran di Dinas Pertanian Kabupaten Pringsewu. Temuan tersebut berkaitan dengan pengadaan sperma sapi (spermatozoa) yang dilakukan selama empat tahun berturut-turut, sementara tidak terdapat indukan sapi betina milik dinas yang menjadi objek pelaksanaan inseminasi buatan (IB).

Ketua GPN Provinsi Lampung menyampaikan bahwa pengadaan sperma sapi tersebut tercatat berlangsung sejak tahun 2022 hingga 2025. Namun, berdasarkan hasil investigasi lapangan serta konfirmasi kepada pihak dinas, tidak ditemukan adanya indukan sapi milik Dinas Pertanian Kabupaten Pringsewu yang digunakan sebagai penerima inseminasi buatan.

Rincian Anggaran Pengadaan Sperma Sapi Tahun 2022–2025

Berdasarkan data yang dihimpun, belanja sperma sapi dilakukan secara rutin setiap tahun dengan rincian sebagai berikut:

Baca Juga:  Miliaran Rupiah Diduga Disalahgunakan, GRADASI Minta Kejati Lampung Bertindak Tegas

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

  • Tahun 2022: Rp30.000.000
  • Tahun 2023: Rp22.500.000
  • Tahun 2024: Rp59.850.000 (dua tahap pengadaan)
  • Tahun 2025: Rp22.500.000

Total anggaran yang dialokasikan untuk pengadaan sperma sapi selama empat tahun tersebut mencapai Rp134.850.000.

GPN menilai pengadaan tersebut patut dipertanyakan mengingat tidak adanya indukan sapi betina yang dikelola langsung oleh dinas sebagai objek pelaksanaan inseminasi buatan.

Pertanyakan Efektivitas Program Inseminasi Buatan

Program inseminasi buatan (IB) pada dasarnya bertujuan meningkatkan populasi dan kualitas genetik ternak sapi. Namun, menurut GPN, efektivitas program tersebut menjadi diragukan apabila tidak didukung oleh ketersediaan indukan sapi sebagai penerima sperma.

Baca Juga:  PERMAHI Lampung Soroti Kasus Kaburnya Empat Tahanan Narkoba Polda Lampung

“Bagaimana mungkin pengadaan sperma sapi dilakukan setiap tahun, sementara tidak ada indukan sapi yang dikelola dinas sebagai objek IB? Ini menjadi tanda tanya besar,” ujar perwakilan GPN.

GPN meminta transparansi dan klarifikasi resmi dari Dinas Pertanian Kabupaten Pringsewu terkait mekanisme distribusi, penggunaan, serta pertanggungjawaban anggaran pengadaan sperma sapi tersebut.

Desak Audit dan Penelusuran oleh Aparat Penegak Hukum

Atas temuan tersebut, GPN Provinsi Lampung mendesak agar dilakukan audit menyeluruh terhadap penggunaan anggaran di Dinas Pertanian Kabupaten Pringsewu, khususnya terkait pengadaan sperma sapi pada tahun anggaran 2022 hingga 2025.

GPN juga membuka kemungkinan melaporkan dugaan tersebut kepada aparat penegak hukum apabila nantinya ditemukan indikasi pelanggaran atau kerugian keuangan negara.

Baca Juga:  Sekda Marindo Pimpin Rapat Penyelenggaraan Nonton Bareng Piala Dunia FIFA 2026 di Provinsi Lampung

“Anggaran negara harus digunakan secara efektif, transparan, dan tepat sasaran. Jika tidak sesuai peruntukannya, maka harus dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Harapan Transparansi dan Akuntabilitas

Kasus dugaan penyalahgunaan anggaran ini diharapkan menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Pringsewu. Transparansi dalam pengelolaan anggaran sektor pertanian dinilai sangat penting guna menjaga kepercayaan publik serta memastikan program peningkatan produksi ternak berjalan secara optimal.

Akarpost telah berupaya melakukan konfirmasi kepada Dinas Pertanian Kabupaten Pringsewu. Namun, hingga berita ini diterbitkan, pihak dinas belum memberikan tanggapan atau klarifikasi resmi atas persoalan tersebut.

Berita Terkait

Akun Palsu Catut Nama Sekda Lampung
AMPL Desak Penuntasan Kasus Febrie Adriansyah
Oknum Pegawai BKPSDM Tanggamus Diduga Tipu PNS Janjikan Jabatan Kepsek
Literasi Keuangan Jadi Kunci Hadapi Era Digital
Sikap Firdaus BPBD Lampung Dinilai “Bak Sudah Kebal Hukum
HUT Ke-45 SMA YP Unila, Cetak Generasi Unggul dan Berdaya Saing Global
GPN Soroti Sikap Kepala Diskominfo Bandar Lampung
Kepemimpinan Digital Sekdaprov Marindo Dinilai ASKOMPSI

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 22:38 WIB

Akun Palsu Catut Nama Sekda Lampung

Rabu, 22 Juli 2026 - 18:11 WIB

AMPL Desak Penuntasan Kasus Febrie Adriansyah

Rabu, 22 Juli 2026 - 12:26 WIB

Oknum Pegawai BKPSDM Tanggamus Diduga Tipu PNS Janjikan Jabatan Kepsek

Selasa, 21 Juli 2026 - 23:03 WIB

Literasi Keuangan Jadi Kunci Hadapi Era Digital

Selasa, 21 Juli 2026 - 16:57 WIB

Sikap Firdaus BPBD Lampung Dinilai “Bak Sudah Kebal Hukum

Selasa, 21 Juli 2026 - 14:51 WIB

GPN Soroti Sikap Kepala Diskominfo Bandar Lampung

Selasa, 21 Juli 2026 - 14:42 WIB

Kepemimpinan Digital Sekdaprov Marindo Dinilai ASKOMPSI

Senin, 20 Juli 2026 - 16:07 WIB

APBD Harus Berdampak Nyata bagi Kesejahteraan Masyarakat

Berita Terbaru

Berita

Akun Palsu Catut Nama Sekda Lampung

Rabu, 22 Jul 2026 - 22:38 WIB

Berita

AMPL Desak Penuntasan Kasus Febrie Adriansyah

Rabu, 22 Jul 2026 - 18:11 WIB

Berita

Literasi Keuangan Jadi Kunci Hadapi Era Digital

Selasa, 21 Jul 2026 - 23:03 WIB

Berita

Sikap Firdaus BPBD Lampung Dinilai “Bak Sudah Kebal Hukum

Selasa, 21 Jul 2026 - 16:57 WIB

error: Content is protected !!
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x