AKARPOST.COM, LAMPUNG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung telah menjadwalkan kunjungan verifikasi faktual ke Sekolah Siger pada pekan ini. Langkah ini merupakan bagian dari proses tindak lanjut permohonan izin operasional yang diajukan oleh Yayasan Siger Prakarsa Bunda.
Kepala Disdikbud Lampung, Thomas Amirico, menjelaskan bahwa pihak yayasan telah menyampaikan permohonan izin beserta sejumlah kelengkapan administrasi sesuai dengan petunjuk teknis dan ketentuan yang berlaku.
“Setelah kami menerima berkas, tim langsung bekerja melakukan verifikasi dan validasi data. Dari hasil verifikasi administrasi, memang masih ditemukan beberapa persyaratan yang belum terpenuhi,” ujar Thomas, Senin (3/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Berdasarkan temuan tersebut, Disdikbud Lampung telah memanggil perwakilan yayasan untuk pertemuan klarifikasi pada Jumat (30/1) lalu. Dalam pertemuan itu, pihak yayasan diberi penjelasan mengenai kekurangan persyaratan sekaligus didorong untuk segera melengkapinya.
“Dari pertemuan tersebut, disepakati untuk masuk ke tahapan berikutnya, yaitu verifikasi faktual di lapangan,” kata Thomas.
Dalam kunjungan yang dijadwalkan pekan ini, tim Disdikbud akan turun langsung ke lokasi untuk mengecek kondisi riil proses pembelajaran, mengaudit ketersediaan dan status tenaga pendidik, serta menilai kelayakan sarana dan prasarana sekolah.
“Kami akan memvalidasi langsung di lapangan. Setelah itu, kami akan berdiskusi di lokasi Sekolah Siger ini berproses belajar. Kemudian kami akan mengambil kesimpulan,” jelas Thomas.
Thomas mengakui bahwa salah satu syarat penting yang belum terpenuhi adalah kepemilikan gedung sekolah yang mandiri. “Saat ini Sekolah Siger masih menumpang di gedung sekolah lain,” ucapnya.
Hasil dari verifikasi faktual nantinya akan menjadi bahan pertimbangan utama bagi Disdikbud Lampung untuk memberikan sejumlah opsi dan rekomendasi kepada Yayasan Siger.
Thomas menegaskan bahwa fokus utama pemerintah dalam proses ini adalah menyelamatkan dan melindungi hak-hak siswa. “Poin penting kami adalah siswa. Jumlahnya lebih dari seratus orang dan itu menjadi tanggung jawab kita bersama. Opsi-opsi yang nanti kami berikan semuanya berorientasi pada kepentingan siswa,” tegasnya.
Disdikbud juga memastikan bahwa proses belajar mengajar akan tetap berlangsung lancar selama tahapan verifikasi berjalan. “Insya Allah, minggu ini kami turun ke lapangan. Secepatnya, kami akan mencarikan opsi terbaik agar proses pendidikan anak-anak ini tetap terjamin,” pungkas Thomas.






