Pringsewu- Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pringsewu bekerja sama dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menggelar Sosialisasi Keamanan Pangan Sekolah dalam rangka Program Nasional Sekolah yang Membudayakan Keamanan Pangan Tahun 2026, Rabu, 8 April 2026.
Kegiatan yang berlangsung secara hybrid (luring dan daring) ini dipusatkan di Aula Kantor Kemenag Kabupaten Pringsewu dan diikuti oleh perwakilan sekolah dan madrasah. Sosialisasi bertujuan meningkatkan pengetahuan serta pemahaman komunitas sekolah terkait pangan aman, sekaligus mendorong kemandirian dalam membudayakan keamanan pangan melalui penerapan Cek KLIK (Kemasan, Label, Izin edar, dan Kadaluwarsa).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Balai Besar POM di Bandar Lampung, yang dalam hal ini diwakilkan Ketua Tim Informasi dan Komunikas Firdaus Umar, Kabid GTK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pringsewu , Kasubbag Tata Usaha Kemenag Pringsewu Ahmad Syafiudin, Kasi Pendidikan Islam M. Sakban, serta Ketua Kelompok Kerja Pengawas Madrasah H. Aceng royani.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pringsewu, H. Khuzil Afwa Kahuripan, dalam sambutannya menegaskan bahwa sekolah dan madrasah bukan sekadar tempat transfer ilmu, melainkan juga rumah kedua bagi peserta didik.
“Menjamin kesehatan anak melalui apa yang mereka konsumsi adalah bagian penting dari tanggung jawab kita bersama,” ujar Khuzil.
Ia menambahkan, tantangan kesehatan di tahun 2026 semakin kompleks. Menurutnya, upaya mencetak generasi Pringsewu yang cerdas dan berakhlak mulia tidak akan tercapai tanpa kondisi fisik yang sehat akibat konsumsi pangan yang aman.
Khuzil juga menekankan pentingnya menjadikan keamanan pangan sebagai budaya, bukan sekadar program sesaat. Ia mengajak seluruh elemen sekolah untuk berperan aktif, mulai dari pengelola kantin yang jujur dalam memilih bahan baku, guru yang terus mengedukasi siswa, hingga siswa yang mampu memilih jajanan bebas dari bahan berbahaya seperti boraks, formalin, dan pewarna tekstil.
Ia mengapresiasi sinergi dengan BPOM sebagai langkah nyata dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang sehat. “Sinergi ini adalah upaya kita bersama dalam mewujudkan Green and Healthy Madrasah dan Sekolah di Kabupaten Pringsewu,” terangnya.
Lebih lanjut, ia meminta kepala sekolah dan madrasah untuk menjalin kerja sama dengan puskesmas maupun BPOM setempat guna memastikan pengawasan kualitas pangan secara berkala. Edukasi keamanan pangan, juga perlu dimasukkan dalam kegiatan pembiasaan siswa, seperti sarapan bersama, media informasi sekolah, hingga pembentukan kader siswa peduli pangan.
“Pastikan kantin memiliki standar kesehatan yang baik. Mari jadikan 2026 sebagai tonggak seluruh sekolah dan madrasah di Pringsewu menjadi pelopor keamanan pangan,” pungkasnya seraya membuka secara resmi kegiatan sosialisasi.
Sementara ketua tim informasi BPOM bandar lampung firdaus menyampaikan apresiasi setinggi tinggi nya kepada kemenag pringsewu yang telah melakukan terobosan guna menjamin kesehatan dan keselamatan siswa dikingkungan sekolah dengan menjamin makanan yang tersedia sudah sesuai standar dan terjamin keamanan nya.
“Kami mengapresiasi langkah kemenag pringsewu dengan meggandeng BPOM ini sebagai langkah strategis dan sejalan dengan visi BPOM dimana diharapkan ini bisa di terapkan secara masif ke semua tingkatan pendidikan di kabupaten pringsewu sehingga keamanan makanan yang di konsumsi oleh siswa betul betul terjamin kesehatan dan keamanan nya”,(darma)






