BPK Bongkar Temuan Miliaran di Dinas Pendidikan Lampung Selatan, Diduga Tak Tuntas Sampai 2026

Rabu, 4 Februari 2026 - 16:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LAMPUNG SELATAN – Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Tahun 2025 menguak kelemahan akut dan potensi kerugian keuangan negara yang mencapai hampir Rp2 miliar di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Selatan. Yang lebih memprihatinkan, hingga awal 2026, temuan bernilai besar tersebut diduga belum juga diselesaikan dengan penyetoran ke Bank Daerah sesuai amanat hukum.

BPK menemukan setidaknya lima poin kerawanan yang menunjukkan pola pengelolaan anggaran pendidikan yang bermasalah, mulai dari pekerjaan fisik yang tidak sesuai standar hingga pertanggungjawaban dana bantuan operasional sekolah (BOSP) yang fiktif.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

1. Pekerjaan Fisik Bermasalah Skala Besar:

· Pada rehabilitasi ruang kelas SMP 17.1 Merbau Mataram, ditemukan kekurangan volume dan ketidaksesuaian spesifikasi senilai Rp35.056.922,55. Pekerjaan seperti rangka atap baja ringan, plafond, dan pengecatan tidak sesuai kontrak.

Baca Juga:  LSM Trinusa Siap Gelar Unjuk Rasa, Soroti Dugaan Korupsi di Tiga Dinas Lampung Selatan

· Yang lebih parah, audit atas 55 paket pembangunan gedung menemukan kekurangan volume Rp655,4 juta dan ketidaksesuaian spesifikasi Rp971,1 juta. Total potensi kerugian dari 55 paket ini saja menyentuh Rp1,626 miliar. Item seperti K3, folding gate, dan pengecatan kerap dikerjakan asal-asalan atau dikurangi.

2. Pengelolaan Dana BOSP Tidak Akuntabel:

· Dana BOSP yang dialokasikan sebesar Rp111,2 miliar pada 2024 ternyata dikelola dengan ceroboh. Audit menemukan pertanggungjawaban fiktif di 16 sekolah (7 SD dan 9 SMP) yang menyebabkan kelebihan pembayaran Rp253,4 juta.

· Sebanyak 9 sekolah juga kedapatan menggunakan dana BOSP untuk konsumsi rapat internal guru dan staf tanpa melibatkan pihak eksternal, melanggar Perpres No. 33/2020.

Baca Juga:  Bunda Literasi Lampung Purnama Wulan Sari Mirza Buka Big Event “Out of the Boox” Gudang Buku Keliling 2026

Saat dikonfirmasi, Cahyadi, seorang pejabat Disdik Lampung Selatan, memilih bungkam dan tidak memberi tanggapan sama sekali. Sikap tertutup ini memperkuat kesan lemahnya komitmen transparansi.

Merespons lambatnya penyelesaian, Ketua Gerakan Pemuda Nusantara (GPN) Lampung, Bung Chan, mengingatkan konsekuensi hukum yang serius. “Pengembalian uang hasil kerugian negara diatur dalam UU Tipikor. Pasal 4 menegaskan bahwa pengembalian kerugian negara tidak menghapus pidana pelaku. Pengembalian hanya menjadi faktor yang dapat meringankan hukuman di pengadilan,” tegasnya.

Pernyataan ini menegaskan bahwa penyetoran dana ke kas daerah hanyalah kewajiban administratif dan bukan pengganti proses hukum jika ditemukan unsur pidana seperti penyalahgunaan wewenang atau korupsi.

Baca Juga:  Pesisir Barat Kian Bebas Blankspot, DJPPI Apresiasi Keberhasilan Program Merdeka Sinyal

Temuan BPK bukan sekadar kesalahan administratif, tetapi menunjukkan pola sistemik yang rentan penyimpangan: administrasi yang lemah, pengawasan pekerjaan yang gagal, dan pertanggungjawaban keuangan yang tidak sesuai realita.

Hal ini terjadi pada anggaran yang seharusnya digunakan untuk meningkatkan kualitas infrastruktur dan operasional sekolah, yang ujung-ujungnya merugikan hak belajar peserta didik.

Hingga berita ini diturunkan, klarifikasi resmi dan langkah konkret perbaikan dari Dinas Pendidikan Lampung Selatan masih ditunggu. Keheningan pihak berwenang di tengah temuan sebesar ini adalah alarm yang memerlukan perhatian dan tindak lanjut tegas tidak hanya dari pemerintah daerah, tetapi juga dari aparat penegak hukum.

Berita Terkait

Pengacara Eggi Sudjana Dilaporkan ke Polres Lampung Utara
Relevansi HMI di Usia 79: Refleksi Dies Natalis dan Panggilan Kembali ke Insan Cita
PERMAHI Lampung Soroti Dugaan Penggembosan Ban oleh Oknum Anggota DPRD
Tingkatkan Sinergi, Polda Lampung Sambangi Kantor DPP For-WIN
Habiskan Belasan Miliar Rupiah Dari “Proyek Berulang” di BPTD Kelas II Lampung, GRADASI Soroti Dugaan Pemborosan Anggaran Secara Terencana
BPMP Lampung Perkuat Silaturahmi dan Kebersamaan Menyambut Ramadhan 1447 H/2026
Kadis Kesehatan Lampung Selatan Bungkam Atas Temuan Bpk Rp 32 Miliar
Sekretariat DPRD Lampung, Dukung Program Asri & Instruksi Gubernur
5 1 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkait

Kamis, 5 Februari 2026 - 16:47 WIB

BPMP Lampung Perkuat Silaturahmi dan Kebersamaan Menyambut Ramadhan 1447 H/2026

Rabu, 4 Februari 2026 - 17:27 WIB

Wujudkan Lingkungan Kerja Bersih dan Produktif

Senin, 2 Februari 2026 - 15:44 WIB

BBWS Mesuji Sekampung Ambil Langkah Konkret Atasi Gulma di Saluran Irigasi Way Rarem

Senin, 2 Februari 2026 - 02:18 WIB

Izin Operasional SMK Siger Bandar Lampung Digantung, Verifikasi Lapangan Jadi Penentu

Senin, 29 Desember 2025 - 14:25 WIB

Kepala BPKAD Kabupaten Pringsewu Sampaikan Harapan dan Tantangan Menyambut Tahun Baru 2026

Selasa, 16 Desember 2025 - 15:40 WIB

BPKAD PRINGSEWU OPTIMALKAN ASET DAERAH UNTUK TINGKATKAN PAD

Rabu, 3 Desember 2025 - 16:06 WIB

Sekda Provinsi Lampung: Tekankan Nilai Juang Sapta Taruna dan Strategi PU608

Selasa, 2 Desember 2025 - 16:03 WIB

RSUD Jenderal Ahmad Yani Metro Sukses Jalani Kredensialing BPJS Kesehatan

Berita Terbaru

Berita

Pengacara Eggi Sudjana Dilaporkan ke Polres Lampung Utara

Kamis, 5 Feb 2026 - 23:48 WIB

error: Content is protected !!
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x