AKARPOST.COM – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jenderal Ahmad Yani Kota Metro, Lampung, secara proaktif mempersiapkan diri untuk menuju akreditasi paripurna pada tahun 2026. Persiapan strategis ini dimulai dengan melaksanakan kegiatan “Persiapan Pendampingan Rumah Sakit Terakreditasi Paripurna” yang bekerja sama dengan Direktorat Mutu Pelayanan Kesehatan Rujukan, Kementerian Kesehatan RI, pada Rabu, Desember 2025.
Kegiatan pendampingan awal ini bukan sekadar formalitas administratif, melainkan langkah krusial untuk memperkuat fondasi mutu pelayanan, keselamatan pasien, tata kelola, dan budaya mutu di semua lini rumah sakit. Tujuannya adalah memastikan rumah sakit siap secara optimal dan mencapai hasil penilaian terbaik dalam proses akreditasi yang akan datang.
Wakil Direktur Pelayanan RSUD Jenderal Ahmad Yani Metro, dr. Hasril Syahdu, secara langsung mendampingi tim Kemenkes RI selama kegiatan, menunjukkan komitmen kuat manajemen puncak terhadap kesuksesan akreditasi ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Akreditasi paripurna adalah cerminan dari kualitas pelayanan yang konsisten dan berkelanjutan. Melalui pendampingan ini, kami ingin mengidentifikasi area perbaikan lebih dini untuk pembenahan yang lebih terarah dan mendalam,” ujar dr. Hasril Syahdu dalam rilis yang diterima Akarpost.com
Tim dari Direktorat Mutu Pelayanan Kesehatan Rujukan Kemenkes RI melakukan peninjauan dan evaluasi komprehensif di berbagai unit pelayanan dan penunjang.Unit-unit yang diperiksa antara lain:
· Instalasi Gawat Darurat (IGD)
· Radiologi
· Bank Darah (BRDS)
· Laboratorium
· Central Sterile Supply Department (CSSD)
· Instalasi Gizi
· Ruang Perawatan Saraf
· Unit Sanitasi
Penilaian mencakup berbagai aspek kritis, mulai dari implementasi standar operasional prosedur (SOP), kesiapan dan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM), kelancaran alur pelayanan, pengelolaan risiko klinis, hingga kepatuhan terhadap standar keselamatan pasien (patient safety).
Melalui pendampingan ini,RSUD Jenderal Ahmad Yani Metro mendapatkan gambaran objektif dan detil mengenai tingkat kesiapannya. Hasil tinjauan menjadi dasar penyusunan rencana aksi perbaikan jangka pendek dan jangka panjang.
Dengan identifikasi titik lemah dan kekuatan sejak dini, rumah sakit dapat fokus melakukan pembenahan secara sistematis. Hal ini diharapkan mampu mengantarkan seluruh unit menuju kondisi optimal menjelang proses akreditasi paripurna pada 2026.
Kegiatan ini meneguhkan posisi RSUD Jenderal Ahmad Yani Metro sebagai rumah sakit rujukan di Lampung yang terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan secara berkelanjutan, demi memberikan yang terbaik bagi masyarakat. (Humas)






